Sehari Usai Dicopot dari Menko PMK, Pratikno Dilantik Jadi Ketua Wantimpres Prabowo

Memuat berita

Nasional

Sehari Usai Dicopot dari Menko PMK, Pratikno Dilantik Jadi Ketua Wantimpres Prabowo

Fazlur Rahman · 04 Oktober 2026 · 22:08 WIB · 3 dibaca
Sehari Usai Dicopot dari Menko PMK, Pratikno Dilantik Jadi Ketua Wantimpres Prabowo

Foto: INews

Presiden Prabowo Subianto melantik Pratikno sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Pelantikan tersebut menjadi babak baru bagi Pratikno setelah sehari sebelumnya ia mengakhiri masa tugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Pratikno tidak sendiri. Presiden Prabowo juga melantik Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua Wantimpres serta 24 anggota lainnya. Susunan baru tersebut mempertemukan tokoh-tokoh dari beragam latar belakang, mulai dari tokoh agama, politikus, pengusaha, akademisi, praktisi hukum hingga mantan pejabat negara. Pengangkatan itu ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden, kemudian dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Prabowo. Para anggota Wantimpres selanjutnya menandatangani berita acara pelantikan sebelum menerima ucapan selamat dari Presiden.

Seusai pelantikan, Pratikno menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya bersama para anggota Wantimpres lainnya. Ia mengatakan komposisi baru lembaga tersebut terdiri atas tokoh nasional dengan pengalaman dan latar belakang yang beragam.

“Sebagaimana Anda ketahui bahwa anggota-anggota Wantimpres yang baru ini adalah tokoh-tokoh nasional dari berbagai bidang, dari berbagai agama, dari berbagai profesi yang sudah berpengalaman membaktikan diri pada negeri kita tercinta,” kata Pratikno seusai dilantik.

Menurut Pratikno, keberagaman pengalaman tersebut menjadi modal bagi Wantimpres dalam menjalankan tugas memberikan masukan kepada Presiden. Ia menyebut para anggota memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman dan menyampaikan pertimbangan kepada Kepala Negara dalam menjalankan pemerintahan.

“Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi kami untuk berbagi pengalaman menyampaikan pertimbangan kepada Bapak Presiden,” ujarnya.

Pengangkatan Pratikno menjadi Ketua Wantimpres berlangsung hanya satu hari setelah Prabowo melakukan perombakan Kabinet Merah Putih. Pada Kamis (1/10/2026), Pratikno mengakhiri tugasnya sebagai Menko PMK dan posisinya kemudian diisi oleh Sugiono. Pergantian tersebut membuat Pratikno berpindah dari posisi koordinator kementerian menjadi pimpinan lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

Pratikno sendiri bukan sosok baru dalam lingkar pemerintahan nasional. Ia merupakan akademisi dan Guru Besar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada yang pernah menjabat Rektor UGM pada 2012-2014. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Menteri Sekretaris Negara selama pemerintahan Presiden Joko Widodo pada periode 2014-2024 sebelum kemudian masuk ke pemerintahan Prabowo sebagai Menko PMK.

Selain Pratikno dan Hatta Rajasa, posisi pimpinan Wantimpres juga diisi Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota. Qodari sebelumnya menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Posisi tersebut kemudian diisi Syahganda Nainggolan yang dilantik pada hari yang sama.

Komposisi Wantimpres yang baru juga menghadirkan sejumlah nama yang sudah lama dikenal publik. Dari kalangan tokoh agama terdapat Shinta Nuriyah Wahid, Muhammad Quraish Shihab, Said Aqil Siradj, Yahya Cholil Staquf, Salim Segaf Aljufri, Anwar Iskandar, hingga Budi Tanuwibowo.

Dari kalangan politik dan pemerintahan, terdapat Bambang Soesatyo, Agum Gumelar, Budi Gunawan, Soekarwo, serta Hatta Rajasa yang kini dipercaya sebagai Wakil Ketua Wantimpres. Sejumlah nama tersebut memiliki pengalaman panjang di lembaga negara maupun pemerintahan.

Dunia usaha juga mendapat tempat dalam susunan Wantimpres. Nama Chairul Tanjung, Jusuf Hamka, Dato' Sri Tahir, dan Philip Kuncoro Wijaya tercantum sebagai anggota. Kehadiran tokoh-tokoh dari sektor bisnis menambah keragaman pengalaman dalam lembaga yang menjadi bagian dari struktur pendukung Presiden tersebut.

Sementara dari kalangan akademisi dan pemikir, terdapat Yusuf Wanandi serta Rocky Gerung. Rocky menjadi salah satu nama yang paling menarik perhatian dalam susunan baru tersebut. Kehadirannya di Istana sebelum prosesi pelantikan sempat menjadi perhatian karena ia tidak banyak memberikan penjelasan mengenai agenda kedatangannya. Beberapa jam kemudian, namanya resmi tercantum sebagai anggota Wantimpres.

Dari bidang hukum, terdapat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dan praktisi hukum Margarito. Sementara itu, mantan pejabat negara lainnya yang masuk dalam susunan Wantimpres adalah Ignasius Jonan serta Budi Gunawan.

Dengan komposisi tersebut, Wantimpres periode baru berisi tokoh-tokoh dengan pengalaman yang cukup beragam. Ada yang berlatar belakang pemerintahan, politik, keagamaan, dunia usaha, akademisi, hukum hingga keamanan. Pemerintah menyebut keberagaman tersebut sebagai bagian dari komposisi lembaga yang diharapkan dapat memberikan pertimbangan kepada Presiden dari berbagai sudut pandang.

Bagi Pratikno, perpindahan jabatan yang berlangsung dalam waktu singkat ini membuat perjalanan kariernya di pemerintahan kembali memasuki fase baru. Setelah hampir dua tahun menjadi Menko PMK pada pemerintahan Prabowo, ia kini dipercaya memimpin Wantimpres dan bersama para anggotanya akan memberikan nasihat serta pertimbangan kepada Presiden.

Pelantikan tersebut sekaligus menandai terbentuknya susunan baru Wantimpres di tengah perubahan sejumlah posisi penting dalam pemerintahan Prabowo. Dengan latar belakang anggota yang beragam, perhatian berikutnya akan tertuju pada bagaimana lembaga tersebut menjalankan fungsi pertimbangan dan memberikan masukan kepada Presiden dalam menghadapi berbagai agenda pemerintahan ke depan.