Karhutla Kepung Pesantren Intan Ilmu di Barito Kuala, Santri Diliburkan hingga November

Memuat berita

Nasional

Karhutla Kepung Pesantren Intan Ilmu di Barito Kuala, Santri Diliburkan hingga November

Devi Sry Atmaja · 14 Oktober 2026 · 17:04 WIB · 4 dibaca
Karhutla Kepung Pesantren Intan Ilmu di Barito Kuala, Santri Diliburkan hingga November

Foto: Tribunbatola.com

Kebakaran hutan dan lahan semakin mendekati kawasan pendidikan di Kalimantan Selatan. Api dan asap mengepung Pesantren Intan Ilmu di Kabupaten Barito Kuala. Kondisi tersebut memaksa pihak pesantren mengambil keputusan sulit. Keselamatan santri menjadi pertimbangan utama. Pondok pesantren Intan Ilmu akhirnya memutuskan untuk meliburkan seluruh santri. Keputusan tersebut berlaku hingga November mendatang. Ratusan santri terdampak oleh kebijakan libur panjang ini. Aktivitas belajar-mengajar dihentikan sementara demi menghindari risiko kesehatan dan keselamatan.

Karhutla yang terjadi di sekitar pesantren menghasilkan asap tebal. Kualitas udara di kawasan tersebut menurun drastis. Santri yang sehari-hari tinggal di asrama berpotensi terpapar asap dalam waktu lama. Pihak pesantren tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan para santri. Selain pesantren, sejumlah sekolah di berbagai daerah juga terdampak karhutla. Mereka terpaksa menerapkan pembelajaran jarak jauh. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi asap yang memburuk. Proses belajar tetap berjalan meski tidak tatap muka.

Kabupaten Barito Kuala menjadi salah satu wilayah yang rawan karhutla. Kebakaran hutan dan lahan di sekitar Pesantren Intan Ilmu semakin mendekat. Ancaman api dan asap membuat situasi tidak kondusif untuk kegiatan pendidikan. Evakuasi sementara melalui libur menjadi pilihan paling aman. Ratusan santri Pesantren Intan Ilmu kini kembali ke rumah masing-masing. Mereka menjalani masa libur hingga November sesuai keputusan pesantren. Orang tua santri mendukung langkah tersebut demi kesehatan anak-anak mereka. Pemantauan kondisi di sekitar pesantren tetap dilakukan.

Pembelajaran jarak jauh yang diterapkan sejumlah sekolah menjadi solusi sementara. Guru dan siswa memanfaatkan platform digital untuk tetap terhubung. Meski memiliki keterbatasan, metode ini dinilai lebih aman dibanding belajar di tengah asap. Fleksibilitas pendidikan diuji di tengah bencana. Karhutla tidak hanya mengancam lahan dan hutan, tetapi juga aktivitas pendidikan. Pesantren Intan Ilmu menjadi salah satu contoh nyata dampak langsung. Dengan meliburkan santri hingga November, pihak pesantren berharap situasi segera membaik. Pemadaman api di sekitar kawasan menjadi harapan utama.

Asap yang mengepung pesantren membuat aktivitas harian terganggu. Ibadah, belajar, dan istirahat santri terpengaruh oleh kualitas udara buruk. Keputusan libur diambil setelah mempertimbangkan berbagai risiko. Keselamatan bersama menjadi prioritas di atas kelangsungan kegiatan rutin. Sejumlah daerah lain di Kalimantan dan Sumatera juga mengalami dampak serupa. Sekolah-sekolah di wilayah terdampak asap memilih pembelajaran jarak jauh. Kebijakan ini mencegah paparan asap pada anak-anak usia sekolah. Pemerintah daerah setempat mendukung langkah antisipatif tersebut.

Pesantren Intan Ilmu di Barito Kuala kini sepi dari aktivitas santri. Bangunan pondok dan fasilitas belajar sementara tidak digunakan. Pihak pesantren fokus memantau perkembangan karhutla di sekitar lokasi. Mereka berharap November nanti situasi sudah aman untuk kembali beraktivitas. Dampak karhutla terhadap dunia pendidikan semakin terasa. Tidak hanya sekolah formal, lembaga pendidikan agama seperti pesantren juga terdampak. Libur panjang hingga November menjadi konsekuensi yang harus diambil. Pemulihan kondisi lingkungan menjadi syarat utama kembalinya aktivitas normal.

Pembelajaran jarak jauh yang diterapkan di sejumlah sekolah membutuhkan kesiapan infrastruktur. Tidak semua siswa memiliki akses internet yang memadai. Namun, di tengah kondisi darurat asap, alternatif ini tetap menjadi pilihan terbaik. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan siswa sangat diperlukan. Dengan mengepungnya api dan asap di sekitar Pesantren Intan Ilmu, perhatian terhadap penanganan karhutla semakin meningkat. Ratusan santri yang diliburkan menunggu kepastian kondisi aman. Semakin cepat api dipadamkan, semakin cepat pula aktivitas pendidikan pulih. Koordinasi lintas pihak menjadi kunci.