Demo Tugu Tani Berakhir, Massa Nyalakan Flare sebelum Bubar, Lalu Lintas Jakarta Pusat Mulai Terurai
Massa demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, menyalakan suar atau flare
Baca juga:
menjelang berakhirnya aksi pada Selasa (20/10/2026) malam. Setelah menyampaikan aspirasi sejak sore, para demonstran mulai meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.50 WIB. Seiring berkurangnya jumlah massa, kondisi lalu lintas di sekitar kawasan tersebut dilaporkan mulai terurai dan aktivitas kendaraan berangsur kembali lancar.
Penyalaan flare menjadi salah satu momen yang mewarnai pengujung demonstrasi di kawasan Tugu Tani. Sejumlah peserta aksi terlihat menyalakan suar ketika massa bersiap membubarkan diri. Aksi tersebut berlangsung sebelum para demonstran meninggalkan lokasi secara bertahap.
Meski penyalaan flare menjadi perhatian pada akhir kegiatan, belum tersedia informasi lebih lanjut mengenai jumlah suar yang dinyalakan, pihak yang menyalakannya, maupun ada atau tidaknya dampak terhadap keselamatan peserta dan masyarakat di sekitar lokasi.
Sebelum membubarkan diri, massa demonstrasi juga membentangkan spanduk yang memuat lima tuntutan. Spanduk tersebut menjadi salah satu sarana bagi demonstran untuk menyampaikan aspirasi dan kritik mereka dalam aksi yang berlangsung di pusat ibu kota tersebut.
Demonstrasi di kawasan Tugu Tani digelar bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Momentum tersebut dimanfaatkan sejumlah kelompok mahasiswa dan elemen masyarakat untuk menyuarakan pandangan mereka mengenai berbagai persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.
Sepanjang aksi, kawasan Tugu Tani menjadi titik berkumpulnya massa yang menyampaikan tuntutan melalui spanduk dan berbagai bentuk ekspresi demonstrasi. Sebelumnya, sejumlah peserta juga terlihat menaiki monumen Tugu Tani dan membentangkan kain berisi pesan tuntutan. Aksi tersebut menjadi salah satu peristiwa yang menarik perhatian di tengah berlangsungnya demonstrasi pada Selasa sore.
Kehadiran massa dalam jumlah tertentu di kawasan jalan perkotaan dapat memengaruhi mobilitas masyarakat, terutama pada jam-jam menjelang malam ketika aktivitas perjalanan pulang kerja masih berlangsung. Karena itu, berakhirnya aksi dan berkurangnya kerumunan menjadi faktor penting dalam pemulihan arus kendaraan di sekitar lokasi.
Setelah demonstran mulai meninggalkan kawasan Tugu Tani sekitar pukul 18.50 WIB, lalu lintas dilaporkan berangsur terurai. Kendaraan yang sebelumnya terdampak kepadatan akibat aktivitas massa mulai dapat bergerak lebih leluasa. Namun, pengguna jalan tetap disarankan memperhatikan kondisi terkini dan mengikuti arahan petugas apabila masih terdapat pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi.
Masyarakat yang melintas di kawasan Jakarta Pusat juga diimbau tetap berhati-hati, khususnya ketika melewati titik yang sebelumnya menjadi pusat berkumpulnya demonstran. Selain memperhatikan pergerakan kendaraan lain, pengendara perlu mengantisipasi kemungkinan adanya sisa kerumunan atau aktivitas petugas setelah pembubaran massa.
Hingga massa meninggalkan lokasi, belum tersedia keterangan lebih lanjut mengenai isi lengkap lima tuntutan yang dibentangkan dalam spanduk maupun tanggapan resmi pemerintah terhadap aspirasi tersebut. Informasi mengenai kemungkinan insiden selama penyalaan flare juga belum dijelaskan dalam laporan awal.
Pembubaran massa pada Selasa malam menandai berakhirnya demonstrasi di kawasan Tugu Tani pada hari itu. Setelah aksi selesai, perhatian beralih pada pemulihan aktivitas masyarakat dan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi. Sementara itu, tuntutan yang disampaikan para demonstran menjadi bagian dari dinamika penyampaian pendapat di ruang publik pada momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.