Lula da Silva Menang Pilpres Brasil dengan 51,7 Persen Suara, Kalahkan Flavio Bolsonaro di Tengah Menguatnya Kubu Kanan

Memuat berita

Berita International

Lula da Silva Menang Pilpres Brasil dengan 51,7 Persen Suara, Kalahkan Flavio Bolsonaro di Tengah Menguatnya Kubu Kanan

Devi Sry Atmaja · 31 Oktober 2026 · 12:54 WIB · 2 dibaca
Lula da Silva Menang Pilpres Brasil dengan 51,7 Persen Suara, Kalahkan Flavio Bolsonaro di Tengah Menguatnya Kubu Kanan

Foto: REUTERS/Brian Snyder

BRASILIA – Luiz Inacio Lula da Silva, tokoh sayap kiri sekaligus petahana Presiden Brasil, disebut memenangi pemilihan presiden pada Minggu (25/10/2026) waktu setempat. Kemenangan tersebut menjadi kejutan karena Lula sebelumnya diprediksi bakal kalah dari pesaingnya, Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Hasil pemilihan ini menempatkan Lula di jalur untuk kembali memimpin Brasil dan memperpanjang perjalanan politiknya di negara terbesar di Amerika Selatan tersebut. Berdasarkan hasil resmi yang disebut dirilis otoritas pemilu Brasil, Lula memperoleh 51,7 persen suara. Sementara itu, Flavio Bolsonaro meraih 48,2 persen suara. Selisih yang relatif tipis tersebut menunjukkan persaingan ketat antara dua kubu politik yang memiliki pandangan berbeda mengenai arah pemerintahan dan masa depan Brasil.

Kemenangan Lula menjadi perhatian karena sejumlah prediksi sebelumnya memperkirakan dirinya akan kesulitan menghadapi Flavio. Prediksi tersebut antara lain dipengaruhi hasil putaran pertama yang dimenangi Flavio Bolsonaro. Hasil awal itu membuat persaingan menuju putaran penentuan semakin ketat dan memperbesar ekspektasi bahwa kubu kanan berpeluang mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan petahana. Flavio Bolsonaro juga disebut memperoleh dukungan dari berbagai faktor politik yang memperkuat posisinya selama pemilihan. Salah satunya adalah dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang dikenal memiliki kedekatan pandangan dengan sejumlah tokoh politik konservatif. Selain itu, perkembangan politik di negara-negara Amerika Latin turut menjadi latar belakang persaingan antara kelompok kiri dan kanan di kawasan tersebut.

Gelombang kemenangan kelompok kanan di sejumlah negara tetangga Brasil, termasuk Argentina, Cile, Kolombia, dan Peru, disebut turut memengaruhi dinamika politik regional. Perkembangan tersebut memunculkan anggapan bahwa dukungan terhadap kelompok konservatif sedang menguat di Amerika Latin. Namun, hasil pemilihan Brasil menunjukkan bahwa dinamika politik setiap negara tetap dipengaruhi kondisi domestik, pilihan pemilih, serta kekuatan masing-masing kandidat. Lula berhasil membalikkan berbagai perkiraan tersebut dengan meraih mayoritas suara dalam pemilihan. Kemenangan ini memperlihatkan bahwa dukungan terhadap kelompok sayap kiri masih memiliki kekuatan signifikan di Brasil. Meski demikian, selisih suara yang tipis juga menunjukkan bahwa masyarakat Brasil terbelah dalam menentukan figur yang dianggap paling tepat memimpin negara tersebut.

Bagi Lula, kemenangan ini menjadi pencapaian penting dalam perjalanan politiknya yang panjang. Ia disebut akan kembali memegang kekuasaan untuk periode keempat, sebuah pencapaian yang menegaskan posisinya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam politik Brasil modern. Perjalanan politiknya telah melewati berbagai periode pemerintahan, persaingan elektoral, serta perubahan dukungan masyarakat. Kemenangan tersebut juga datang menjelang ulang tahun Lula yang ke-81 pada Selasa (27/10/2026). Momentum ini menambah perhatian terhadap hasil pemilihan yang kembali menempatkannya di pusat politik Brasil. Usia dan pengalaman panjang Lula diperkirakan akan menjadi bagian dari pembahasan publik mengenai tantangan kepemimpinannya pada periode mendatang.

Di sejumlah wilayah, kemenangan Lula disambut dengan perayaan oleh para pendukungnya. Mereka turun ke jalan untuk menunjukkan kegembiraan setelah hasil pemilihan diumumkan. Suasana perayaan itu menjadi gambaran antusiasme kelompok yang mendukung kelanjutan kepemimpinan Lula dan agenda politik Partai Pekerja yang dipimpinnya. Di Rio de Janeiro, para pendukung Lula dilaporkan memadati jalanan dengan mengenakan pakaian berwarna merah, yang identik dengan Partai Pekerja. Mereka merayakan hasil pemilihan di tengah suasana penuh semangat. Perayaan tersebut menjadi salah satu gambaran respons publik setelah Lula dinyatakan unggul dalam perolehan suara berdasarkan hasil resmi yang disebutkan.

Setelah kemenangan tersebut, Lula dijadwalkan menyampaikan pidato untuk merespons hasil pemilihan dan menyampaikan arah pemerintahannya ke depan. Pidato kemenangan menjadi kesempatan bagi presiden petahana itu untuk menyampaikan pesan kepada para pendukung sekaligus masyarakat Brasil secara luas. Namun, rincian mengenai isi pidato dan agenda kebijakan yang akan disampaikan belum tersedia dalam informasi yang diberikan.Sementara itu, Flavio Bolsonaro hingga saat informasi tersebut disampaikan belum memberikan komentar terkait kekalahannya. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai sikapnya terhadap hasil pemilihan maupun langkah politik yang akan ditempuh setelah pemungutan suara. Respons kubu Bolsonaro menjadi salah satu hal yang dinantikan, mengingat persaingan antara kedua kandidat berlangsung ketat dan melibatkan perbedaan pandangan politik yang tajam.

Kemenangan Lula da Silva menandai babak penting dalam perjalanan politik Brasil di tengah persaingan ideologi antara kelompok kiri dan kanan yang terus berlangsung di Amerika Latin. Dengan perolehan 51,7 persen suara, Lula mengungguli Flavio Bolsonaro yang memperoleh 48,2 persen. Meski hasil tersebut disambut meriah oleh para pendukungnya, tantangan berikutnya adalah menjaga kepercayaan masyarakat, merespons perbedaan politik, serta menghadapi persoalan ekonomi dan sosial yang menjadi perhatian warga Brasil.