BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman, Antrean Panjang di SPBU Dipicu Fenomena Panic Buying

Memuat berita

Nasional

BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman, Antrean Panjang di SPBU Dipicu Fenomena Panic Buying

Devi Sry Atmaja · 20 Juli 2026 · 21:18 WIB · 3 dibaca
BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman, Antrean Panjang di SPBU Dipicu Fenomena Panic Buying

Foto: Kompas.com/Yohana Artha Uly

Jakarta – Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, memastikan bahwa antrean panjang yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai daerah bukan disebabkan oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh meningkatnya pembelian masyarakat secara bersamaan atau panic buying. Wahyudi menegaskan bahwa ketersediaan stok BBM nasional hingga saat ini berada dalam kondisi aman. Selain itu, proses distribusi dari terminal BBM ke berbagai wilayah juga terus berjalan normal sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan energi.

"Antrean yang terjadi bukan karena stok BBM habis atau terjadi kelangkaan. Kondisi ini lebih disebabkan oleh meningkatnya pembelian masyarakat dalam waktu yang bersamaan akibat kekhawatiran akan ketersediaan BBM," ujarnya.

Ia menjelaskan, ketika masyarakat membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari kebutuhan normal, permintaan di SPBU meningkat secara signifikan. Akibatnya, sejumlah SPBU mengalami lonjakan antrean meskipun pasokan terus dikirim sesuai jadwal.

BPH Migas memastikan seluruh rantai distribusi BBM nasional masih berjalan sesuai prosedur. Pasokan dari kilang, terminal penyimpanan, hingga penyaluran ke SPBU terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia. Wahyudi juga menyampaikan bahwa pemerintah bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lapangan guna memastikan tidak terjadi gangguan distribusi maupun kekurangan pasokan di wilayah tertentu. Menurutnya, masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan karena stok BBM telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, BPH Migas mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan sehari-hari. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi, mengurangi antrean di SPBU, serta memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses BBM secara merata.

"Panic buying justru dapat memperpanjang antrean dan menimbulkan persepsi seolah-olah terjadi kelangkaan, padahal pasokan dalam kondisi aman. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian secara berlebihan," jelas Wahyudi.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk badan usaha penyedia BBM, guna memastikan distribusi tetap lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

BPH Migas juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi mengenai kondisi pasokan BBM. Masyarakat diimbau memperoleh informasi dari sumber resmi pemerintah maupun instansi terkait agar tidak memicu kepanikan yang dapat mengganggu stabilitas distribusi energi. Dengan stok yang dipastikan aman dan sistem distribusi yang terus berjalan, pemerintah berharap situasi di sejumlah SPBU dapat kembali normal apabila masyarakat melakukan pembelian secara bijak sesuai kebutuhan.