Bus Rombongan Persib EPA U-18 Diserang di Rest Area Batang, Kaca Pecah dan Koper Ofisial Dijarah

Memuat berita

Nasional

Bus Rombongan Persib EPA U-18 Diserang di Rest Area Batang, Kaca Pecah dan Koper Ofisial Dijarah

Fazlur Rahman · 12 Oktober 2026 · 15:00 WIB · 2 dibaca
Bus Rombongan Persib EPA U-18 Diserang di Rest Area Batang, Kaca Pecah dan Koper Ofisial Dijarah

Foto: InilahJateng

Rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) U-18 Persib Bandung mengalami insiden penyerangan saat beristirahat di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam. Bus yang membawa para pemain dan ofisial dilaporkan mengalami kerusakan setelah diserang sekelompok orang tak dikenal. Sejumlah koper milik ofisial juga dilaporkan hilang, sementara seorang anggota tim mengalami kekerasan fisik.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB ketika rombongan tengah dalam perjalanan pulang setelah menjalani pertandingan tandang kompetisi EPA U-18 melawan Garuda United di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Rombongan yang berjumlah sekitar 30 orang itu menggunakan sebuah bus untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandung. 

Berdasarkan informasi awal, bus sedang terparkir di area istirahat ketika sejumlah anggota rombongan turun dari kendaraan. Media Officer PT Persib Bandung Bermartabat, Pandu Persada, dan Ridwan, anggota tim Akademi Persib, disebut turun untuk menuju toilet.

Situasi kemudian berubah ketika sekelompok orang tak dikenal mendekati bus. Mereka diduga melakukan penyerangan hingga menyebabkan sejumlah kaca kendaraan pecah. Dalam kejadian tersebut, koper milik ofisial dan anggota tim juga dilaporkan dijarah.

Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Thio membenarkan adanya perusakan bus dan dugaan penganiayaan terhadap salah seorang ofisial Persib U-18. Menurut keterangan awal kepolisian, penyerangan dilakukan dengan melempar benda keras ke arah bus hingga merusak kaca di bagian belakang kendaraan. 

Pandu Persada dilaporkan menjadi salah satu korban kekerasan dalam insiden tersebut. Ia sempat terpisah dari rombongan dan berlindung di sebuah tempat tambal ban yang berada di kawasan rest area untuk menghindari ancaman lebih lanjut. Sementara itu, Ridwan dilaporkan berhasil meninggalkan lokasi dengan selamat setelah mendapatkan tumpangan dari mobil milik orang tua salah seorang pemain. 

Kabar penyerangan itu kemudian mendapat perhatian kepolisian. Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yulianto menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan terduga pelaku. Ia menyampaikan bahwa informasi lebih lanjut mengenai penanganan perkara akan disampaikan oleh Polres Batang.

“Sudah diamankan pelakunya. Nanti dirilis Polres Batang ya,” kata Yulianto, Senin (12/10/2026), sebagaimana dikutip dalam laporan media.

Sementara itu, laporan lain menyebutkan satu orang terduga pelaku ditangkap di wilayah Karawang, Jawa Barat, dan selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan di Polres Batang. Polisi masih perlu mendalami peran orang yang diamankan tersebut serta menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam penyerangan. 

Hingga informasi awal mengenai kejadian ini dipublikasikan, identitas lengkap para pelaku dan motif penyerangan belum diungkap secara resmi. Dugaan keterlibatan kelompok suporter tertentu juga belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan kepolisian.

Insiden tersebut menjadi perhatian karena rombongan yang menjadi sasaran merupakan tim pembinaan pemain muda yang tengah menjalani kompetisi resmi. Perjalanan menuju dan dari lokasi pertandingan semestinya dapat berlangsung aman, tanpa ancaman kekerasan terhadap pemain, ofisial, maupun kru yang mendampingi tim.

Selain mengusut dugaan perusakan kendaraan dan penganiayaan, kepolisian perlu menelusuri laporan kehilangan barang milik rombongan serta mengumpulkan bukti dari lokasi kejadian. Pemeriksaan saksi, rekaman kamera pengawas, dan kondisi bus dapat membantu penyidik menyusun kronologi serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.

Peristiwa ini juga kembali menegaskan bahwa rivalitas dalam sepak bola tidak semestinya meluas menjadi tindakan kekerasan di luar lapangan. Perbedaan dukungan terhadap klub tidak dapat dijadikan pembenaran untuk merusak kendaraan, mengambil barang milik orang lain, atau menyerang pihak yang tidak sedang bertanding.

Kini, proses hukum diharapkan dapat mengungkap secara jelas rangkaian kejadian di Rest Area KM 360 Batang. Publik menunggu penjelasan resmi kepolisian mengenai jumlah pelaku yang diamankan, motif penyerangan, serta perkembangan kondisi para anggota rombongan Persib EPA U-18 yang terdampak insiden tersebut.