Prabowo: Indonesia Tidak Gentar Hadapi Tekanan MSCI

Memuat berita

Nasional

Prabowo: Indonesia Tidak Gentar Hadapi Tekanan MSCI

Devi Sry Atmaja · 22 Oktober 2026 · 17:18 WIB · 4 dibaca
Prabowo: Indonesia Tidak Gentar Hadapi Tekanan MSCI

Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto merespons tekanan dari MSCI terhadap pasar modal Indonesia. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan dari pihak mana pun. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna. Forum tersebut berlangsung di Halaman Tengah Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026). Dalam sidang kabinet, Prabowo menyampaikan evaluasi dan pandangan terkait kondisi terkini. Ia mengakui bahwa pemerintahan telah bekerja dengan baik. Namun, tantangan yang dihadapi masih besar. Harapan rakyat dan berbagai kesulitan menjadi bagian dari realitas yang harus dihadapi.

“Saudara-saudara, kita telah bekerja dengan baik tapi kita tau tantangan masih besar rakyat kita berharap kesulitan kita masih banyak gangguan masih banyak,” kata Prabowo.

Pernyataan itu menjadi pembuka sebelum ia menyinggung isu tekanan terhadap pasar saham. Suasana sidang kabinet menjadi ajang penyampaian sikap tegas. Prabowo kemudian secara khusus menyinggung MSCI. Lembaga tersebut belakangan memberikan tekanan terhadap pasar saham Indonesia. Ia menilai berbagai gangguan datang dari banyak arah. MSCI menjadi salah satu yang disebut secara eksplisit dalam pidatonya.

“Kita terus dihadang ada apa itu, macem-macem lah ada MSCI macem-macem dia mau takut-takutin kita,” ujarnya. Bahasa yang digunakan Prabowo lugas dan langsung.

Ia menggambarkan upaya menakut-nakuti yang ditujukan kepada Indonesia. Respons tersebut menunjukkan sikap tidak tunduk pada tekanan eksternal. Presiden menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak akan takut maupun gentar. Tekanan dari MSCI atau pihak lain tidak akan membuat pemerintah mundur. Sikap tegas ini disampaikan di hadapan jajaran menteri dalam sidang paripurna. Pesan kedaulatan dan kemandirian menjadi inti pernyataannya.

“Saya hanya katakan pada MSCI bangsa Indonesia tidak takut siapapun dan tidak akan gentar,” tegas Prabowo. Kalimat tersebut menjadi penegasan utama terkait isu MSCI. Ia berbicara langsung seolah-olah menyampaikan pesan kepada lembaga tersebut. Ketegasan sikap pemerintah tersampaikan dengan jelas.

Sidang Kabinet Paripurna di Halaman Tengah Istana Negara menjadi forum resmi penyampaian sikap Presiden. Kehadiran para menteri memperkuat bobot pernyataan yang disampaikan. Evaluasi dua tahun pemerintahan dan tantangan ke depan menjadi konteks sidang. Isu pasar modal masuk dalam perhatian. MSCI sebagai lembaga penyedia indeks global memiliki pengaruh terhadap aliran investasi. Tekanan atau perubahan kebijakan terkait pasar Indonesia dapat memengaruhi sentimen investor. Prabowo memilih merespons dengan sikap tegas agar tidak timbul kesan pemerintah mudah digoyahkan. Stabilitas dan kepercayaan diri menjadi pesan yang ingin dibangun.

Dalam pidatonya, Prabowo mengakui bahwa gangguan masih banyak. Tantangan tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari faktor eksternal. MSCI disebut sebagai salah satu contoh gangguan yang dihadapi. Namun, ia menekankan bahwa bangsa Indonesia siap menghadapinya tanpa rasa takut. Sikap tidak gentar yang disampaikan Prabowo sejalan dengan narasi kemandirian yang sering ia dengungkan. Pemerintah ingin menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi dan pasar modal ditentukan oleh kepentingan nasional. Tekanan dari lembaga internasional tidak akan mengubah arah kebijakan secara gegabah. Kedaulatan ekonomi menjadi prinsip yang dipegang.

Para menteri yang hadir dalam sidang kabinet mendengarkan langsung penegasan Presiden. Arahan tersebut menjadi acuan bagi jajaran terkait, khususnya yang membidangi ekonomi dan pasar modal. Koordinasi antar kementerian diharapkan semakin solid dalam menghadapi dinamika global. Respons terhadap MSCI menjadi bagian dari sikap kolektif pemerintahan. Prabowo menggunakan bahasa yang sederhana namun tegas saat menyinggung MSCI. Ia tidak masuk ke dalam detail teknis pasar modal, melainkan menekankan aspek mentalitas dan sikap bangsa. “Tidak takut siapapun dan tidak akan gentar” menjadi formulasi kunci yang ia sampaikan. Pesan tersebut ditujukan baik kepada internal maupun eksternal.

Sidang kabinet di Istana Negara pada Rabu tersebut menjadi momen penting penyampaian evaluasi. Di tengah pembahasan capaian dan tantangan, isu tekanan MSCI diangkat secara terbuka. Transparansi sikap Presiden di hadapan kabinet dan publik menjadi catatan tersendiri. Pasar dan pelaku usaha dapat membaca sinyal dari pernyataan tersebut.