Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Karhutla, Perhatian Serius pada Lahan Gambut dan Kabut Asap

Memuat berita

Nasional

Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Karhutla, Perhatian Serius pada Lahan Gambut dan Kabut Asap

Devi Sry Atmaja · 13 Oktober 2026 · 14:18 WIB · 2 dibaca
Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Karhutla, Perhatian Serius pada Lahan Gambut dan Kabut Asap

Foto: Dok. Biro Sekretariat Presiden

JAKARTA -  Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran menteri dan pimpinan lembaga terkait. Agenda utama pembahasan adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Rapat berlangsung pada Senin, 12 Oktober 2026. Isu ini mendapat perhatian khusus dari kepala negara. Rapat terbatas tersebut digelar di Istana Negara. Sejumlah pejabat tinggi negara hadir secara langsung. Panglima TNI dan Kapolri turut hadir dalam pertemuan. Kementerian Kehutanan juga hadir untuk memberikan laporan situasi di lapangan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menyampaikan keterangan usai rapat. Ia menjelaskan sikap Presiden terhadap isu karhutla. Menurutnya, Presiden memberikan perhatian yang sangat serius. Situasi di lapangan menjadi pertimbangan utama. Dudung Abdurachman menyoroti luasnya lahan gambut yang terbakar. Kebakaran di lahan gambut dinilai sulit dipadamkan dan berdampak jangka panjang. Selain itu, sebaran kabut asap mulai meluas hingga ke negara-negara tetangga. Dampak lintas batas menjadi perhatian khusus dalam rapat.

“Presiden memberi perhatian sangat serius terhadap isu karhutla, terutama mengingat luasnya lahan gambut yang terbakar serta dampak sebaran kabut asap yang mulai meluas hingga ke negara-negara tetangga,” ujar Dudung.

Pernyataan tersebut menegaskan prioritas pemerintah dalam menangani bencana ini. Koordinasi lintas lembaga menjadi kunci. Jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mengikuti pembahasan secara daring. Kehadiran mereka penting untuk menyampaikan data dan perkembangan penanganan di lapangan. Koordinasi antara pusat dan daerah terus diperkuat. Respons cepat menjadi harapan utama.

Rapat terbatas ini menjadi momentum evaluasi penanganan karhutla. Presiden ingin memastikan seluruh langkah yang diambil berjalan efektif. Keterlibatan TNI dan Polri menunjukkan pendekatan multi-instansi. Sinergi antarlembaga diharapkan mempercepat pengendalian api. Lahan gambut yang terbakar menjadi tantangan tersendiri. Api di bawah permukaan sering kali sulit terdeteksi dan dipadamkan. Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan di dalam negeri. Negara tetangga juga mulai terdampak oleh sebaran asap. Presiden Prabowo menekankan pentingnya penanganan yang komprehensif. Tidak hanya pemadaman, tetapi juga pencegahan dan pemulihan. Rapat terbatas menjadi forum untuk menyelaraskan strategi. Setiap kementerian dan lembaga memiliki peran masing-masing.

Kehadiran Panglima TNI dan Kapolri di Istana Negara menunjukkan keseriusan pemerintah. Personel TNI dan Polri sering dilibatkan dalam operasi pemadaman. Dukungan logistik dan personel menjadi bagian penting dari strategi. Koordinasi operasional dibahas dalam rapat. Kementerian Kehutanan memberikan gambaran kondisi hutan dan lahan yang terdampak. Data titik api dan luas area terbakar menjadi bahan pembahasan. Langkah-langkah mitigasi ke depan disusun berdasarkan data tersebut. Pencegahan karhutla di musim kemarau menjadi agenda jangka panjang.

BNPB yang mengikuti secara daring menyampaikan laporan terkini. Posko penanganan di daerah terus dipantau. Distribusi bantuan dan peralatan pemadam menjadi perhatian. Koordinasi daring memudahkan penyampaian informasi secara real time. Dampak kabut asap yang meluas hingga ke negara tetangga menambah urgensi penanganan. Diplomasi lingkungan dengan negara-negara sekitar menjadi bagian dari respons pemerintah. Indonesia berkomitmen mengendalikan sumber asap di dalam negeri. Kerja sama regional tetap dijaga. Rapat terbatas yang dipimpin Presiden diharapkan menghasilkan langkah konkret. Optimasi pemadaman udara dan darat terus digencarkan. Penggunaan teknologi dan bantuan internasional juga dipertimbangkan. Seluruh sumber daya diarahkan untuk mempercepat pengendalian.