Polda Metro Jaya Minta Maaf soal Deklarasi Sumpah Pemuda, Polemik Mahasiswa Palsu Jadi Sorotan

Memuat berita

Nasional

Polda Metro Jaya Minta Maaf soal Deklarasi Sumpah Pemuda, Polemik Mahasiswa Palsu Jadi Sorotan

Fazlur Rahman · 02 November 2026 · 17:05 WIB · 2 dibaca
Polda Metro Jaya Minta Maaf soal Deklarasi Sumpah Pemuda, Polemik Mahasiswa Palsu Jadi Sorotan

Foto: Nu Online Jakarta

Polda Metro Jaya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat menyusul polemik kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang digelar di depan Pos Polisi Thamrin, kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Kegiatan yang semula dimaksudkan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut menuai kritik setelah muncul dugaan penggunaan peserta mahasiswa palsu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya memahami berbagai tanggapan dan kritik yang disampaikan masyarakat terkait penyelenggaraan acara tersebut. Kepolisian pun menyampaikan permintaan maaf sekaligus berjanji menjadikan polemik itu sebagai bahan evaluasi.

“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi,” ujar Budi dalam keterangannya yang dikutip Minggu (1/11/2026).

Budi menjelaskan, deklarasi tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Kegiatan itu mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dan dimaksudkan sebagai momentum untuk mengangkat semangat persatuan serta peran generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, serta kreator konten Willie Salim. Kehadiran keduanya kemudian ikut menjadi perhatian publik setelah acara tersebut menuai kontroversi.

Budi menegaskan bahwa Raffi Ahmad dan Willie Salim hadir atas undangan Polda Metro Jaya selaku penyelenggara. Menurutnya, kedua tokoh tersebut datang dengan niat baik untuk ikut memaknai peringatan Sumpah Pemuda.

“Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda,” kata Budi.

Polemik kegiatan tersebut mencuat setelah sejumlah pihak mempertanyakan identitas dan status peserta yang hadir dengan mengenakan atribut atau jaket almamater perguruan tinggi. Muncul dugaan bahwa sebagian peserta yang ditampilkan sebagai mahasiswa bukan mahasiswa aktif dari kampus yang identitasnya mereka kenakan.

Persoalan itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan kredibilitas kegiatan yang membawa nama mahasiswa, terutama karena acara tersebut diselenggarakan oleh institusi kepolisian dan menghadirkan sejumlah tokoh publik.

Kontroversi juga tidak terlepas dari waktu penyelenggaraannya. Deklarasi tersebut berlangsung hanya sehari setelah mahasiswa menyampaikan aspirasi di kawasan yang sama, yakni pada Rabu (28/10/2026). Kondisi ini membuat kegiatan deklarasi menuai perhatian lebih luas, terutama terkait representasi suara dan gerakan mahasiswa dalam momentum peringatan Sumpah Pemuda.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Budi menyatakan Polda Metro Jaya menghormati setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Ia menegaskan bahwa nilai utama Sumpah Pemuda adalah persatuan dan semangat kebangsaan yang harus dijaga bersama seluruh elemen masyarakat.

“Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik,” tuturnya.

Permintaan maaf tersebut menjadi respons resmi Polda Metro Jaya atas kritik yang berkembang di tengah masyarakat. Ke depan, evaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan serupa dinilai penting agar acara yang membawa nama pemuda dan mahasiswa benar-benar mencerminkan semangat persatuan, transparansi, serta keterlibatan generasi muda secara autentik.