Harukan Warganet, Anak di Pidie Kayuh Sepeda 14,5 Kilometer Bonceng Ayah Berobat ke Rumah Sakit
Kisah seorang anak laki-laki yang mengayuh sepeda sambil membonceng ayahnya untuk berobat di Kabupaten Pidie, Aceh, menyita perhatian publik. Anak tersebut menempuh perjalanan sekitar 14,5 kilometer demi mengantarkan sang ayah mendapatkan pengobatan di rumah sakit. Aksi sederhana itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan mengundang perhatian warganet.
Ayah yang diantar anaknya tersebut diketahui bernama Muhammad, berusia 59 tahun, warga Gampong Baro Beurabo, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Aceh. Ia saat ini menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, untuk menangani hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dideritanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, dr. Dwi Wijaya, membenarkan informasi mengenai perjalanan Muhammad bersama anaknya untuk mendapatkan layanan kesehatan. Menurut Dwi, Muhammad telah menjalani pengobatan selama beberapa bulan terakhir dan perlu rutin menebus obat untuk mengendalikan tekanan darahnya.
“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, Pak Muhammad sudah menjalani pengobatan sejak beberapa bulan terakhir,” kata Dwi saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026).
Dwi menjelaskan, Muhammad memiliki tiga orang anak. Mereka secara bergantian mengantarkan sang ayah ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Dalam perjalanan yang menjadi sorotan tersebut, salah seorang anaknya mengayuh sepeda dengan Muhammad duduk sebagai penumpang di bagian belakang.
Perjalanan sekitar 14,5 kilometer itu menunjukkan upaya keluarga untuk memastikan Muhammad tetap memperoleh pengobatan yang dibutuhkan. Meski harus menempuh jarak cukup jauh dengan sepeda, anak tersebut tetap mengantarkan ayahnya menuju rumah sakit.
Setelah Muhammad mendapatkan pengobatan, keduanya kembali ke rumah menggunakan sepeda yang sama. Rutinitas sederhana itu kemudian menjadi perhatian masyarakat setelah kisah perjalanan mereka beredar luas di media sosial.
Di balik perhatian publik, perjalanan Muhammad dan anaknya juga menggambarkan pentingnya dukungan keluarga bagi pasien yang harus menjalani pengobatan secara rutin. Bagi penderita hipertensi, pemeriksaan berkala dan kepatuhan mengonsumsi obat sesuai petunjuk tenaga medis merupakan bagian penting dalam mengendalikan kondisi kesehatan.
Hipertensi kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas, tetapi tekanan darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk penyakit jantung dan stroke. Karena itu, pasien perlu mengikuti anjuran dokter, memantau tekanan darah, serta tidak menghentikan atau mengubah penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Kisah dari Pidie ini pun menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap orang tua dapat diwujudkan melalui tindakan sehari-hari, termasuk mendampingi mereka ketika membutuhkan layanan kesehatan. Di tengah keterbatasan sarana transportasi yang mungkin dihadapi sebuah keluarga, usaha anak-anak Muhammad untuk mengantarkan ayah mereka berobat menjadi bagian penting dari perjalanan pengobatan tersebut.
Meski ramai mendapat perhatian di media sosial, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan Muhammad tetap mendapatkan perawatan yang diperlukan. Dukungan keluarga, akses layanan kesehatan, dan kepatuhan menjalani pengobatan diharapkan dapat membantu menjaga kondisi kesehatannya.
Kisah ayah dan anak di Kabupaten Pidie itu memperlihatkan bahwa perjalanan menuju rumah sakit bukan sekadar soal jarak, tetapi juga tentang kepedulian keluarga dalam mendampingi orang terdekat ketika membutuhkan pertolongan medis.