Memuat berita

Politik

Prabowo Rombak Pimpinan Badan Gizi Nasional, Evaluasi Temukan Sejumlah Persoalan Tata Kelola

Fazlur Rahman · 03 Juni 2026 · 16:37 WIB · 8 dibaca

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah pemerintah menyelesaikan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan memastikan pelaksanaan program-program strategis di bidang gizi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa hasil evaluasi yang dilakukan selama sekitar satu setengah tahun menemukan sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi. Temuan tersebut mencakup aspek kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola kelembagaan, hingga mekanisme pengawasan kualitas makanan dalam berbagai program yang dijalankan BGN.

Menurut Prasetyo, pemerintah menilai perbaikan di tingkat kepemimpinan diperlukan agar proses pengawasan dan pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif. Ia menegaskan bahwa kualitas layanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama, terutama karena program-program yang dijalankan BGN berkaitan langsung dengan kebutuhan gizi masyarakat.

“Pemerintah ingin memastikan seluruh program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Prasetyo.

Pergantian Pimpinan

Dalam perombakan tersebut, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru menggantikan Dadan Hindayana.

Selain itu, dua posisi wakil kepala juga mengalami perubahan. Agustina Arumsari dan Trenggono dilantik sebagai wakil kepala baru menggantikan Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya.

Pergantian ini menjadi salah satu langkah korektif yang ditempuh pemerintah untuk memperkuat koordinasi, pengawasan, dan akuntabilitas di dalam lembaga yang memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan peningkatan kualitas gizi nasional.

Fokus pada Perbaikan Sistem

Pemerintah menegaskan bahwa perombakan pimpinan bukan semata-mata pergantian figur, melainkan bagian dari upaya memperbaiki sistem kerja secara menyeluruh. Evaluasi yang dilakukan disebut tidak hanya menyoroti aspek administratif, tetapi juga efektivitas pelaksanaan program di lapangan.

Salah satu perhatian utama pemerintah adalah memastikan setiap tahapan pengelolaan program, mulai dari perencanaan, distribusi, hingga pengawasan kualitas makanan, dapat berjalan sesuai prosedur. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program-program yang didanai negara.

Selain itu, audit internal masih terus berlangsung guna menindaklanjuti berbagai temuan yang muncul selama proses evaluasi. Hasil audit tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan langkah perbaikan lanjutan, baik dari sisi regulasi, pengawasan, maupun manajemen organisasi.

Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan

Di tengah pergantian pimpinan, Istana memastikan bahwa program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah tidak akan terganggu. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh layanan dan kegiatan operasional tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Program tersebut selama ini menjadi salah satu agenda utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Karena itu, kesinambungan pelaksanaan program menjadi perhatian penting dalam proses transisi kepemimpinan di BGN.

Perombakan ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap lembaga pelaksana program strategis nasional. Dengan kepemimpinan baru dan proses audit yang masih berlangsung, perhatian publik kini tertuju pada sejauh mana BGN mampu memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program gizi di masa mendatang.