Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Pemain Inggris

Memuat berita

Football

Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Pemain Inggris

Fazlur Rahman · 30 Oktober 2026 · 17:39 WIB · 2 dibaca
Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Pemain Inggris

Foto: Tabloid Bintang

Bintang Bayern Muenchen sekaligus kapten tim nasional Inggris, Harry Kane, resmi dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or 2026. Striker berusia 33 tahun itu mengungguli sejumlah pemain top dunia, termasuk Kylian Mbappe dan Lamine Yamal, dalam malam penganugerahan yang berlangsung di London, Inggris, Senin (26/10/2026) waktu setempat atau Selasa dini hari WIB.

Penghargaan tersebut menjadi pencapaian terbesar dalam karier individu Kane sekaligus mengakhiri penantian panjang sepak bola Inggris. Ia menjadi pemain Inggris pertama yang meraih Ballon d’Or sejak Michael Owen memenangkan penghargaan bergengsi itu pada 2001, atau setelah 25 tahun. 

Kemenangan Kane tidak terlepas dari penampilan luar biasa sepanjang musim 2025/2026. Penyerang andalan Bayern Muenchen itu mencetak total 73 gol dalam 65 pertandingan bersama klub dan tim nasional Inggris. Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain paling produktif di sepak bola Eropa sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan menuju penghargaan pemain terbaik dunia.

Dari total gol tersebut, 61 gol dicetak Kane bersama Bayern Muenchen, sedangkan 12 gol lainnya ia sumbangkan untuk timnas Inggris. Konsistensinya di depan gawang menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkannya mengungguli para pesaing dalam pemungutan suara Ballon d’Or tahun ini. 

Performa tajam Kane juga berbanding lurus dengan keberhasilan Bayern Muenchen di level klub. Bersama tim berjuluk Die Roten tersebut, ia turut berkontribusi dalam keberhasilan meraih gelar Bundesliga, Piala Jerman atau DFB-Pokal, serta Piala Super Jerman. Sederet pencapaian itu semakin memperkuat nilai musim kompetitif Kane, yang tidak hanya produktif secara individu, tetapi juga berperan dalam keberhasilan tim.

Di Bundesliga, Kane kembali menunjukkan ketajamannya dengan menjadi pencetak gol terbanyak untuk ketiga musim secara beruntun. Ia juga membukukan 14 gol di Liga Champions ketika Bayern melangkah hingga babak semifinal. Catatan tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam menghadapi berbagai level persaingan, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. 

Di panggung internasional, Kane juga memberikan kontribusi penting bagi timnas Inggris. Sebagai kapten, ia memimpin The Three Lions dalam Piala Dunia 2026 dan mencetak enam gol sepanjang turnamen. Inggris mengakhiri kompetisi tersebut di posisi ketiga, menjadi pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia sejak menjuarai turnamen pada 1966.

Dalam perebutan Ballon d’Or 2026, Kane berhasil mengungguli Mbappe yang menempati posisi kedua dan Yamal di peringkat ketiga. Sejumlah nama besar lainnya juga masuk dalam daftar 10 besar, termasuk Rodri, Lionel Messi, Khvicha Kvaratskhelia, Ousmane Dembele, Erling Haaland, Michael Olise, dan Fabian Ruiz. Persaingan tersebut menunjukkan ketatnya perebutan penghargaan yang diberikan kepada pemain dengan performa menonjol sepanjang musim. 

Penganugerahan tahun ini juga memiliki arti khusus karena digelar di London, bukan Paris seperti yang selama ini identik dengan seremoni Ballon d’Or. Acara tersebut berlangsung di London Palladium Theatre dan menjadi penyelenggaraan pertama di luar ibu kota Prancis dalam sejarah penghargaan tersebut. Pemilihan London turut membuat kemenangan Kane terasa istimewa karena ia menerima penghargaan tertinggi dalam sepak bola individual di tanah kelahirannya. 

Sebelum meraih Ballon d’Or, Kane juga mendapatkan Trofi Gerd Müller 2026 sebagai penghargaan bagi penyerang terbaik. Penghargaan itu semakin menegaskan produktivitasnya sepanjang musim, ketika ia mampu mencetak puluhan gol bersama Bayern Muenchen dan timnas Inggris.

Bagi Kane, kemenangan ini menandai babak baru dalam perjalanan kariernya. Ia sebelumnya dikenal sebagai salah satu penyerang paling produktif di Inggris dan Eropa, tetapi belum pernah menempati posisi tiga besar Ballon d’Or. Pada edisi 2026, ia langsung keluar sebagai pemenang setelah menjalani musim yang dipenuhi gol dan gelar bersama klub maupun tim nasional. 

Keberhasilan Kane juga menempatkannya dalam daftar elite pemain Inggris yang pernah meraih Ballon d’Or. Sebelum dirinya, penghargaan tersebut dimenangkan Sir Stanley Matthews pada 1956, Sir Bobby Charlton pada 1966, Kevin Keegan pada 1978 dan 1979, serta Michael Owen pada 2001.

Dengan koleksi 73 gol dalam satu musim kompetitif bersama klub dan negara, ditambah gelar-gelar yang diraih Bayern Muenchen serta kontribusinya di Piala Dunia, Kane menutup musim 2025/2026 dengan pencapaian yang luar biasa. Ballon d’Or 2026 menjadi pengakuan atas konsistensi dan produktivitasnya, sekaligus mengakhiri penantian seperempat abad bagi pemain Inggris untuk kembali mengangkat trofi individual paling bergengsi dalam sepak bola dunia.