Dasco dan Kapolri Temui Massa Buruh usai Pengesahan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

Memuat berita

Nasional

Dasco dan Kapolri Temui Massa Buruh usai Pengesahan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

Devi Sry Atmaja · 06 Oktober 2026 · 21:18 WIB · 4 dibaca
Dasco dan Kapolri Temui Massa Buruh usai Pengesahan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

Foto: CNN/Putri Kunaefi

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menemui massa buruh di depan Kompleks Parlemen, Jakarta. Ia didampingi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Pertemuan berlangsung pada Selasa (6/10/2026). Momen tersebut terjadi usai DPR dan pemerintah menyetujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi undang-undang. Dasco hadir bersama pimpinan DPR lainnya, yakni Cucun Ahmad Syamsurijal dan Saan Mustopa. Turut mendampingi adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea. Kehadiran para pimpinan di tengah massa buruh menjadi bentuk komunikasi langsung. Suasana di kawasan Senayan terpantau terkendali.

Dari atas mobil komando, Dasco menyampaikan pesan kepada para buruh yang hadir. Ia menjelaskan makna pengesahan undang-undang yang baru saja diputuskan. Keputusan tersebut dinilai sebagai bentuk pemenuhan janji institusi. DPR dan pemerintah menunjukkan komitmen terhadap putusan mahkamah. Dasco menegaskan bahwa pengesahan UU Pelindungan Ketenagakerjaan merupakan penunaian janji.

“Pada hari ini, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan pemerintah, dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto, telah menunaikan janji sesuai dengan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi,” kata Dasco. Pernyataan itu disambut perhatian massa yang berkumpul.

Menurut Dasco, undang-undang yang baru disahkan menjadi hadiah bagi masyarakat. Secara khusus, ia menyinggung kepentingan para buruh. Regulasi baru diharapkan memberikan perlindungan yang lebih baik. Kepastian hukum bagi pekerja menjadi salah satu tujuan utama.

Dasco juga menyampaikan harapan agar kerja sama seluruh pihak terus terjalin. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara buruh, pemerintah, pengusaha, dan DPR. “Semoga ke depan kerja sama antara buruh, pemerintah, pengusaha, dan DPR terus berjalan dengan lancar,” katanya. Sinergi empat pihak dinilai krusial untuk memperjuangkan hak-hak pekerja.

Kehadiran Kapolri Suyudi Ario Seto di lokasi menambah bobot pertemuan tersebut. Pengamanan terhadap aksi massa buruh tetap dilakukan dengan pendekatan persuasif. Dialog antara pimpinan DPR dan perwakilan buruh berlangsung di tengah pengamanan yang terkendali. Situasi di depan Kompleks Parlemen relatif kondusif. Andi Gani Nena Wea sebagai Presiden KSPSI turut hadir mendampingi pimpinan DPR. Kehadirannya memperkuat komunikasi dengan basis buruh. Organisasi pekerja menjadi salah satu pihak yang selama ini mendorong pengesahan regulasi terkait. Dialog langsung diharapkan memperkuat kepercayaan.

Pengesahan UU Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi konteks utama pertemuan tersebut. Dasco memanfaatkan momen di depan massa untuk menjelaskan substansi keputusan DPR. Penunaian janji sesuai putusan MK menjadi pesan kunci yang disampaikan. Transparansi komunikasi menjadi pilihan pimpinan dewan. Dari atas mobil komando, Dasco berbicara langsung kepada para buruh. Ia tidak hanya menyampaikan formalitas, tetapi juga harapan jangka panjang. Kerja sama yang lancar antara semua pihak menjadi kunci implementasi undang-undang. Hak-hak pekerja tetap menjadi fokus perjuangan bersama.

Kapolri Suyudi Ario Seto mendampingi Dasco sepanjang pertemuan. Kehadiran pimpinan Polri menunjukkan dukungan terhadap dialog yang damai. Pengamanan aksi dilakukan tanpa menghalangi komunikasi antara dewan dan massa. Pendekatan ini sejalan dengan semangat menjaga ketertiban sekaligus kebebasan berpendapat. Cucun Ahmad Syamsurijal dan Saan Mustopa sebagai pimpinan DPR lainnya juga hadir di lokasi. Kebersamaan pimpinan dewan memperkuat pesan institusional. Mereka mendukung langkah komunikasi langsung dengan para buruh. Soliditas pimpinan DPR terlihat dalam momen tersebut.

Dasco menyebut pengesahan undang-undang sebagai hadiah bagi buruh dan masyarakat luas. Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk memberikan apresiasi atas perjuangan yang telah dilakukan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa implementasi membutuhkan kerja sama semua pihak. Undang-undang hanya akan efektif jika dijalankan dengan baik. Dengan pertemuan di depan Kompleks Parlemen, Dasco ingin menutup rangkaian proses legislasi dengan dialog terbuka. Massa buruh mendapatkan penjelasan langsung dari pimpinan DPR. Pesan penunaian janji dan harapan kerja sama menjadi penutup yang konstruktif. Situasi tetap terjaga hingga pertemuan selesai.