Bocah Perempuan 3 Tahun Meninggal usai Jatuh dari Lantai Lima Hotel di Samarinda

Memuat berita

Nasional

Bocah Perempuan 3 Tahun Meninggal usai Jatuh dari Lantai Lima Hotel di Samarinda

Devi Sry Atmaja · 15 Oktober 2026 · 18:33 WIB · 2 dibaca
Bocah Perempuan 3 Tahun Meninggal usai Jatuh dari Lantai Lima Hotel di Samarinda

Foto: Detiknews

SAMARINDA - Seorang bocah perempuan berinisial RKS meninggal dunia di Samarinda, Kalimantan Timur. Ia berusia 3 tahun. Peristiwa terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 09.30 WITA. Lokasi kejadian berada di Hotel Mesra, Jalan Pahlawan. Korban diduga terjatuh dari lantai lima hotel tersebut. Saat kejadian, kedua orang tua sedang sarapan di restoran hotel. Mereka tidak berada di dekat anak pada momen itu. Situasi berubah menjadi duka dalam waktu singkat. Korban kemudian ditemukan di area bawah bangunan. Ayahnya segera melakukan evakuasi. Bocah tersebut langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Sayangnya, nyawa RKS tidak tertolong.

Kepolisian setempat langsung menangani kasus ini. Mereka masih menyelidiki penyebab pastinya. Fokus penyelidikan termasuk bagaimana korban bisa terjatuh dari lantai lima. Kronologi lengkap masih digali dari berbagai keterangan. Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Erry Irawan membenarkan terjadinya kejadian tersebut. Ia memberikan keterangan resmi terkait status penyelidikan. Penyebab pasti insiden belum dapat dipastikan. Proses hukum masih berlangsung. Ipda Erry Irawan menekankan bahwa penyelidikan masih aktif. Pihaknya belum mengambil kesimpulan akhir. Seluruh fakta di lapangan terus dikumpulkan. Keterangan saksi dan hasil pemeriksaan menjadi dasar analisis.

Untuk mengungkap kronologi kejadian, tim forensik diterjunkan. Tim Inafis Satreskrim Polresta Samarinda bekerja sama dengan jajaran Polsek Samarinda Ulu. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP. Pemeriksaan di lokasi dilakukan secara teliti. Olah TKP bertujuan mengumpulkan barang bukti dan merekonstruksi peristiwa. Area lantai lima dan bagian bawah bangunan diperiksa. Petugas mencari petunjuk yang dapat menjelaskan bagaimana kejadian berlangsung. Hasil olah TKP akan mendukung proses penyelidikan.

Hotel Mesra di Jalan Pahlawan menjadi lokasi yang kini dalam perhatian. Insiden jatuhnya anak kecil dari lantai tinggi memicu keprihatinan. Pihak hotel dipastikan bekerja sama dengan kepolisian. Prosedur keamanan di properti tersebut turut menjadi perhatian. Kedua orang tua yang saat itu sedang sarapan di restoran hotel pastinya mengalami guncangan mendalam. Mereka kehilangan anak dalam usia yang sangat dini. Proses hukum berjalan beriringan dengan pendampingan kepada keluarga. Dukungan psikologis menjadi kebutuhan penting.

Polsek Samarinda Ulu di bawah Ipda Erry Irawan terus mendalami kasus. Kerja sama dengan Tim Inafis Satreskrim Polresta Samarinda memperkuat proses forensik. Setiap detail di TKP dicatat dan dianalisis. Transparansi penyelidikan dijaga sesuai prosedur. Dengan usia korban yang baru 3 tahun, peristiwa ini meninggalkan duka mendalam. Jatuh dari lantai lima hotel menjadi tragedi yang tidak terduga. Penyelidikan diharapkan segera mengungkap fakta lengkap. Keluarga berhak mendapatkan kejelasan atas kejadian yang menimpa anak mereka.

Proses olah TKP yang dilakukan Inafis dan Polsek menjadi langkah krusial. Hasilnya akan membantu menentukan apakah ada faktor kelalaian atau penyebab lain. Kepolisian bekerja secara profesional untuk mengungkap kebenaran. Publik menunggu perkembangan resmi selanjutnya. Insiden di Hotel Mesra Samarinda menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak di area publik. Lantai tinggi memiliki risiko yang harus diantisipasi. Keselamatan anak menjadi tanggung jawab bersama. Evaluasi prosedur keamanan di hotel dan tempat umum lainnya diperlukan.