Pelajar SMK di Bogor Tewas Diduga Dibacok Usai Nonton Persib vs Garudayaksa FC, Polisi Selidiki Bentrokan

Memuat berita

Nasional

Pelajar SMK di Bogor Tewas Diduga Dibacok Usai Nonton Persib vs Garudayaksa FC, Polisi Selidiki Bentrokan

Devi Sry Atmaja · 31 Oktober 2026 · 12:55 WIB · 2 dibaca
Pelajar SMK di Bogor Tewas Diduga Dibacok Usai Nonton Persib vs Garudayaksa FC, Polisi Selidiki Bentrokan

Foto: Kompas.com

BOGOR – Seorang pelajar asal Kampung Duku, Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pembacokan. Korban dilaporkan tergeletak di pinggir jalan pada Minggu (25/10/2026) malam, setelah menyaksikan pertandingan sepak bola antara Persib Bandung melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Peristiwa tragis tersebut menimbulkan duka mendalam, terutama bagi keluarga dan lingkungan tempat tinggal korban. Seorang pelajar yang masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan itu harus kehilangan nyawa dalam insiden yang diduga berkaitan dengan bentrokan. Hingga kini, kronologi lengkap kejadian masih perlu ditelusuri berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan kepolisian.

Kapolsek Tamansari, Iptu Eka Duta Beliawan, membenarkan adanya laporan mengenai seorang pelajar yang meninggal dunia pada Minggu malam. Informasi tersebut menjadi dasar bagi pihak kepolisian untuk menelusuri peristiwa yang menimpa korban setelah pertandingan sepak bola di Stadion Pakansari.

"Korban kemudian meninggalkan stadion sekitar pukul 22.00 WIB Minggu 25 Oktober 2026 malam," kata Eka pada Senin (26/10/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban meninggalkan stadion sekitar pukul 22.00 WIB setelah pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC. Namun, belum diketahui secara terperinci bagaimana perjalanan korban setelah meninggalkan lokasi pertandingan hingga akhirnya ditemukan tergeletak di pinggir jalan. Insiden tersebut diduga bermula dari bentrokan yang kemudian berujung pada aksi pembacokan. Peristiwa kekerasan itu disebut menyebabkan korban mengalami luka serius hingga akhirnya meninggal dunia. Meski demikian, rincian mengenai lokasi pasti bentrokan, pihak-pihak yang terlibat, serta urutan kejadian belum dijelaskan secara lengkap dalam informasi yang tersedia.

Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa korban masih berstatus pelajar. Korban diketahui duduk di kelas 10 SMK 2 Grafika Dasa Semesta. Usianya yang masih muda membuat peristiwa ini menjadi perhatian, mengingat kekerasan yang diduga terjadi telah merenggut nyawa seorang pelajar yang masih menempuh pendidikan.

"Iya korban meninggal tersebut, duduk di kelas 10 SMK 2 Grafika Dasa Semesta, dan dimakamkan di kawasan Sukamantri, Tamansari," ucap Eka.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, korban dimakamkan di kawasan Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Pemakaman tersebut menjadi momen duka bagi keluarga dan masyarakat sekitar yang kehilangan seorang anggota keluarga sekaligus pelajar yang masih memiliki masa depan panjang. Dugaan keterkaitan antara insiden ini dan pertandingan sepak bola menjadi salah satu aspek yang perlu didalami. Pertandingan yang melibatkan klub dengan basis pendukung besar dapat menarik banyak penonton, tetapi situasi setelah pertandingan tetap harus berlangsung aman dan tertib. Namun, belum ada keterangan yang memastikan apakah bentrokan tersebut melibatkan kelompok suporter tertentu atau terjadi akibat persoalan lain.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya menjaga keamanan di sekitar lokasi pertandingan maupun jalur yang dilalui penonton setelah acara olahraga berakhir. Koordinasi antara penyelenggara, petugas keamanan, dan aparat kepolisian dibutuhkan untuk mengantisipasi potensi keributan serta mencegah terjadinya tindak kekerasan yang dapat membahayakan masyarakat. Kepolisian perlu menelusuri keterangan saksi dan mengumpulkan bukti untuk memastikan penyebab kematian korban serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Informasi mengenai dugaan pembacokan dan bentrokan masih harus diuji melalui proses penyelidikan. Penetapan tersangka maupun penentuan motif kejadian harus didasarkan pada bukti yang diperoleh aparat penegak hukum.

Hingga informasi ini disampaikan, belum tersedia keterangan terperinci mengenai identitas terduga pelaku, motif bentrokan, ataupun perkembangan penanganan perkara oleh kepolisian. Masyarakat diharapkan tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang dapat memperkeruh suasana maupun merugikan pihak tertentu.

Tragedi yang menimpa pelajar asal Sukamantri tersebut menjadi pengingat bahwa rivalitas, perselisihan, maupun bentrokan tidak seharusnya berujung pada kekerasan yang merenggut nyawa. Seorang pelajar yang baru duduk di kelas 10 kini telah meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pembacokan seusai menonton pertandingan sepak bola. Penyelidikan kepolisian diharapkan dapat mengungkap secara jelas rangkaian kejadian dan membawa pihak yang terbukti bertanggung jawab ke proses hukum.