Pelajar 15 Tahun di Garut Diduga Ditembak Airgun hingga Peluru Bersarang di Mata

Memuat berita

Nasional

Pelajar 15 Tahun di Garut Diduga Ditembak Airgun hingga Peluru Bersarang di Mata

Fazlur Rahman · 06 Oktober 2026 · 21:16 WIB · 2 dibaca
Pelajar 15 Tahun di Garut Diduga Ditembak Airgun hingga Peluru Bersarang di Mata

Foto: Tribunnews

Seorang pelajar SMA berusia 15 tahun di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami luka serius pada mata kirinya setelah diduga terkena tembakan senjata airgun saat sedang bermain di kawasan Kecamatan Sukawening, Sabtu (26/9/2026).

Akibat kejadian tersebut, sebuah proyektil logam disebut masih bersarang di dalam bola mata kiri korban. Kondisi itu membuat korban harus menjalani penanganan medis lebih lanjut dan kini menunggu tindakan operasi untuk mengeluarkan proyektil yang berada di dalam matanya.

Kondisi korban membuat keluarga diliputi kekhawatiran. Ibunda korban, Fitri Setiawati, berharap tindakan medis untuk mengangkat proyektil tersebut dapat segera dilakukan agar kondisi mata anaknya tidak semakin memburuk.

Fitri mengungkapkan, keluarga awalnya tidak mengetahui bahwa luka yang dialami anaknya diduga akibat tembakan. Saat pulang ke rumah, korban justru menyampaikan bahwa luka pada mata kirinya terjadi karena terkena lemparan bola.

Namun, keterangan tersebut kemudian menimbulkan kecurigaan keluarga setelah korban mendapatkan pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya benda asing berupa proyektil logam yang berada di bagian mata kiri korban.

Temuan tersebut membuat keluarga kembali menanyakan kejadian yang sebenarnya kepada korban. Setelah mendapatkan pendampingan dari ayahnya, korban akhirnya mengungkap bahwa dirinya diduga ditembak menggunakan senjata airgun oleh seseorang berinisial H.

Menurut keluarga, korban sebelumnya memilih untuk tidak menceritakan kejadian sebenarnya karena diduga mendapat tekanan dari orang yang disebut sebagai pelaku. Kondisi tersebut membuat keluarga baru mengetahui dugaan penembakan setelah pemeriksaan medis menemukan adanya proyektil di mata korban.

Kini, perhatian keluarga tertuju pada kondisi kesehatan korban. Proyektil yang masih berada di dalam bola mata membuat korban membutuhkan tindakan medis untuk mengangkat benda tersebut. Keluarga berharap proses operasi dapat dilakukan sesegera mungkin sehingga korban memperoleh penanganan yang optimal.

Selain berupaya memastikan pengobatan korban, keluarga juga telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan dugaan penembakan tersebut kepada Polres Garut. Laporan itu menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan mengenai peristiwa yang dialami pelajar tersebut.

Polisi selanjutnya diharapkan dapat mendalami kronologi kejadian, termasuk lokasi penembakan, jenis senjata yang digunakan, serta pihak yang diduga terlibat. Keterangan korban, keluarga, saksi di sekitar lokasi, dan hasil pemeriksaan medis dapat menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.

Kasus ini juga menjadi perhatian karena korban masih berusia 15 tahun dan mengalami luka pada organ penglihatan. Selain berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, cedera akibat proyektil yang bersarang di mata membutuhkan penanganan medis secara serius untuk mencegah risiko komplikasi lebih lanjut.

Dari sisi hukum, dugaan penggunaan airgun untuk menembak seseorang juga menjadi persoalan yang perlu didalami aparat. Penyidik perlu memastikan jenis senjata yang digunakan serta bagaimana senjata tersebut diperoleh dan digunakan dalam peristiwa tersebut.

Hingga kini, dugaan penembakan tersebut masih dalam proses penanganan kepolisian. Identitas pihak berinisial H yang disebut korban juga perlu diverifikasi melalui proses penyelidikan dan pembuktian sesuai ketentuan hukum.

Keluarga korban berharap proses hukum dapat berjalan dan kejadian serupa tidak kembali menimpa anak-anak lainnya. Di tengah proses tersebut, prioritas utama keluarga saat ini adalah memastikan korban mendapatkan tindakan medis yang dibutuhkan untuk menangani proyektil yang masih bersarang di mata kirinya.

Peristiwa di Sukawening itu menjadi pengingat serius mengenai bahaya penggunaan senjata airgun secara sembarangan. Meski kerap dianggap tidak mematikan, tembakan proyektil logam dapat menyebabkan cedera berat, terutama apabila mengenai bagian tubuh yang rentan seperti mata.

Dengan laporan yang telah disampaikan ke Polres Garut, keluarga kini menunggu perkembangan penyelidikan sekaligus berharap pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum apabila dugaan tersebut terbukti.