Konser Kanye West dan Jakarta Running Festival 2026 Putar Ekonomi Rp625 Miliar, Hotel hingga UMKM Kecipratan Rezeki

Memuat berita

Keuangan

Konser Kanye West dan Jakarta Running Festival 2026 Putar Ekonomi Rp625 Miliar, Hotel hingga UMKM Kecipratan Rezeki

Fazlur Rahman · 30 Oktober 2026 · 17:37 WIB · 2 dibaca
Konser Kanye West dan Jakarta Running Festival 2026 Putar Ekonomi Rp625 Miliar, Hotel hingga UMKM Kecipratan Rezeki

Foto: Suara.com

Dua acara berskala internasional yang digelar di Jakarta, yakni konser Kanye West atau Ye dan Jakarta Running Festival (JRF) 2026, memberikan dampak ekonomi signifikan bagi ibu kota. Kedua kegiatan tersebut diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp625 miliar dan menarik sekitar 50 ribu pengunjung dari luar daerah.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, penyelenggaraan acara berskala besar tidak hanya menghadirkan hiburan dan aktivitas olahraga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi berbagai sektor usaha. Kehadiran pengunjung dari luar Jakarta turut mendorong peningkatan aktivitas di sektor perhotelan, kuliner, pusat perbelanjaan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pramono merinci, konser Ye memberikan kontribusi ekonomi sekitar Rp450 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp328 miliar berasal dari penjualan tiket. Angka itu menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari penyelenggaraan pertunjukan musik internasional, terutama ketika mampu menarik penonton dari berbagai daerah.

Selain pendapatan dari tiket, kedatangan penonton juga berpotensi menggerakkan kegiatan ekonomi lain selama mereka berada di Jakarta. Pengeluaran untuk penginapan, makanan dan minuman, transportasi, serta belanja menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang menyertai penyelenggaraan konser.

Sementara itu, Jakarta Running Festival 2026 diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi sebesar Rp175 miliar. Ajang olahraga tersebut turut melibatkan puluhan UMKM lokal dan ratusan merek, sehingga manfaat ekonominya tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara, tetapi juga oleh pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Keterlibatan UMKM menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan acara besar. Festival olahraga yang menghadirkan peserta dan pengunjung dari berbagai wilayah dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal. Di sisi lain, kehadiran ratusan merek juga menciptakan peluang promosi, penjualan, serta kerja sama bisnis selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Dampak ekonomi kedua acara tersebut juga terasa pada sektor perhotelan dan kuliner. Pengunjung dari luar daerah membutuhkan tempat menginap, makanan, serta layanan pendukung lainnya. Kondisi ini berpotensi meningkatkan permintaan terhadap kamar hotel, restoran, kafe, dan berbagai jenis usaha yang berada di sekitar lokasi kegiatan maupun kawasan wisata dan pusat aktivitas kota.

Pusat perbelanjaan juga berpeluang memperoleh manfaat dari meningkatnya jumlah pengunjung. Wisatawan yang datang untuk menghadiri konser atau mengikuti kegiatan olahraga dapat memanfaatkan waktu mereka untuk berbelanja dan menikmati berbagai layanan yang tersedia di Jakarta. Dengan demikian, dampak penyelenggaraan acara tidak hanya terbatas pada lokasi utama kegiatan, tetapi dapat meluas ke sejumlah sektor ekonomi perkotaan.

Besarnya perputaran ekonomi dari konser Ye dan Jakarta Running Festival 2026 memperlihatkan potensi Jakarta sebagai tuan rumah kegiatan internasional. Perpaduan antara hiburan, olahraga, dan partisipasi pelaku usaha dapat menjadi salah satu cara untuk mendorong aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik ibu kota bagi pengunjung dari luar daerah.

Meski demikian, angka perputaran ekonomi tersebut perlu dipahami sebagai estimasi dampak ekonomi dari kegiatan yang diselenggarakan, bukan semata-mata pendapatan pemerintah daerah atau keuntungan bersih para pelaku usaha. Nilai tersebut mencakup aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan kehadiran pengunjung dan penyelenggaraan acara.

Ke depan, penyelenggaraan kegiatan berskala besar diharapkan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Selain mendatangkan pengunjung, acara internasional juga berpotensi memperkuat promosi Jakarta, memperluas pasar bagi UMKM, serta menciptakan peluang usaha bagi berbagai sektor yang mendukung industri hiburan dan olahraga.

Dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai Rp625 miliar dari dua acara tersebut, Jakarta memiliki peluang untuk terus mengembangkan kegiatan berskala internasional sebagai salah satu penggerak ekonomi kota. Tantangannya adalah memastikan manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara lebih merata oleh pelaku usaha lokal dan masyarakat.