John Herdman Pasang Target Gila untuk Timnas Indonesia: 4 Besar Asia dan Rutin ke Piala Dunia
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memasang target besar untuk masa depan sepak bola Tanah Air. Pelatih asal Inggris tersebut ingin membawa skuad Garuda menembus jajaran empat besar Asia sekaligus menjadikan Indonesia sebagai peserta reguler Piala Dunia.
Ambisi itu disampaikan Herdman dalam wawancara eksklusif dengan CNNIndonesia TV, Kamis (8/10/2026) sore WIB. Ia mengaku optimistis Timnas Indonesia memiliki potensi untuk bersaing dengan negara-negara papan atas Asia, meskipun perjalanan menuju level tersebut membutuhkan proses panjang, konsistensi, dan peningkatan kualitas tim.
Keyakinan Herdman bukan tanpa alasan. Ia berkaca pada pengalamannya ketika menangani Timnas Kanada, yang berhasil mengalami peningkatan signifikan dalam peringkat dunia FIFA selama periode kepelatihannya. Kanada yang sebelumnya berada di peringkat ke-97 dunia mampu naik hingga menempati posisi ke-32.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal Herdman dalam membangun optimisme terhadap masa depan Timnas Indonesia. Ia percaya bahwa perkembangan sebuah tim nasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain, tetapi juga oleh sistem pembinaan, organisasi permainan, mentalitas, serta kemampuan membangun tim yang kompetitif secara berkelanjutan.
Herdman kini menghadapi tantangan berbeda bersama Indonesia. Sepak bola memiliki tempat yang sangat besar di tengah masyarakat, sementara ekspektasi suporter terhadap prestasi tim nasional juga terus meningkat. Karena itu, membangun skuad yang mampu bersaing di level Asia tidak cukup hanya dengan mengandalkan sejumlah pemain berkualitas. Timnas membutuhkan kedalaman skuad, konsistensi performa, dan pengalaman menghadapi lawan-lawan kuat.
Optimisme tersebut muncul setelah Herdman berhasil membawa Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Tim Merah Putih menaklukkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu pada partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 5 Oktober 2026. Gelar tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri pemain menghadapi persaingan yang lebih berat. <Cite refs={["turn248589search0","turn248589search1"]}/>
Namun, Herdman tidak ingin keberhasilan di tingkat regional menjadi titik akhir perjalanan Timnas Indonesia. Ia menginginkan gelar tersebut menjadi fondasi untuk mengejar target yang lebih tinggi, terutama di Piala Asia dan kualifikasi Piala Dunia.
Ujian berikutnya adalah Piala Asia 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada Januari hingga Februari 2027. Indonesia perlu menghadapi persaingan ketat di Grup F yang dihuni Jepang, Qatar, dan Thailand. Jepang memiliki rekam jejak kuat di kompetisi Asia, sedangkan Qatar merupakan salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan setelah menjuarai dua edisi Piala Asia sebelumnya.
Herdman sebelumnya menyatakan ingin membawa Indonesia melampaui pencapaian terbaiknya di Piala Asia. Timnas Indonesia pernah mencapai babak 16 besar pada Piala Asia 2023 yang digelar di Qatar pada 2024. Untuk melampaui hasil tersebut, skuad Garuda perlu berjuang menembus perempat final atau delapan besar. <Cite refs={["turn248589search4","turn590879search1"]}/>
Target menembus empat besar Asia tentu merupakan tantangan yang jauh lebih besar. Indonesia harus mampu meningkatkan daya saing ketika berhadapan dengan negara-negara yang memiliki tradisi sepak bola kuat, kompetisi domestik mapan, serta pengalaman lebih panjang di turnamen internasional.
Selain itu, ambisi tampil rutin di Piala Dunia juga membutuhkan perencanaan jangka panjang. Indonesia sebelumnya telah mencatat kemajuan dengan mencapai putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, tetapi belum berhasil mengamankan tiket ke putaran final. Pengalaman tersebut menjadi modal sekaligus pengingat bahwa persaingan menuju panggung dunia membutuhkan kualitas dan konsistensi yang lebih tinggi. <Cite refs={["turn590879news4","turn590879news5"]}/>
Rekam jejak Herdman bersama Kanada menjadi salah satu alasan munculnya harapan terhadap kepemimpinannya. Ia pernah membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar, mengakhiri penantian selama 36 tahun bagi negara tersebut untuk kembali tampil di turnamen sepak bola terbesar dunia. Keberhasilan itu memperlihatkan pengalamannya membangun tim yang mampu berkembang dan menembus kompetisi elite. <Cite refs={["turn590879news4","turn590879news5"]}/>
Meski demikian, keberhasilan di Kanada tidak serta-merta menjamin hasil serupa akan terulang di Indonesia. Herdman harus menyesuaikan pendekatan kepelatihannya dengan karakter pemain, kebutuhan kompetisi, serta tantangan yang dihadapi sepak bola nasional. Pengembangan pemain muda, peningkatan kualitas liga, dan kesinambungan program tim nasional juga menjadi faktor penting untuk menopang ambisi tersebut.
Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setidaknya memberikan awal yang positif bagi perjalanan Herdman bersama skuad Garuda. Tantangan selanjutnya adalah membuktikan bahwa keberhasilan di tingkat regional dapat diterjemahkan menjadi peningkatan performa di level Asia.
Bagi publik sepak bola Indonesia, target menembus empat besar Asia dan rutin tampil di Piala Dunia merupakan ambisi besar yang telah lama dinantikan. Namun, pencapaiannya akan ditentukan oleh proses yang konsisten, evaluasi yang terukur, dan kemampuan tim memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang.
Herdman kini memiliki tugas untuk mengubah optimisme tersebut menjadi kemajuan nyata di lapangan. Piala Asia 2027 akan menjadi salah satu ujian penting untuk melihat sejauh mana skuad Garuda mampu melangkah menuju level yang ditargetkan sang pelatih.