KMP Batumandi Terbakar di Selat Sunda saat Hendak Sandar di Merak, Ratusan Penumpang Dievakuasi

Memuat berita

Nasional

KMP Batumandi Terbakar di Selat Sunda saat Hendak Sandar di Merak, Ratusan Penumpang Dievakuasi

Fazlur Rahman · 22 Oktober 2026 · 17:23 WIB · 2 dibaca
KMP Batumandi Terbakar di Selat Sunda saat Hendak Sandar di Merak, Ratusan Penumpang Dievakuasi

Foto: Maklumat.id

Kapal motor penumpang (KMP) Batumandi terbakar di perairan Selat Sunda, dekat Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore. Insiden tersebut memicu upaya evakuasi oleh petugas gabungan untuk menyelamatkan penumpang dan awak kapal dari lokasi kejadian.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, ketika kapal tengah melakukan proses sandar menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak. Kapal sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sekitar pukul 14.52 WIB untuk menyeberang menuju Merak.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Hutapea mengatakan, lokasi kejadian berada di perairan belakang Pulau Merak Kecil, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Setelah menerima laporan, petugas gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan membantu proses penyelamatan.

Asap hitam pekat terlihat membubung dari bagian belakang kapal. Sejumlah penumpang tampak berkumpul di anjungan dan geladak sambil menunggu pertolongan. Petugas kemudian mengerahkan kapal-kapal penyelamat untuk memindahkan penumpang dari KMP Batumandi menuju lokasi yang lebih aman.

Tim yang terlibat dalam penanganan antara lain Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, serta unsur terkait lainnya. Sejumlah armada penyelamat dikerahkan untuk mempercepat evakuasi, sementara petugas di darat menyiapkan dukungan bagi penumpang yang berhasil dipindahkan.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi. Meski demikian, petugas tetap melakukan penanganan lanjutan dan pemeriksaan di sekitar lokasi kejadian. 

Terkait penyebab kebakaran, hingga kini belum ada keterangan resmi yang memastikan pemicu munculnya api. ASDP menyatakan masih berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan, Basarnas, kepolisian, dan instansi terkait untuk mendukung pemeriksaan serta memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.

Kebakaran kapal di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni menjadi perhatian karena rute tersebut merupakan salah satu jalur transportasi laut penting yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra. Penanganan insiden ini tidak hanya berfokus pada keselamatan penumpang dan awak kapal, tetapi juga pada pengamanan area sekitar kapal selama proses pemeriksaan dan penanganan kebakaran berlangsung.

Pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penyelidikan untuk memastikan seluruh informasi terkait insiden tersebut. Perkembangan lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran maupun dampak kerusakan kapal akan menunggu hasil pemeriksaan petugas di lapangan.