Jokowi Tegaskan Serius Besarkan PSI, Soal Jabatan Ketua Umum Serahkan ke Mekanisme Partai

Memuat berita

Nasional

Jokowi Tegaskan Serius Besarkan PSI, Soal Jabatan Ketua Umum Serahkan ke Mekanisme Partai

Fazlur Rahman · 02 Oktober 2026 · 18:38 WIB · 3 dibaca
Jokowi Tegaskan Serius Besarkan PSI, Soal Jabatan Ketua Umum Serahkan ke Mekanisme Partai

Foto: Kompas.com

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan keseriusannya bergabung dan ikut membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Penegasan itu disampaikan setelah Jokowi secara terbuka menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI di hadapan kader partai dalam Rakorda PSI Kota Bandung pada 26 September 2026.

Saat ditemui di Solo, Kamis (1/10/2026), Jokowi mengatakan kepemilikan KTA tersebut menjadi salah satu bentuk keseriusannya terhadap partai yang kini dipimpin putranya, Kaesang Pangarep.

"Menunjukkan bahwa saya sangat serius untuk membesarkan PSI," ujar Jokowi.

Jokowi sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya telah resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025. Ia menyampaikan hal tersebut ketika menghadiri Rakorda PSI Kota Bandung, sekaligus memperlihatkan KTA yang selama ini menjadi bukti keanggotaannya. Menurut Jokowi, pengumuman tersebut dilakukan karena masih ada pihak yang mempertanyakan statusnya di PSI.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi bahkan membacakan identitas yang tercantum pada KTA miliknya di hadapan jajaran pengurus dan kader PSI. Ia menegaskan bahwa dirinya sudah menjadi bagian dari keluarga besar PSI dan meminta agar status keanggotaannya tidak lagi dipertanyakan.

Jokowi menjelaskan bahwa waktu pengumuman keanggotaannya di Bandung bukanlah hasil dari pertimbangan atau alasan khusus. Ia menyebut momentum tersebut hanya kebetulan bertepatan dengan agenda Rakorda PSI Kota Bandung.

Dengan demikian, menurut Jokowi, tidak ada makna khusus di balik pemilihan waktu pengumuman tersebut. Ia hanya memilih momentum ketika berada di tengah jajaran kader PSI untuk menyampaikan secara terbuka status keanggotaannya.

Keanggotaan Jokowi di PSI sebelumnya memang menjadi salah satu isu yang cukup banyak diperbincangkan. Pada Juni 2026, Sekretaris Jenderal PSI saat itu, Raja Juli Antoni, pernah menyatakan bahwa Jokowi belum masuk struktur resmi partai dan menyebutnya sebagai mentor serta motivator PSI. Beberapa bulan kemudian, Jokowi secara terbuka menunjukkan KTA dan menyatakan dirinya telah menjadi anggota sejak Oktober 2025.

Setelah Jokowi menyatakan keanggotaannya secara terbuka, perhatian kemudian bergeser pada kemungkinan peran yang akan dijalankannya di dalam partai. Salah satu wacana yang muncul adalah dorongan sejumlah relawan agar Jokowi menjadi Ketua Umum PSI.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi tidak memberikan kepastian mengenai jabatan yang mungkin akan diembannya. Ia justru menekankan bahwa setiap posisi di dalam partai harus ditempuh melalui mekanisme internal yang telah ditetapkan.

"Di PSI ada mekanisme partai yang harus dilalui. Semua harus lewat mekanisme partai," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, mekanisme tersebut berlaku baik untuk posisi Ketua Umum maupun jabatan lain di dalam struktur partai. Karena itu, ia memilih menyerahkan keputusan mengenai posisi dan kepemimpinannya kepada proses internal PSI.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Jokowi belum menyatakan dirinya akan mengambil posisi tertentu dalam struktur kepemimpinan PSI. Yang telah ditegaskannya adalah status sebagai anggota sekaligus komitmen untuk ikut membesarkan partai.

PSI sendiri saat ini dipimpin Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum. Struktur kepengurusan partai periode 2025–2030 telah terbentuk, sementara partai juga tengah melakukan konsolidasi organisasi menjelang Pemilu 2029.

Dalam konsolidasi tersebut, Jokowi sebelumnya juga menyampaikan pentingnya penguatan struktur organisasi hingga tingkat akar rumput. Dalam Rakernas PSI 2026, ia mendorong agar jaringan partai diperkuat dari tingkat kota hingga desa dan RT/RW, dengan target penyelesaian struktur organisasi pada akhir 2026.

Kehadiran Jokowi sebagai anggota PSI menambah dimensi baru dalam perjalanan politik partai tersebut. Selain statusnya sebagai mantan presiden dua periode, Jokowi memiliki pengalaman panjang sebagai kepala pemerintahan dan sebelumnya merupakan kader PDI Perjuangan sebelum tidak lagi menjadi bagian dari partai tersebut.

Namun, terkait bagaimana posisi Jokowi nantinya dalam struktur PSI, keputusan tetap berada pada mekanisme internal partai. Jokowi sendiri telah menyampaikan bahwa setiap jabatan, termasuk Ketua Umum maupun Ketua Dewan Pembina, memiliki prosedur yang harus dihormati.

Karena itu, untuk saat ini, hal yang telah dinyatakan secara terbuka adalah Jokowi resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025 dan menyatakan keseriusannya untuk ikut membesarkan partai. Sementara mengenai jabatan struktural yang mungkin ditempatinya, Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada proses dan keputusan internal PSI.

Langkah Jokowi memperlihatkan KTA di hadapan kader PSI pada akhir September lalu kemudian menjadi penanda terbukanya status politiknya di partai tersebut. Setelah hampir satu tahun menyatakan telah menjadi anggota, ia kini secara terbuka menyatakan komitmennya terhadap PSI, sementara arah peran lebih lanjutnya masih mengikuti mekanisme organisasi partai.