KPK Tangkap 14 Orang dalam OTT di BNPB, Termasuk Sekretaris Utama

Memuat berita

Nasional

KPK Tangkap 14 Orang dalam OTT di BNPB, Termasuk Sekretaris Utama

Devi Sry Atmaja · 14 Oktober 2026 · 17:07 WIB · 2 dibaca
KPK Tangkap 14 Orang dalam OTT di BNPB, Termasuk Sekretaris Utama

Foto: Antara

Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap 14 orang dalam Operasi Tangkap Tangan. Operasi berlangsung di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (13/10/2026). Penangkapan ini menjadi sorotan terkait dugaan korupsi di lembaga penanggulangan bencana. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberikan keterangan terkait hasil operasi. Ia mengungkapkan bahwa salah satu dari 14 orang yang ditangkap adalah Sekretaris Utama BNPB. Posisi Sestama merupakan jabatan strategis di lingkungan lembaga tersebut. Pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang diamankan langsung dilakukan. Budi Prasetyo menjelaskan penanganan lebih lanjut terhadap para tersangka. 

“Untuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut yang pasti terhadap 14 orang ini saat ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih,” ujarnya di Yogyakarta pada Selasa. Seluruh proses pemeriksaan berlangsung di kantor pusat KPK.

Selain menangkap 14 orang, KPK juga menyita sejumlah barang bukti. Uang tunai sebesar Rp 1,4 miliar berhasil diamankan dalam operasi tersebut. Logam mulia juga ikut disita sebagai bagian dari barang bukti. Seluruh temuan tersebut akan digunakan dalam proses penyidikan. Budi Prasetyo menuturkan bahwa OTT ini terkait dugaan kasus korupsi. Perkara yang disinyalir terjadi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB. Dugaan tersebut menjadi dasar dilakukannya operasi tangkap tangan. Proses hukum akan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S.P Panjaitan memberikan respons resmi. Ia menyatakan bahwa BNPB menghormati sepenuhnya kegiatan OTT yang dilakukan KPK. Sikap tersebut disampaikan melalui keterangan tertulis pada hari yang sama. Berton menekankan komitmen lembaga untuk tidak mencampuri proses hukum.

“BNPB tidak akan melakukan intervensi dalam bentuk apa pun terhadap proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan APH,” papar Berton. Aparat penegak hukum diberikan ruang penuh untuk menjalankan tugas.

Dengan ditangkapnya Sekretaris Utama BNPB, posisi strategis di lembaga tersebut menjadi perhatian. KPK masih akan mengumumkan detail identitas 14 orang secara lengkap. Pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih menjadi tahap awal penyidikan. Hasil pemeriksaan akan menentukan status hukum masing-masing individu. Sitaan uang tunai Rp 1,4 miliar dan logam mulia menunjukkan skala dugaan transaksi. Barang bukti tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa. KPK akan menelusuri aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat lebih jauh. Pengembangan perkara masih terbuka lebar.

BNPB melalui Berton S.P Panjaitan menunjukkan sikap kooperatif. Lembaga tersebut memilih tidak melakukan intervensi terhadap proses hukum. Penghormatan terhadap kewenangan KPK disampaikan secara terbuka. Transparansi dan penegakan hukum menjadi prinsip yang dijunjung. Operasi Tangkap Tangan di lingkungan BNPB menambah daftar penindakan KPK. Dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lembaga penanggulangan bencana menjadi isu serius. Publik menaruh perhatian pada proses hukum yang sedang berjalan. Akuntabilitas lembaga negara kembali diuji.

Budi Prasetyo memastikan bahwa detail nama-nama yang terlibat akan disampaikan kemudian. Saat ini fokus utama adalah pemeriksaan intensif terhadap 14 orang. Gedung Merah Putih menjadi lokasi seluruh proses awal. Keterangan saksi dan barang bukti terus digali. Dengan sikap BNPB yang tidak akan mengintervensi, proses penyidikan diharapkan berjalan independen. KPK memiliki kewenangan penuh sesuai undang-undang. Kerja sama yang baik antarlembaga akan mempercepat pengungkapan fakta. Keadilan menjadi tujuan utama dari seluruh rangkaian proses.

Sitaan logam mulia dan uang tunai Rp 1,4 miliar menjadi bukti awal yang signifikan. Dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di BNPB akan diurai secara sistematis. Pemeriksaan terhadap Sestama dan 13 orang lainnya berlangsung ketat. Publik menunggu perkembangan selanjutnya secara transparan.