Jet Tempur Sukhoi Tergelincir di Lanud Hasanuddin, Pesawat Berhenti 20 Meter dari Jalan Utama
Sebuah pesawat tempur jenis Sukhoi milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengalami insiden tergelincir di landasan Pangkalan TNI AU (Lanud) Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan, Senin (24/8/2026) pagi.
Pesawat tersebut dilaporkan keluar dari landasan setelah mengalami insiden dan berhenti di area sekitar Lanud Hasanuddin. Posisi pesawat disebut hanya berjarak sekitar 20 meter dari jalan poros utama yang menghubungkan kawasan tersebut dengan Kota Makassar.
Hingga Senin siang, pesawat tempur tersebut masih berada di lokasi kejadian. Seorang warga yang berada di sekitar lokasi mengatakan pesawat masih mengeluarkan asap ketika dirinya tiba di kawasan tersebut.
"Tadi masih berasap saya lihat. Sudah ada di situ pas saya datang," ujar warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi pesawat sesaat setelah mengalami kecelakaan. Dalam rekaman tersebut, terlihat api muncul di bagian belakang pesawat, sementara asap putih membubung dari badan pesawat.
Sejumlah petugas kemudian terlihat berupaya melakukan pemadaman untuk mengendalikan api dan mencegah kondisi semakin membahayakan. Dalam video itu, pilot juga tampak masih berusaha keluar dari bagian kokpit pesawat.
Parasut pesawat terlihat masih terpasang dalam rekaman tersebut. Kondisi itu menjadi salah satu bagian yang terlihat jelas setelah pesawat berhenti di luar area landasan.
Insiden tersebut berlangsung di kawasan Lanud Hasanuddin yang merupakan salah satu pangkalan penting TNI AU di Indonesia. Namun, hingga informasi ini disampaikan, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai kronologi lengkap penyebab pesawat dapat tergelincir dari landasan.
Begitu pula dengan kondisi pilot maupun kemungkinan adanya korban lainnya belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Penanganan di lokasi masih berlangsung dan kondisi pesawat masih menjadi perhatian petugas.
Penyebab insiden juga masih perlu menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi pihak berwenang. Pemeriksaan nantinya diperlukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan pesawat keluar dari landasan, termasuk kondisi pesawat, landasan, maupun faktor lain yang mungkin berpengaruh saat kejadian.
Keberadaan pesawat yang berhenti di sekitar 20 meter dari jalan poros utama membuat insiden tersebut mendapat perhatian warga. Selain proses penanganan pesawat, aspek keselamatan di sekitar lokasi juga menjadi hal penting untuk memastikan tidak terjadi dampak lanjutan.
TNI AU diharapkan memberikan informasi resmi mengenai kondisi pilot, kronologi kejadian, serta penyebab tergelincirnya pesawat setelah proses penanganan dan pemeriksaan awal dilakukan. Dengan demikian, informasi mengenai insiden tersebut dapat diketahui secara utuh dan tidak berkembang berdasarkan spekulasi.