QRIS Kini Bisa Digunakan di Jepang, Transaksi Melonjak 95 Persen pada Kuartal II 2026

Memuat berita

Keuangan

QRIS Kini Bisa Digunakan di Jepang, Transaksi Melonjak 95 Persen pada Kuartal II 2026

Devi Sry Atmaja · 22 Oktober 2026 · 17:18 WIB · 2 dibaca
QRIS Kini Bisa Digunakan di Jepang, Transaksi Melonjak 95 Persen pada Kuartal II 2026

Foto: Shutterstock

JAKARTA – Masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Jepang kini semakin dimudahkan dalam melakukan transaksi pembayaran. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mulai dapat digunakan di sejumlah merchant di Jepang, sehingga wisatawan asal Indonesia tidak perlu selalu menyiapkan uang tunai dalam mata uang yen untuk membayar berbagai kebutuhan selama berada di Negeri Sakura. Kehadiran QRIS di Jepang menjadi perkembangan penting dalam perluasan sistem pembayaran digital Indonesia ke luar negeri. Melalui layanan ini, masyarakat dapat melakukan pembayaran dengan memindai kode QR pada merchant yang telah mendukung transaksi QRIS lintas negara. Kemudahan tersebut diharapkan membuat aktivitas belanja, wisata kuliner, hingga pembelian oleh-oleh menjadi lebih praktis.

Sejumlah merchant di Tokyo dilaporkan telah menerima pembayaran menggunakan QRIS. Tempat usaha yang melayani transaksi tersebut mencakup kafe hingga toko suvenir yang kerap menjadi tujuan wisatawan. Perluasan penerimaan ini memberikan alternatif pembayaran bagi masyarakat Indonesia yang ingin menikmati perjalanan di Jepang dengan lebih nyaman. Sebelumnya, wisatawan Indonesia yang berbelanja di Jepang umumnya perlu menyiapkan uang tunai yen atau menggunakan instrumen pembayaran lain yang diterima oleh pedagang setempat. Dengan hadirnya QRIS di merchant yang mendukung layanan tersebut, proses pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi pembayaran yang kompatibel, tanpa harus selalu mengandalkan uang tunai.

Perkembangan penggunaan QRIS lintas negara juga tercermin dari peningkatan transaksi yang terjadi di Jepang. Pada kuartal II 2026, transaksi QRIS Indonesia outbound di negara tersebut tercatat meningkat sebesar 95 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Angka ini menunjukkan pertumbuhan aktivitas pembayaran menggunakan QRIS oleh pengguna Indonesia di Jepang dalam periode tersebut. Kenaikan sebesar 95 persen itu menjadi indikator meningkatnya pemanfaatan pembayaran digital lintas negara. Meski demikian, persentase pertumbuhan tersebut merupakan perbandingan dengan kuartal sebelumnya dan tidak dengan sendirinya menunjukkan besarnya nilai transaksi secara keseluruhan. Data mengenai nominal transaksi maupun jumlah pengguna belum tercantum dalam informasi yang tersedia.

Peningkatan transaksi tersebut berlangsung seiring dengan upaya memperluas penerimaan QRIS di Jepang. Penambahan merchant menjadi salah satu langkah yang didorong agar semakin banyak tempat usaha dapat melayani pembayaran dari pengguna Indonesia. Semakin luas jaringan merchant yang menerima QRIS, semakin besar pula pilihan transaksi yang dapat dimanfaatkan wisatawan selama berada di negara tersebut. Selain memperluas jaringan merchant, penguatan kerja sama dengan berbagai pihak di Jepang juga terus didorong. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem pembayaran lintas negara, terutama untuk mendukung konektivitas antara sistem pembayaran Indonesia dan layanan pembayaran yang digunakan oleh pelaku usaha di negara tujuan.

Bagi wisatawan Indonesia, pembayaran menggunakan QRIS berpotensi mengurangi kerepotan dalam menyiapkan uang tunai untuk transaksi sehari-hari. Pengguna dapat membayar pembelian di merchant yang telah mendukung layanan tersebut melalui aplikasi pembayaran yang kompatibel, sehingga proses transaksi menjadi lebih sederhana. Meski menawarkan kemudahan, wisatawan tetap perlu memastikan bahwa merchant yang dikunjungi benar-benar menerima pembayaran QRIS lintas negara. Tidak semua toko, restoran, atau tempat wisata di Jepang otomatis menyediakan layanan tersebut. Karena itu, ketersediaan kode QR yang kompatibel dan dukungan dari aplikasi pembayaran yang digunakan perlu diperhatikan sebelum melakukan transaksi.

Pengguna juga sebaiknya memeriksa nominal pembayaran, rincian transaksi, serta nilai konversi mata uang yang ditampilkan pada aplikasi sebelum mengonfirmasi pembayaran. Langkah ini penting agar konsumen memahami jumlah yang dibayarkan dalam rupiah maupun nilai transaksi yang berlaku, termasuk apabila terdapat ketentuan biaya atau konversi tertentu dari penyedia layanan. Bagi pelaku usaha di Jepang, penerimaan QRIS dapat membuka peluang untuk melayani wisatawan Indonesia dengan lebih mudah. Kemudahan metode pembayaran menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung pengalaman berbelanja wisatawan, khususnya di kawasan yang banyak dikunjungi pelancong dari Indonesia. Namun, dampaknya terhadap peningkatan penjualan tetap bergantung pada jumlah pengguna, cakupan merchant, serta kondisi pasar setempat.

Perluasan QRIS ke luar negeri juga memperlihatkan perkembangan sistem pembayaran digital Indonesia yang semakin terhubung dengan ekosistem pembayaran internasional. Interoperabilitas pembayaran lintas negara memungkinkan pengguna melakukan transaksi secara lebih praktis, sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama antara penyedia jasa pembayaran dan pelaku usaha di berbagai negara. Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia ke luar negeri, kemudahan transaksi digital menjadi salah satu kebutuhan yang semakin relevan. Wisatawan tidak hanya membutuhkan akses transportasi dan akomodasi, tetapi juga metode pembayaran yang praktis, aman, dan mudah digunakan. Kehadiran QRIS di sejumlah merchant Jepang dapat menjadi alternatif tambahan, meskipun pengguna tetap disarankan menyiapkan metode pembayaran cadangan untuk mengantisipasi merchant yang belum mendukung layanan tersebut.

Dengan pertumbuhan transaksi QRIS Indonesia outbound di Jepang sebesar 95 persen pada kuartal II 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya, pengembangan layanan ini berpotensi terus memperluas pilihan pembayaran bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Penambahan merchant dan penguatan kerja sama dengan berbagai pihak di Jepang menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan tersebut. Ke depan, cakupan penerimaan dan kemudahan penggunaan akan menjadi aspek utama untuk menentukan sejauh mana QRIS dapat dimanfaatkan dalam aktivitas transaksi sehari-hari wisatawan Indonesia di Negeri Sakura.