Messi Akui Berpisah dengan Timnas Argentina Sangat Menyakitkan, Sosok Ayah Jadi Pertimbangan

Memuat berita

Football

Messi Akui Berpisah dengan Timnas Argentina Sangat Menyakitkan, Sosok Ayah Jadi Pertimbangan

Fazlur Rahman · 07 Oktober 2026 · 22:31 WIB · 2 dibaca
Messi Akui Berpisah dengan Timnas Argentina Sangat Menyakitkan, Sosok Ayah Jadi Pertimbangan

Foto: JPNN.com

Lionel Messi mengungkapkan bahwa keputusan untuk berpisah dengan tim nasional Argentina menjadi salah satu hal yang paling menyakitkan dalam perjalanan hidupnya. Pengakuan tersebut disampaikan setelah Argentina menutup laga dengan kemenangan 3-0 atas Benin di Stadion Monumental, Rabu (7/10/2026) pagi WIB.

Pertandingan tersebut bukan sekadar kemenangan bagi Argentina. Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) memang menyiapkan laga khusus sebagai bagian dari momen perpisahan untuk Messi, yang selama lebih dari dua dekade menjadi sosok sentral dalam perjalanan La Albiceleste.

Usai pertandingan, Messi menyampaikan pesan kepada para pendukung yang memenuhi stadion. Sang kapten berbicara mengenai arti tim nasional bagi dirinya sekaligus mengungkapkan beratnya menghadapi fase akhir perjalanan bersama Argentina.

Bagi Messi, tim nasional bukan sekadar tempat untuk bermain sepak bola. Argentina telah menjadi bagian besar dari kehidupannya sejak ia pertama kali mengenakan seragam senior pada 2005. Karena itu, meninggalkan tim nasional bukan keputusan yang mudah.

Salah satu hal yang disebut menjadi pertimbangan Messi adalah kepergian sang ayah, Jorge Messi. Bagi pemain berusia 39 tahun tersebut, sosok ayah memiliki tempat yang sangat istimewa dalam perjalanan kariernya.

Jorge merupakan orang yang sejak awal mendampingi perjalanan Messi dalam meniti karier sepak bola. Karena itu, ketika berbicara mengenai Argentina dan tim nasional, sosok sang ayah menjadi salah satu orang pertama yang muncul dalam pikirannya.

Perjalanan Messi bersama Argentina sendiri telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun. Ia menjalani debut bersama tim nasional senior pada 17 Agustus 2005 dan sejak saat itu menjadi bagian penting dari berbagai generasi tim Tango.

Dalam periode tersebut, Messi mengalami hampir seluruh fase yang bisa dialami seorang pesepak bola bersama tim nasional. Ia pernah merasakan kekalahan di final, mendapat kritik keras, menghadapi tekanan luar biasa, hingga akhirnya mengangkat trofi-trofi bergengsi bersama Argentina.

Messi tercatat telah mengoleksi 208 penampilan bersama tim nasional Argentina. Jumlah tersebut menggambarkan panjangnya pengabdian pemain yang identik dengan nomor 10 itu kepada negaranya.

Puncak perjalanan Messi bersama Argentina datang ketika ia berhasil mempersembahkan sejumlah gelar besar. Ia membawa Argentina menjuarai Copa America, Finalissima, hingga Piala Dunia.

Gelar Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi salah satu pencapaian paling monumental dalam karier Messi. Setelah bertahun-tahun mengejar trofi tersebut, Messi akhirnya membawa Argentina menjadi juara dunia sekaligus mengakhiri penantian panjang negaranya.

Dua gelar Copa America juga menjadi bagian penting dari era kejayaan Messi bersama Argentina. Ditambah Finalissima, koleksi tersebut membuat perjalanan internasional Messi ditutup dengan deretan prestasi yang sulit dipisahkan dari sejarah sepak bola Argentina.

Namun, bagi Messi, arti tim nasional tampaknya tidak hanya dapat diukur melalui jumlah trofi dan rekor penampilan. Seragam Argentina telah melekat dengan perjalanan hidupnya, keluarganya, serta berbagai momen yang membentuk kariernya.

Karena itu, laga melawan Benin di Stadion Monumental menjadi malam yang penuh emosi. Kemenangan 3-0 menjadi hasil pertandingan, tetapi perhatian terbesar tertuju pada Messi dan pesan perpisahan yang ia sampaikan kepada para penggemar.

Puluhan ribu pendukung Argentina menjadi saksi salah satu babak terakhir perjalanan panjang sang kapten bersama La Albiceleste. Sorotan tidak lagi semata-mata mengenai hasil pertandingan, melainkan tentang seorang pemain yang perlahan menutup perjalanan lebih dari dua dekade bersama negaranya.

Messi pun harus menghadapi kenyataan bahwa setiap perjalanan memiliki akhir. Setelah melewati masa-masa sulit, meraih kemenangan, menelan kekalahan, dan akhirnya mempersembahkan trofi terbesar untuk Argentina, perpisahan dengan tim nasional menjadi momen emosional bagi salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.

Kini, nama Messi tidak hanya tercatat dalam daftar pemain dengan penampilan terbanyak untuk Argentina. Ia juga meninggalkan warisan berupa gelar-gelar besar dan kenangan yang membuat perjalanan La Pulga bersama Albiceleste menjadi salah satu kisah paling panjang dan penuh warna dalam sejarah sepak bola internasional.