Pengemudi Ojol Hasan Syukur Masih Terbaring Lemah Usai Dilindas BYD di Panglima Polim, Keluarga Berharap Bantuan Jasa Raharja

Memuat berita

Nasional

Pengemudi Ojol Hasan Syukur Masih Terbaring Lemah Usai Dilindas BYD di Panglima Polim, Keluarga Berharap Bantuan Jasa Raharja

Fazlur Rahman · 30 Oktober 2026 · 17:43 WIB · 2 dibaca
Pengemudi Ojol Hasan Syukur Masih Terbaring Lemah Usai Dilindas BYD di Panglima Polim, Keluarga Berharap Bantuan Jasa Raharja

Foto: Kumparan.com

Hasan Syukur (56), pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban kecelakaan beruntun di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, masih terbaring lemah di Rumah Sakit Fatmawati. Setelah menjalani operasi pada Sabtu (24/10/2026), kondisi Hasan belum sepenuhnya pulih. Ia dilaporkan belum bisa berbicara dan masih menggunakan selang untuk menunjang perawatannya.

Hasan menjadi salah satu korban dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil listrik BYD pada Jumat (23/10/2026) sore. Dalam insiden tersebut, tubuhnya terlindas mobil hingga mengalami sejumlah cedera serius. Kini, ia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara keluarga terus menunggu perkembangan kondisinya.

Menantu Hasan, Eko Priyono (34), mengatakan kondisi ayah mertuanya masih lemah setelah menjalani operasi. Menurut Eko, Hasan belum dapat berbicara dan masih terpasang selang sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Kondisi tersebut membuat keluarga harus bersabar menanti pemulihan Hasan. Cedera yang dialaminya tidak hanya berupa patah tulang, tetapi juga mengenai sejumlah bagian tubuh lainnya. Proses pemulihan diperkirakan membutuhkan perhatian serius dari tim medis, mengingat kondisi korban masih belum stabil sepenuhnya berdasarkan keterangan keluarga.

Akibat kecelakaan tersebut, Hasan mengalami patah tulang pada kaki kiri. Selain itu, ia juga mengalami cedera di bagian tubuh dari pundak hingga pinggang serta kebocoran paru-paru. Rangkaian cedera tersebut membuat Hasan harus menjalani tindakan operasi dan perawatan lanjutan di RS Fatmawati.

Kecelakaan yang terjadi di Jalan Panglima Polim itu menjadi pukulan berat bagi keluarga Hasan. Sebelum insiden tersebut, pria berusia 56 tahun itu sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojol di Jakarta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari rutinitasnya mencari penghasilan di tengah kehidupan yang dijalani jauh dari sebagian besar anggota keluarganya.

Hasan diketahui tinggal seorang diri di rumah kontrakan di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Sementara itu, istri, anak, dan dua cucunya menetap bersama di kampung halaman mereka di Serang, Banten. Kondisi tersebut membuat keluarga harus menghadapi situasi sulit ketika Hasan mengalami kecelakaan dan membutuhkan perawatan medis.

Di tengah perjuangan Hasan menjalani pemulihan, keluarga kini juga memikirkan kebutuhan biaya pengobatan. Perawatan akibat cedera serius, termasuk tindakan operasi dan penanganan lanjutan, menjadi perhatian keluarga selama korban masih dirawat di rumah sakit.

Keluarga berharap biaya perawatan Hasan dapat terbantu melalui santunan atau jaminan dari Jasa Raharja sesuai ketentuan yang berlaku. Eko mengatakan dokumen yang diperlukan untuk mengajukan klaim telah diurus. Namun, hingga kini, keluarga belum menerima konfirmasi lebih lanjut mengenai pencairan bantuan tersebut.

Harapan terhadap bantuan itu menjadi penting bagi keluarga yang sedang berupaya mendampingi Hasan melewati masa pemulihan. Di tengah kondisi korban yang masih lemah, kepastian mengenai proses administrasi dan dukungan pembiayaan diharapkan dapat membantu keluarga menghadapi kebutuhan selama perawatan berlangsung.

Meski dokumen pengajuan telah dipersiapkan, keluarga masih menunggu perkembangan dari proses klaim tersebut. Belum adanya konfirmasi mengenai pencairan bantuan membuat kepastian dukungan biaya perawatan masih menjadi salah satu hal yang dinantikan.

Kecelakaan yang menimpa Hasan juga memperlihatkan beratnya dampak yang dapat dialami pengendara sepeda motor ketika terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Selain berisiko mengalami cedera serius, korban dan keluarganya harus menghadapi proses pemulihan yang tidak mudah, termasuk kebutuhan pendampingan dan pembiayaan pengobatan.

Saat ini, perhatian utama keluarga adalah kondisi kesehatan Hasan agar dapat berangsur membaik setelah menjalani operasi. Keluarga berharap penanganan medis yang diberikan dapat membantu pemulihan korban, sekaligus menantikan kejelasan mengenai pengajuan bantuan kepada Jasa Raharja.

Sementara itu, Hasan masih menjalani perawatan di RS Fatmawati dengan kondisi yang dilaporkan belum memungkinkan dirinya berbicara. Di tengah ketidakpastian proses pemulihan, keluarga terus berharap pria yang sehari-hari mencari nafkah sebagai pengemudi ojol itu dapat melewati masa kritis dan kembali berkumpul bersama istri, anak, serta kedua cucunya di Serang, Banten.