Dua Jalur KRL Terganggu Bersamaan, Perjalanan Bogor–Kota dan Duri–Tangerang Terdampak

Memuat berita

Nasional

Dua Jalur KRL Terganggu Bersamaan, Perjalanan Bogor–Kota dan Duri–Tangerang Terdampak

Fazlur Rahman · 20 Agustus 2026 · 15:32 WIB · 2 dibaca
Dua Jalur KRL Terganggu Bersamaan, Perjalanan Bogor–Kota dan Duri–Tangerang Terdampak

Foto: Kompas Megapolitan

JAKARTA — Perjalanan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line mengalami gangguan di dua lintas berbeda pada Kamis (20/8/2026) pagi. Gangguan terjadi pada lintas Bogor–Jakarta Kota dan Duri–Tangerang setelah masing-masing rangkaian kereta mengalami insiden dengan orang dan sepeda motor.

Gangguan tersebut berdampak pada perjalanan penumpang pada jam sibuk pagi hari. Sejumlah penumpang melaporkan terjadi penumpukan di sejumlah stasiun hingga kepadatan di dalam rangkaian kereta.

Operator KRL kemudian melakukan penyesuaian pola perjalanan untuk memastikan operasional tetap dapat berjalan sekaligus menangani dampak dari kedua insiden tersebut.

Gangguan pertama terjadi pada lintas Bogor–Jakarta Kota

Insiden tersebut menyebabkan perjalanan kereta pada lintas terkait harus mengalami penyesuaian. Proses penanganan dilakukan agar perjalanan dapat kembali berjalan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.

Untuk sementara, perjalanan KRL Bogor–Jakarta Kota dilakukan dengan menggunakan satu jalur secara bergantian

Pola operasi tersebut membuat kapasitas lintasan menjadi terbatas dibandingkan kondisi normal. Akibatnya, perjalanan sejumlah rangkaian KRL berpotensi mengalami keterlambatan dan waktu tunggu yang lebih panjang.

Gangguan juga terjadi pada lintas Duri–Tangerang

Sebuah rangkaian KRL dilaporkan tertemper sepeda motor di antara Stasiun Rawa Buaya dan Stasiun Batu Ceper

Insiden tersebut sempat menghambat perjalanan kereta di lintas Tangerang. Penanganan kemudian dilakukan untuk memastikan jalur dapat kembali digunakan secara normal.

Berbeda dengan lintas Bogor–Jakarta Kota, kondisi pada lintas Duri–Tangerang kini mulai membaik.

KRL Duri–Tangerang telah kembali menggunakan kedua jalur

Gangguan pada dua lintas KRL tersebut terjadi pada pagi hari ketika aktivitas masyarakat menuju tempat kerja dan berbagai tujuan lainnya sedang tinggi.

Sejumlah penumpang melaporkan kepadatan di stasiun serta penumpukan penumpang di dalam kereta.

Kondisi tersebut merupakan dampak dari perubahan pola operasi dan keterlambatan perjalanan akibat insiden di lintasan.

Ketika satu jalur harus digunakan secara bergantian, rangkaian kereta yang biasanya dapat bergerak dengan interval lebih rapat harus menunggu giliran untuk melintas. Kondisi ini dapat menyebabkan antrean perjalanan dan kepadatan penumpang di stasiun berikutnya.

Pihak KRL menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas gangguan perjalanan yang terjadi.

Operator juga melakukan penanganan terhadap masing-masing insiden sekaligus mengatur kembali perjalanan kereta agar layanan dapat kembali normal.

Penumpang diimbau memperhatikan informasi terbaru mengenai perjalanan KRL, terutama bagi pengguna lintas Bogor–Jakarta Kota yang masih terdampak penggunaan satu jalur secara bergantian.

Sementara itu, kondisi lintas Duri–Tangerang yang telah kembali menggunakan dua jalur diharapkan dapat mempercepat proses penguraian antrean kereta.

Dengan kondisi lintas Bogor–Jakarta Kota yang masih menggunakan satu jalur bergantian, pengguna KRL pada rute tersebut perlu mengantisipasi kemungkinan perjalanan lebih lama dari biasanya.

Gangguan juga dapat menimbulkan efek berantai pada perjalanan kereta berikutnya karena rangkaian yang terlambat di satu titik dapat memengaruhi jadwal pada stasiun dan lintasan selanjutnya.

Sementara itu, pemulihan pada lintas Duri–Tangerang menjadi perkembangan positif karena penggunaan kedua jalur memungkinkan rangkaian kereta bergerak lebih leluasa.

Dua insiden pada pagi yang sama membuat perjalanan KRL di sejumlah wilayah Jabodetabek sempat terganggu. Lintas Duri–Tangerang mulai berangsur normal, sedangkan lintas Bogor–Jakarta Kota masih menerapkan pola satu jalur bergantian hingga proses penanganan selesai.