Paus Leo XIV Didiagnosis Kanker Paru-paru, Operasi 90 Menit Berhasil Tanpa Komplikasi

Memuat berita

Berita International

Paus Leo XIV Didiagnosis Kanker Paru-paru, Operasi 90 Menit Berhasil Tanpa Komplikasi

Fazlur Rahman · 14 Oktober 2026 · 17:06 WIB · 2 dibaca
Paus Leo XIV Didiagnosis Kanker Paru-paru, Operasi 90 Menit Berhasil Tanpa Komplikasi

Foto: Okezone News

Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV, didiagnosis mengidap adenokarsinoma paru setelah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru kanannya di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia, Selasa (13/10/2026). Operasi tersebut berlangsung sekitar 90 menit dan dilaporkan berjalan sesuai rencana tanpa komplikasi. 

Diagnosis tersebut dikonfirmasi melalui pemeriksaan jaringan selama operasi. Sebelumnya, tim medis telah menemukan benjolan pada paru-paru Paus berusia 71 tahun itu melalui pemeriksaan kesehatan rutin. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan prosedur pembedahan untuk mengangkat bagian paru yang terdampak.

Menurut laporan mengenai keterangan medis Vatikan, tim dokter mengangkat lobus bawah paru-paru kanan Paus menggunakan teknik bedah berbantuan video. Prosedur itu dilakukan dengan tujuan mengangkat jaringan kanker secara menyeluruh. Setelah operasi selesai, Paus dilaporkan sadar secara normal dan kembali ke kamar perawatannya setelah menjalani observasi singkat. 

Adenokarsinoma paru merupakan salah satu jenis kanker paru-paru yang berkembang dari sel kelenjar. Jenis kanker ini termasuk dalam kelompok kanker paru-paru non-sel kecil dan merupakan salah satu bentuk kanker paru yang paling umum ditemukan.

Meski operasi dilaporkan berhasil, informasi mengenai stadium kanker serta kemungkinan penyebarannya belum diumumkan secara lengkap. Kondisi tersebut menjadi faktor penting dalam menentukan prognosis dan kebutuhan penanganan lanjutan. Pemeriksaan tambahan terhadap jaringan yang telah diangkat diperlukan untuk membantu dokter menilai kondisi Paus secara lebih menyeluruh. 

Sebelum menjalani operasi, Vatikan menyampaikan bahwa benjolan pada paru-paru Paus ditemukan dalam pemeriksaan rutin. Paus Leo XIV kemudian menjalani perawatan di Rumah Sakit Gemelli untuk menjalani tindakan yang telah direncanakan. Pihak Vatikan sebelumnya memperkirakan ia perlu menjalani rawat inap sekitar satu minggu untuk pemulihan awal. 

Kondisi kesehatan Paus menjadi perhatian umat Katolik di berbagai negara, mengingat posisinya sebagai pemimpin Gereja Katolik dunia. Kabar mengenai diagnosis kanker tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai jadwal kegiatan kepausan selama masa pemulihan.

Sejumlah agenda publik Paus dilaporkan dibatalkan hingga 20 Oktober 2026 untuk memberikan waktu bagi pemulihan setelah operasi. Sementara itu, kepastian mengenai pelaksanaan agenda berikutnya akan bergantung pada perkembangan kondisi kesehatannya dan informasi resmi dari Vatikan. 

Hingga kini, keberhasilan operasi menjadi perkembangan awal yang penting, tetapi belum cukup untuk memastikan perjalanan pengobatan selanjutnya. Tingkat keparahan kanker, hasil pemeriksaan jaringan lanjutan, serta keputusan tim medis akan menentukan apakah Paus memerlukan terapi tambahan.

Diagnosis yang dialami Paus Leo XIV menjadi pengingat bahwa keberhasilan tindakan bedah dan pemulihan awal perlu dibedakan dari kepastian kesembuhan jangka panjang. Untuk saat ini, perhatian tertuju pada proses pemulihan Paus di Rumah Sakit Gemelli dan perkembangan informasi medis yang akan disampaikan oleh Vatikan.