Harga Minyak Indonesia Tembus US$106 per Barel, Bahlil Pastikan Cadangan BBM Nasional Tetap Terjaga
Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) menembus kisaran US$105–US$106 per barel di tengah ketidakpastian pasar energi global. Meski harga minyak mengalami kenaikan, pemerintah memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih terjaga, dengan stok Pertalite berada pada kisaran 16–18 hari.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan perkembangan tersebut setelah menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Bahlil menjelaskan, harga ICP saat ini telah melampaui US$100 per barel. Sementara itu, rata-rata harga minyak mentah Indonesia sejak Januari hingga Oktober 2026 berada pada kisaran US$91–US$92 per barel. Angka tersebut menunjukkan tekanan harga yang cukup besar terhadap sektor energi nasional.
“Rata-rata dari Januari sampai dengan bulan Oktober sekarang ICP kita di angka 91 sampai dengan 92 dolar per barel,” ujar Bahlil.
Rata-rata ICP tersebut juga berada jauh di atas asumsi harga minyak dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar US$70 per barel. Selisih tersebut menjadi tantangan bagi pengelolaan anggaran dan sektor energi, terutama karena perubahan harga minyak dapat memengaruhi biaya pengadaan, impor, serta pengelolaan pasokan bahan bakar.
Meski menghadapi tekanan harga, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah terus memantau ketersediaan BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Berdasarkan laporan yang disampaikannya, cadangan Pertalite dengan angka oktan RON 90 berada pada kisaran 16–18 hari.
Adapun cadangan BBM jenis lain, termasuk Pertamax RON 92, bensin RON 95 dan RON 98, serta solar, disebut berada di atas 20 hari. Perbedaan jumlah hari ketahanan stok tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan perlu dipantau berdasarkan masing-masing jenis BBM, bukan hanya dilihat dari satu angka cadangan nasional.
Ketahanan stok dalam hitungan hari merupakan perkiraan mengenai berapa lama persediaan dapat memenuhi kebutuhan berdasarkan pola penyaluran. Angka tersebut bukan berarti BBM akan habis setelah periode itu, sebab pasokan dapat terus diperbarui melalui pengadaan dan distribusi. Meski demikian, kelancaran rantai pasok tetap menjadi faktor penting untuk menjaga ketersediaan di berbagai wilayah.
Pemerintah juga menyoroti kondisi pasokan BBM di Bali yang sebelumnya mengalami kendala akibat keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa. Bahlil mengatakan cadangan BBM di wilayah tersebut telah meningkat menjadi sekitar 11–12 hari setelah dilakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak Pertamina.
Pemerintah menargetkan cadangan BBM di Bali dapat ditingkatkan menjadi 15 hari dalam satu pekan berikutnya. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pasokan daerah sekaligus menyelaraskan tingkat cadangan dengan standar yang dituju pemerintah.
Selain Bali, pemerintah juga memantau gangguan distribusi di sejumlah wilayah Jawa Timur. Menurut Bahlil, kendala pasokan di beberapa daerah mulai teratasi setelah dilakukan penyaluran tambahan. Ia menekankan pentingnya membedakan persoalan distribusi di wilayah tertentu dengan kondisi cadangan nasional secara keseluruhan.
Kenaikan harga minyak mentah menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia karena perubahan harga internasional dapat memengaruhi biaya penyediaan energi. Namun, dampaknya terhadap anggaran negara maupun harga BBM yang dibayar masyarakat bergantung pada berbagai faktor, termasuk kebijakan pemerintah, nilai tukar, biaya pengadaan, serta mekanisme penyaluran.
Karena itu, perkembangan ICP perlu diikuti bersamaan dengan pemantauan stok dan distribusi BBM. Harga minyak yang tinggi tidak dengan sendirinya berarti pasokan dalam negeri langsung terganggu, tetapi dapat meningkatkan tekanan terhadap biaya pengadaan dan pengelolaan energi apabila berlangsung dalam waktu lama.
Pemerintah menyatakan akan terus mengawasi perkembangan pasar energi global serta memastikan distribusi BBM berjalan lancar. Dengan cadangan Pertalite yang dilaporkan berada pada kisaran 16–18 hari dan jenis BBM lainnya di atas 20 hari, perhatian berikutnya tertuju pada kemampuan menjaga pasokan tetap tersedia di seluruh wilayah, terutama daerah yang menghadapi kendala logistik.
Di tengah ketidakpastian harga minyak, pemerintah menghadapi dua pekerjaan penting sekaligus: mengantisipasi dampak kenaikan harga terhadap pengelolaan energi nasional dan memastikan masyarakat tetap memperoleh BBM sesuai kebutuhan. Perkembangan harga ICP, realisasi pengadaan, serta kelancaran distribusi akan menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan energi Indonesia ke depan.