KSAD Maruli Ancam Tindak Tegas Prajurit Terkait Dugaan Markas Judol di Rumah Dinas Cijantung, Penghuni Ditahan

Memuat berita

Nasional

KSAD Maruli Ancam Tindak Tegas Prajurit Terkait Dugaan Markas Judol di Rumah Dinas Cijantung, Penghuni Ditahan

Fazlur Rahman · 10 Oktober 2026 · 12:35 WIB · 2 dibaca
KSAD Maruli Ancam Tindak Tegas Prajurit Terkait Dugaan Markas Judol di Rumah Dinas Cijantung, Penghuni Ditahan

Foto: RCTI

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan tidak akan melindungi prajurit yang terbukti terlibat dalam kasus dugaan markas judi online (judol) di rumah dinas Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur. Perwira yang menempati rumah tersebut telah ditahan oleh Polisi Militer Kodam Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Maruli mengatakan, penyidik masih mendalami dugaan keterlibatan penghuni rumah dalam aktivitas perjudian daring yang terungkap setelah warga sekitar mencurigai adanya kegiatan tidak biasa di lokasi tersebut. Menurut dia, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan sejauh mana keterlibatan pihak yang menempati sekaligus diduga menyewakan tempat itu.

"Orang yang menyewakan tempat tersebut ya kemungkinan dia tahu. Kita sudah tahan, sudah di Pom sekarang. Sudah kita terus selidiki, perlu waktu lah untuk meyakinkan," kata Maruli kepada wartawan di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jumat (9/10/2026).

Maruli menegaskan, TNI AD tidak akan memberikan perlindungan kepada siapa pun di lingkungan institusinya apabila terbukti terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut. Ia juga mengakui bahwa dugaan penggunaan rumah dinas militer sebagai tempat kegiatan judi online merupakan persoalan serius yang mencoreng nama institusi.

"Tapi yang jelas enggak mungkin lah kita melindungi yang seperti itu, ya. Ini justru hal yang sangat memalukan buat kami, ya," ujarnya.

Menurut Maruli, terungkapnya dugaan aktivitas judi online di rumah dinas tersebut berawal dari kepedulian warga yang tinggal di lingkungan perumahan. Warga merasa curiga terhadap aktivitas di rumah itu hingga akhirnya melakukan penggerebekan secara mandiri.

Maruli mengapresiasi kepedulian masyarakat yang berupaya menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal mereka. Ia menilai keterlibatan warga dalam memperhatikan situasi sekitar dapat membantu mengungkap aktivitas yang dianggap mencurigakan.

"Saya pikir, ya kalau masyarakat sekitar ikut merasa mengamankan, saya pikir bagus kan jadinya, ya," katanya.

Meski demikian, dugaan keterlibatan penghuni rumah dinas tersebut masih harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan. Penahanan oleh Polisi Militer merupakan bagian dari proses penyelidikan dan belum dengan sendirinya membuktikan bahwa pihak yang bersangkutan bersalah.

Penyidik perlu menelusuri aktivitas yang berlangsung di rumah tersebut, termasuk siapa saja yang diduga terlibat, bagaimana tempat itu digunakan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang berperan dalam operasional perjudian daring.

Kasus ini juga menjadi perhatian karena lokasi yang diduga digunakan merupakan rumah dinas di lingkungan perumahan TNI AD. Fasilitas tersebut semestinya digunakan sesuai peruntukannya, sehingga dugaan pemanfaatannya untuk kegiatan ilegal memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan tanggung jawab penghuni.

Maruli memastikan proses pemeriksaan akan terus berjalan untuk memperoleh kejelasan mengenai perkara tersebut. TNI AD, kata dia, tidak akan menutup-nutupi kasus apabila ditemukan bukti yang menunjukkan adanya pelanggaran oleh prajurit.

Pengungkapan dugaan markas judi online di KPAD Cijantung kini menjadi ujian bagi komitmen penegakan disiplin di lingkungan militer. Hasil penyelidikan Polisi Militer akan menentukan pihak-pihak yang bertanggung jawab serta langkah hukum dan kedinasan yang dapat diambil berdasarkan bukti yang ditemukan.