Jokowi Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo di Kertanegara: Bahas Bola, Ekonomi hingga Politik
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/10/2026) malam. Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu membahas sejumlah hal, mulai dari sepak bola, ekonomi hingga politik.
Pertemuan Jokowi dan Prabowo tersebut berlangsung bertepatan dengan agenda pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 dengan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Perkara tersebut diajukan oleh Denny Indrayana bersama sejumlah pemohon lainnya.
Jokowi mengatakan kedatangannya ke Kertanegara dilakukan atas undangan Prabowo. Menurutnya, pertemuan tersebut tidak secara khusus membahas perkara yang tengah diputuskan MK.
"Iya (diundang Presiden Prabowo), ya berbicara mengenai bola, juga mengenai ekonomi dan politik," kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (8/10/2026).
Jokowi mengungkapkan, pembahasan mengenai sepak bola menjadi salah satu topik yang cukup banyak dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Ia menyebut kemenangan Timnas Indonesia dalam FIFA ASEAN Cup 2026 turut menjadi bahan perbincangan dirinya bersama Prabowo.
"Membahas kemenangan bola. Ya benar kok, cerita yang banyak mengenai bola kok. Kan senang kita menang," ujar Jokowi.
Selain sepak bola, Jokowi mengakui terdapat pembicaraan mengenai kondisi ekonomi dan politik. Namun, ia menegaskan pertemuan tersebut tidak membahas putusan MK yang dibacakan pada hari yang sama. Sebelumnya, pertemuan Jokowi dan Prabowo berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Ajudan Jokowi, AKBP Syarif, membenarkan bahwa Prabowo yang mengundang Jokowi untuk datang ke kediamannya di Kertanegara.
Mengenai waktu pertemuan yang bertepatan dengan pembacaan putusan MK, Jokowi menegaskan bahwa kedua agenda tersebut berada dalam ranah yang berbeda. Ia menyebut perkara di MK merupakan wilayah yudikatif, sedangkan pertemuannya dengan Prabowo merupakan bagian dari komunikasi di lingkungan eksekutif.
"Itu (gugatan MK) wilayah yudikatif, yang ini (pertemuan dengan Presiden Prabowo) kan wilayah eksekutif. Dibedakan, nggak ada, nggak ada bicara mengenai itu (sidang MK)," tegas Jokowi.
Keterangan tersebut sekaligus menepis dugaan bahwa putusan MK terkait perkara PHPU Presiden dan Wakil Presiden 2024 menjadi pembahasan dalam pertemuan dua tokoh tersebut. Sebelumnya, ajudan Jokowi juga telah menyampaikan bahwa tidak ada pembahasan mengenai sidang gugatan di MK dalam pertemuan tersebut.
Jokowi kemudian ditanya apakah pembicaraan politik dengan Prabowo turut menyinggung kemungkinan putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, maju dalam Pemilihan Presiden 2029.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Jokowi tidak memberikan jawaban secara spesifik. Ia justru mengatakan bahwa kontestasi politik 2029 masih terlalu jauh untuk dibicarakan saat ini.
"Masih jauh 2029. Semuanya kerja dulu, entah kerja politik, entah kerja di pemerintahan, kerja untuk rakyat lah semuanya," pungkas Jokowi.
Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Kertanegara sebelumnya menjadi perhatian karena berlangsung pada hari yang sama dengan pembacaan putusan MK terkait perkara PHPU Pilpres 2024. Namun, berdasarkan keterangan Jokowi, pertemuan tersebut membahas sejumlah isu lain, terutama sepak bola, ekonomi dan politik, tanpa membicarakan putusan MK.