Gibran Hormati Putusan MK soal Ijazah, Fokus Bekerja untuk Masyarakat

Memuat berita

Nasional

Gibran Hormati Putusan MK soal Ijazah, Fokus Bekerja untuk Masyarakat

Devi Sry Atmaja · 07 Oktober 2026 · 19:01 WIB · 2 dibaca
Gibran Hormati Putusan MK soal Ijazah, Fokus Bekerja untuk Masyarakat

Foto: Youtube/GibranTV

JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons putusan Mahkamah Konstitusi terkait persoalan ijazahnya. Ia menyatakan menghormati seluruh proses yang telah berjalan di MK. Tanggapan tersebut disampaikan dengan tenang di hadapan media. Gibran memilih untuk tidak memperpanjang polemik. Pernyataan disampaikan usai Gibran menghadiri acara Inacraft di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat. Kesempatan itu ia manfaatkan untuk memberikan respons resmi.

“Ya, terima kasih. Kita hormati seluruh tahapan-tahapan dan proses-proses yang ada di MK. Yang paling penting sekarang, saya akan terus fokus bekerja untuk masyarakat dan mensukseskan visi-misi dan program dari Bapak Presiden selaku pimpinan kami,” kata Gibran pada Rabu (7/10/2026).

Dalam tanggapannya, Gibran menekankan prioritas utamanya saat ini. Ia ingin terus fokus bekerja untuk masyarakat. Mensukseskan visi-misi dan program Presiden Prabowo Subianto menjadi orientasi kerjanya. Jabatan wakil presiden ia jalankan dengan penuh tanggung jawab. Gibran juga menegaskan status pendidikannya. Ia menyatakan telah menyelesaikan pendidikan SMA sebelum melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Ya kalau saya nggak lulus SMA, kan saya nggak mungkin bisa kuliah. Saya kan kuliah sampai S1 juga di Singapura. Ya itu,” tambahnya.

Dengan menyinggung pendidikan tinggi di Singapura, Gibran ingin menunjukkan kesinambungan pendidikannya. Menurutnya, mustahil seseorang dapat menempuh kuliah hingga sarjana tanpa menyelesaikan jenjang SMA. Penjelasan itu menjadi bagian dari responsnya terhadap putusan MK. Ia terlihat ingin menutup ruang spekulasi. Saat ditanya lebih lanjut mengenai catatan Mahkamah Konstitusi terkait bukti kelulusan, Gibran memberikan jawaban singkat. Ia menyatakan akan segera menindaklanjuti hal tersebut.  

Sikap menghormati proses MK menjadi nada utama dalam pernyataan Gibran. Ia tidak mempertanyakan atau menolak putusan yang telah dibacakan. Sebagai pejabat publik, ia memilih untuk tunduk pada mekanisme hukum yang berlaku. Langkah tersebut dinilai sebagai sikap yang bijak.

Fokus pada kerja untuk masyarakat menjadi pesan yang ingin ia tonjolkan. Gibran tidak ingin isu ijazah mengganggu pelaksanaan tugas sebagai wakil presiden. Program-program Presiden Prabowo menjadi acuan utama yang ingin ia sukseskan. Orientasi kerja lebih dikedepankan ketimbang memperpanjang perdebatan. Acara Inacraft di JCC Senayan menjadi latar belakang penyampaian respons tersebut. Gibran residual di sela-sela kegiatan resmi untuk menjawab pertanyaan media. Suasana saat memberikan keterangan relatif tenang. Ia menjawab pertanyaan dengan singkat namun jelas.

Dengan menegaskan kelulusan SMA dan kelanjutan studi di Singapura, Gibran berupaya memberikan klarifikasi. Ia mengaitkan logika pendidikan formal secara berjenjang. Tanpa lulus SMA, seseorang tidak mungkin diterima di perguruan tinggi. Penjelasan itu menjadi bagian dari narasi yang ia bangun. Catatan MK mengenai bukti kelulusan yang diserahkan akan ditindaklanjuti. Gibran tidak mengabaikan poin tersebut. Janji untuk melakukan follow up disampaikan di hadapan media. Publik menanti langkah konkret yang akan diambil terkait catatan mahkamah.

Secara keseluruhan, respons Gibran menunjukkan sikap yang cenderung menutup isu. Ia menghormati MK, menegaskan riwayat pendidikan, dan berjanji menindaklanjuti catatan yang ada. Selebihnya, ia ingin kembali fokus pada tugas-tugas pemerintahan. Pendekatan tersebut ia pilih setelah putusan dibacakan. Kehadiran media usai acara Inacraft dimanfaatkan untuk menyampaikan sikap resmi. Gibran tidak menghindar dari pertanyaan, meskipun jawabannya dibuat ringkas. Tiga poin utama muncul dari keterangannya: penghormatan pada MK, klarifikasi pendidikan, dan janji follow up. Ketiganya menjadi inti respons.

Dengan pernyataan tersebut, Gibran berupaya meredam spekulasi yang berkembang. Isu ijazah yang sempat menjadi perhatian publik ia respons dengan sikap formal. Fokus pada kerja dan dukungan terhadap program Presiden menjadi penutup yang ia pilih. Komunikasi politik yang tenang menjadi pilihan di momen tersebut.