KSAD Laporkan ke Prabowo: 3.008 Jembatan TNI AD Hubungkan 9.008 Sekolah, Anak-anak Tak Perlu Lagi Basah ke Sekolah

Memuat berita

Nasional

KSAD Laporkan ke Prabowo: 3.008 Jembatan TNI AD Hubungkan 9.008 Sekolah, Anak-anak Tak Perlu Lagi Basah ke Sekolah

Rizqi Akbar Sadly · 14 Agustus 2026 · 20:32 WIB · 3 dibaca
KSAD Laporkan ke Prabowo: 3.008 Jembatan TNI AD Hubungkan 9.008 Sekolah, Anak-anak Tak Perlu Lagi Basah ke Sekolah

Foto: Kompas

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa TNI Angkatan Darat telah berhasil membangun sebanyak 3.008 unit jembatan di berbagai penjuru Tanah Air, yang secara langsung menghubungkan akses menuju 9.008 sekolah di wilayah-wilayah terpencil dan sulit dijangkau. Laporan tersebut disampaikan Maruli dalam acara peresmian jembatan yang digelar di Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian peresmian nasional ribuan jembatan dan sumber air bersih hasil karya TNI-Polri yang dipimpin langsung Presiden Prabowo dari Istana Merdeka, Jakarta. Capaian pembangunan infrastruktur penghubung ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak di pelosok negeri.

Dalam laporannya, Maruli menegaskan bahwa pembangunan ribuan jembatan tersebut secara langsung menjawab keresahan yang selama ini dirasakan masyarakat di berbagai daerah terpencil, khususnya menyangkut keselamatan anak-anak sekolah yang harus menempuh perjalanan berisiko demi mengakses pendidikan. "Sehingga anak-anak sekolah, yang seperti Bapak harapkan, tidak perlu lagi basah-basah, tidak perlu lagi berisiko untuk mencapai sekolah," kata Maruli di hadapan Presiden Prabowo dan seluruh hadirin yang mengikuti prosesi peresmian tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar proyek infrastruktur fisik semata, melainkan juga investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan generasi muda Indonesia di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Lebih lanjut, Maruli turut memaparkan sejumlah proyek pembangunan jembatan yang memiliki tingkat kesulitan teknis tinggi, salah satunya adalah jembatan sepanjang 240 meter yang dibangun di wilayah Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Pembangunan jembatan dengan bentang sepanjang itu membutuhkan perhitungan konstruksi yang matang serta pengerahan sumber daya teknik yang tidak sedikit, mengingat medan geografis di wilayah tersebut tergolong menantang bagi proses pembangunan infrastruktur berskala besar. Keberhasilan menyelesaikan proyek jembatan sepanjang itu menjadi salah satu pencapaian teknis yang patut diapresiasi dari keseluruhan program pembangunan jembatan yang dijalankan TNI AD sepanjang tahun ini.

Selain di Aceh, Maruli juga melaporkan capaian serupa di wilayah timur Indonesia, tepatnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana TNI AD berhasil membangun jembatan sepanjang 164 meter yang sebelumnya telah terputus selama lebih dari tiga tahun. Terputusnya akses jembatan tersebut sebelumnya mengakibatkan tiga kecamatan di wilayah NTT terisolasi dari akses transportasi darat yang layak, sehingga menghambat berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat dalam kurun waktu yang cukup lama. Dengan rampungnya pembangunan jembatan tersebut, ketiga kecamatan yang sebelumnya terisolasi kini dapat kembali terhubung secara normal dengan wilayah sekitarnya, memberikan dampak signifikan bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.

Tidak berhenti pada capaian yang telah rampung, Maruli turut menyampaikan progres pembangunan jembatan lain yang masih dalam tahap penyelesaian, yakni Jembatan Termanu di wilayah Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, TNI AD menargetkan proyek jembatan tersebut dapat rampung sepenuhnya pada Desember 2026 mendatang, bertepatan dengan momentum perayaan Hari Natal bagi masyarakat setempat yang mayoritas beragama Kristiani. "Mudah-mudahan ini bisa jadi hadiah Natal buat masyarakat di NTT," ungkap Maruli, menyampaikan harapannya agar rampungnya pembangunan jembatan tersebut dapat menjadi kado istimewa bagi masyarakat NTT menjelang penghujung tahun 2026.

Secara keseluruhan, dari total 3.008 titik jembatan yang ditargetkan dibangun TNI AD, Maruli menjelaskan bahwa sebanyak 874 unit di antaranya telah rampung sepenuhnya, sementara 17 unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian akhir. Program pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari misi pengabdian TNI Angkatan Darat kepada masyarakat, sekaligus wujud nyata dari peran strategis prajurit TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dasar di berbagai pelosok Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini kurang mendapat perhatian pembangunan dari sisi konektivitas antarwilayah.

Presiden Prabowo Subianto, yang menerima laporan tersebut secara langsung dalam peresmian yang disiarkan dari Istana Merdeka, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian yang telah ditunjukkan TNI Angkatan Darat di bawah kepemimpinan Maruli Simanjuntak. Kepala Negara menegaskan bahwa pembangunan jembatan dan infrastruktur dasar semacam ini merupakan wujud nyata dari misi pengabdian dan bakti TNI kepada rakyat Indonesia, sekaligus bukti bahwa TNI benar-benar merupakan tentara rakyat yang hadir langsung menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan, khususnya bagi anak-anak sekolah yang selama ini harus menghadapi risiko besar demi menempuh pendidikan di wilayah-wilayah terpencil.

Program pembangunan jembatan berskala nasional yang dijalankan TNI AD ini menegaskan pentingnya sinergi antara institusi militer dan pemerintah dalam mempercepat pemerataan akses infrastruktur dasar, khususnya di daerah-daerah yang selama ini kerap tertinggal dari pembangunan konvensional. Ke depan, dengan ditargetkannya penyelesaian sisa proyek jembatan, termasuk Jembatan Termanu di NTT pada akhir 2026, diharapkan semakin banyak wilayah terisolasi di Indonesia yang dapat terhubung secara layak, sehingga anak-anak sekolah di pelosok negeri dapat menjalani pendidikan dengan lebih aman, nyaman, dan tanpa harus mempertaruhkan keselamatan mereka setiap hari demi menuntut ilmu.