Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Serukan Aksi Nasional 28 Oktober

Memuat berita

Nasional

Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Serukan Aksi Nasional 28 Oktober

Devi Sry Atmaja · 22 Oktober 2026 · 17:20 WIB · 2 dibaca
Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Serukan Aksi Nasional 28 Oktober

Foto: Kompas.com/Ridho Danu Prasetyo

JAKARTA - Aliansi mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Sadar memastikan akan kembali menggelar unjuk rasa. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (28/10/2026). Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda dipilih sebagai waktu pelaksanaan aksi lanjutan. Rencana ini disampaikan secara terbuka di hadapan massa. Seruan aksi lanjutan disampaikan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Yatalathof Imawan. Ia membacakan pernyataan sikap bertajuk "Aksi Indonesia Sadar" di hadapan massa yang berkumpul. Lokasi pembacaan pernyataan berada di bawah Patung Pahlawan, kawasan Tugu Tani, Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (21/10/2026). Dalam orasinya, Athof secara tegas mengumumkan rencana aksi nasional. 

“Akan kami sampaikan bahwasanya pada tanggal 28 Oktober di Jakarta, akan kita adakan aksi nasional untuk menggugat kembali kedaulatan rakyat Indonesia!” seru Athof.

Pernyataan tersebut disambut riuh sorakan massa aksi yang hadir. Semangat kebersamaan terasa kuat di lokasi. Athof menegaskan bahwa seruan perlawanan dan pernyataan sikap yang disampaikan malam itu memiliki sasaran yang berbeda. Menurutnya, seruan tersebut tidak lagi ditujukan kepada elite pemerintahan. Ia menekankan bahwa panggilan ini ditujukan bagi seluruh rakyat Indonesia. Cakupannya meluas dari Sabang sampai Merauke.

Komite Sadar sebagai wadah aliansi mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil menjadi penggerak utama rencana aksi. Mereka memastikan mobilisasi akan dilakukan secara nasional. Peringatan Hari Sumpah Pemuda dijadikan momentum untuk memperkuat pesan. Aksi diharapkan dapat menyatukan berbagai elemen masyarakat. Pernyataan sikap "Aksi Indonesia Sadar" yang dibacakan Athof menjadi dokumen resmi seruan tersebut. Isinya menegaskan pentingnya menggugat kembali kedaulatan rakyat. Massa yang berkumpul di Tugu Tani memberikan dukungan melalui sorakan. Suasana di bawah Patung Pahlawan sempat riuh oleh antusiasme peserta.

Pemilihan tanggal 28 Oktober memiliki makna simbolis yang kuat. Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat semangat persatuan dan perjuangan anak muda. Aliansi mahasiswa memanfaatkan momentum historis tersebut untuk menyuarakan aspirasi. Aksi nasional di Jakarta diharapkan menjadi titik temu berbagai daerah. Athof sebagai Ketua BEM UI berperan menyampaikan pesan utama di hadapan massa. Orasinya menekankan bahwa aksi bukan semata-mata kritik terhadap elite. Lebih dari itu, seruan tersebut merupakan panggilan kesadaran bagi seluruh warga negara. Partisipasi rakyat dari berbagai wilayah menjadi harapan utama.

Kawasan Tugu Tani yang menjadi lokasi pembacaan pernyataan sikap sebelumnya juga sempat menjadi titik aksi. Kehadiran massa di bawah Patung Pahlawan menunjukkan kesinambungan gerakan. Seruan aksi 28 Oktober menjadi kelanjutan dari rangkaian penyampaian aspirasi. Koordinasi antar elemen terus diperkuat. Massa aksi yang hadir memberikan respons positif terhadap pengumuman tersebut. Sorakan riuh mengiringi pernyataan Athof mengenai aksi nasional. Semangat untuk menyuarakan kedaulatan rakyat menjadi tema utama yang diangkat. Suasana kebersamaan terasa di tengah kerumunan.

Komite Sadar menekankan pentingnya partisipasi luas dalam aksi mendatang. Panggilan kepada rakyat dari Sabang sampai Merauke menunjukkan visi gerakan yang bersifat nasional. Tidak ada batasan wilayah dalam seruan tersebut. Setiap warga negara diundang untuk turut menyuarakan aspirasi. Pernyataan bahwa seruan tidak lagi ditujukan kepada elite pemerintahan menjadi penegas arah gerakan. Fokus digeser kepada kesadaran kolektif rakyat Indonesia. Athof menggarisbawahi bahwa kedaulatan rakyat menjadi isu sentral yang ingin digugat kembali. Aksi 28 Oktober diharapkan menjadi wujud nyata dari seruan tersebut.

Persiapan menuju aksi nasional di Jakarta sudah mulai disosialisasikan. Aliansi mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil berkoordinasi untuk memastikan kelancaran. Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi penguat legitimasi moral gerakan. Publik diharapkan memahami substansi yang ingin disampaikan. Kehadiran Ketua BEM UI sebagai juru bicara memberikan bobot tersendiri pada pernyataan sikap. Pembacaan "Aksi Indonesia Sadar" di Tugu Tani menjadi momen resmi pengumuman. Massa yang berkumpul menjadi saksi langsung seruan tersebut. Dokumentasi aksi tersebar melalui berbagai saluran informasi.