Karhutla Kepung Kampus UNISKA, Api Membesar dan Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Memuat berita

Football

Karhutla Kepung Kampus UNISKA, Api Membesar dan Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Fazlur Rahman · 07 Oktober 2026 · 22:28 WIB · 2 dibaca
Karhutla Kepung Kampus UNISKA, Api Membesar dan Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Foto: Kalimantan Post

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Rabu (7/10/2026). Kobaran api muncul di sejumlah titik, termasuk kawasan Kompleks Handil Bakti Indah (HBI) dan lahan di belakang Kampus Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari.

Kebakaran tersebut menjadi perhatian karena titik api berada tidak jauh dari lingkungan kampus dan permukiman warga. Kobaran api yang membesar disertai kepulan asap tebal bahkan membuat aktivitas di sekitar UNISKA terganggu.

Berdasarkan rekaman warga dan laporan dari lokasi, api terlihat membakar lahan dengan kepulan asap yang membubung cukup tinggi. Kondisi angin yang kencang turut menyulitkan proses pemadaman karena membuat api lebih mudah menjalar ke area lain. Salah satu titik api dilaporkan berada sekitar 50 hingga 80 meter dari gedung rektorat UNISKA.

Karhutla di kawasan tersebut sebenarnya telah muncul sejak Selasa (6/10/2026) malam. Api sempat berhasil dikendalikan setelah dilakukan pemadaman dan pembasahan. Namun, pada Rabu pagi hingga siang, kobaran kembali membesar dan mendekati kawasan kampus.

Kondisi tersebut membuat asap pekat menyelimuti lingkungan UNISKA. Pihak kampus akhirnya mengambil langkah untuk menghentikan sementara kegiatan perkuliahan demi menghindari risiko terhadap kesehatan mahasiswa dan civitas akademika.

Rektor UNISKA Muhammad Arsyad Al Banjari, Prof Mohammad Zainul, mengatakan keputusan tersebut diambil karena asap sudah terlalu pekat. Kondisi itu dinilai berisiko, terutama bagi mahasiswa yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma.

“Diliburkan karena asap terlalu pekat, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Zainul.

Selain diliburkan, kegiatan perkuliahan juga dialihkan ke sistem daring untuk sementara. Kebijakan tersebut diterapkan menyusul kondisi karhutla yang terjadi di sekitar Kampus UNISKA MAB Handil Bakti.

Situasi di lapangan sempat membuat mahasiswa panik. Sejumlah mahasiswa memilih meninggalkan kampus ketika kobaran api dan asap terlihat semakin mendekati area sekitar gedung perkuliahan. Petugas kampus bersama relawan pemadam kebakaran kemudian berupaya melakukan penyekatan agar api tidak menjalar ke bangunan.

Ancaman tersebut bukan tanpa alasan. Sejumlah titik kebakaran berada relatif dekat dengan fasilitas kampus. Bahkan, sebuah kantin di kawasan depan kampus dilaporkan hampir terdampak kobaran api sebelum dilakukan pembasahan untuk mengantisipasi api merembet.

Penanganan karhutla dilakukan secara gabungan. Relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), petugas pemadam, aparat TNI-Polri, BPBD, serta unsur terkait dikerahkan untuk mengendalikan api dari darat.

Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Selain angin kencang, titik api berada di lokasi yang cukup sulit dijangkau kendaraan dan relatif jauh dari sumber air. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk memastikan kobaran tidak semakin meluas.

Untuk memperkuat penanganan, sebuah helikopter dikerahkan melakukan pemadaman melalui udara. Helikopter water bombing terlihat beberapa kali melintas di sekitar lokasi dan menjatuhkan air ke titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau dari darat.

Pengerahan dukungan udara menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan karhutla, terutama ketika akses menuju titik api terbatas. Operasi water bombing juga digunakan untuk membantu mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke kawasan kampus dan permukiman.

Di sisi lain, karhutla di sekitar Batola juga berdampak terhadap permukiman. Laporan dari lapangan menyebut dua rumah warga di kawasan Semangat Bakti terdampak kebakaran. Ratusan petugas dan relawan kemudian melakukan pembasahan terhadap area yang terbakar untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Penanganan karhutla juga dilakukan di beberapa titik lain di sekitar Handil Bakti. Kapolres Barito Kuala AKBP Susilawati sebelumnya menyebut terdapat sejumlah lokasi yang menjadi perhatian petugas, termasuk kawasan HBI, belakang Kampus UNISKA, dan Perumahan Abdi Persada. Pemetaan titik api dilakukan untuk memudahkan pengerahan personel dan peralatan.

Kebakaran di wilayah Kalimantan Selatan sendiri menjadi perhatian karena frekuensi kejadian meningkat memasuki Oktober. BPBD Kota Banjarmasin mencatat terdapat 71 kejadian karhutla sejak Juli hingga Oktober 2026 di wilayahnya. Penanganan dilakukan melalui pengerahan personel darat dan dukungan operasi water bombing di sejumlah kawasan.

Hingga Rabu malam, petugas masih melakukan pemadaman dan pembasahan di sejumlah titik. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bara api tidak kembali menyala dan mencegah kobaran menjalar ke kawasan yang lebih luas.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran di kawasan Handil Bakti masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak terkait. Belum ada keterangan resmi yang memastikan sumber awal api maupun luas total lahan yang terbakar.

Karhutla yang kembali mendekati kawasan pendidikan tersebut menjadi peringatan serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Selain mengancam lahan dan lingkungan, asap pekat serta kobaran api juga dapat mengganggu aktivitas pendidikan dan membahayakan kesehatan warga yang berada di sekitar lokasi.

Dengan pengerahan pemadam dari darat dan dukungan helikopter water bombing, petugas kini berpacu dengan waktu untuk mengendalikan api. Fokus utama penanganan adalah mencegah kebakaran semakin meluas, melindungi kawasan kampus dan permukiman, serta memastikan titik-titik api yang telah dipadamkan tidak kembali menyala.