Pemkab Manggarai Timur Klarifikasi Video Perselisihan Camat dan Staf BNPB soal Distribusi Bantuan Gempa

Memuat berita

Nasional

Pemkab Manggarai Timur Klarifikasi Video Perselisihan Camat dan Staf BNPB soal Distribusi Bantuan Gempa

Fazlur Rahman · 24 Agustus 2026 · 11:41 WIB · 2 dibaca
Pemkab Manggarai Timur Klarifikasi Video Perselisihan Camat dan Staf BNPB soal Distribusi Bantuan Gempa

Foto: Jurnal Flores

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, memberikan klarifikasi terkait video perselisihan antara Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, dan seorang staf Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang viral di media sosial.

Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Winsensius Tala, mengatakan persoalan tersebut tidak berkaitan dengan konflik antarlembaga. Menurutnya, ketegangan yang terjadi di lapangan dipicu oleh persoalan komunikasi dan koordinasi dalam situasi tanggap darurat pascagempa.

“Pertama-tama, kami ingin menegaskan bahwa situasi tersebut pada dasarnya merupakan persoalan komunikasi dan koordinasi di lapangan yang belum berjalan secara optimal,” ujar Winsensius dalam video, dikutip pada Sabtu (22/8/2026).

Pemkab Manggarai Timur mendorong pihak-pihak yang terlibat segera melakukan komunikasi dan klarifikasi secara langsung untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pemerintah daerah juga memastikan koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar distribusi bantuan dan penanganan warga terdampak dapat berjalan dengan pemahaman yang sama.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan ketegangan antara Agustinus dan seorang staf BNPB beredar luas di media sosial. Peristiwa itu terjadi di lokasi pengungsian Kecamatan Lamba Leda Utara pada Jumat (21/8/2026), enam hari setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT.

Dalam rekaman tersebut, Agustinus terlihat menyampaikan keberatannya dengan nada tinggi kepada petugas BNPB. Ia mempersoalkan informasi mengenai jumlah bantuan yang telah disalurkan ke wilayahnya karena menurutnya kondisi logistik yang tersedia di posko belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat.

“Bapak bilang bantuan banyak turun ke sini. Saya tersinggung, Pak. Saya marah, Pak,” ujar Agustinus dalam video tersebut.

Persoalan distribusi bantuan menjadi perhatian karena Kecamatan Lamba Leda Utara memiliki wilayah terdampak yang cukup luas. Dalam situasi tanggap darurat, Agustinus bertanggung jawab mengoordinasikan kebutuhan bantuan bagi 21.171 jiwa yang tersebar di 11 desa.

Perbedaan antara jumlah bantuan yang telah dikirim secara keseluruhan dengan logistik yang sudah tiba dan tersedia di satu wilayah pada waktu tertentu dapat menjadi salah satu sumber persoalan koordinasi di lapangan. Karena itu, Pemkab Manggarai Timur menekankan pentingnya penyamaan data, komunikasi, serta koordinasi antara pemerintah daerah dan lembaga penanggulangan bencana.

Klarifikasi Pemkab tersebut sekaligus menegaskan bahwa video yang beredar tidak semestinya langsung dipahami sebagai perselisihan antarlembaga. Dalam kondisi bencana, distribusi bantuan melibatkan banyak unsur dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah, sehingga ketepatan informasi dan koordinasi menjadi bagian penting dari penanganan darurat.

Pemerintah daerah berharap persoalan tersebut segera diselesaikan melalui komunikasi langsung sehingga tidak mengganggu proses penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak gempa. Fokus penanganan saat ini tetap diarahkan pada pemenuhan kebutuhan warga serta penguatan koordinasi di seluruh wilayah terdampak.