Serangan Hantam Bandara Internasional King Fahd di Arab Saudi, Satu Orang Tewas dan Delapan Terluka

Memuat berita

Berita International

Serangan Hantam Bandara Internasional King Fahd di Arab Saudi, Satu Orang Tewas dan Delapan Terluka

Devi Sry Atmaja · 22 Oktober 2026 · 17:16 WIB · 2 dibaca
Serangan Hantam Bandara Internasional King Fahd di Arab Saudi, Satu Orang Tewas dan Delapan Terluka

Foto: REUTERS

DAMMAM – Serangan yang menyasar Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi, pada Rabu (21/10/2026) menewaskan satu orang dan menyebabkan delapan lainnya terluka. Insiden tersebut menambah kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas publik dan infrastruktur strategis di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah. Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) mengonfirmasi adanya korban jiwa dan korban luka dalam serangan tersebut. Berdasarkan keterangan yang dilaporkan, para korban mengalami tingkat luka yang beragam, mulai dari ringan hingga kritis. Seluruh korban luka segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dalam pernyataan resminya, GACA menyampaikan bahwa Bandara Internasional King Fahd di Dammam menjadi sasaran serangan pada Rabu malam. Otoritas penerbangan sipil tersebut juga mengonfirmasi adanya korban jiwa serta sejumlah orang yang terluka akibat insiden tersebut.

"Serangan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan delapan lainnya terluka, dengan tingkat cedera mulai dari ringan hingga kritis," demikian inti keterangan GACA sebagaimana dilaporkan Al Jazeera. Otoritas tersebut menyatakan bahwa para korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain menimbulkan korban jiwa, serangan tersebut juga mengakibatkan kerusakan material di area bandara. Pihak berwenang masih melakukan penilaian untuk mengetahui tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Belum tersedia rincian lengkap mengenai bagian fasilitas yang terdampak maupun nilai kerugian akibat kejadian tersebut. Hingga laporan mengenai kejadian tersebut disampaikan, otoritas Arab Saudi belum mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan ke Bandara Internasional King Fahd. Jenis senjata yang digunakan dalam insiden itu juga belum dijelaskan secara terperinci. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah serangan tersebut diluncurkan menggunakan rudal, drone, atau metode lainnya.

Insiden di Dammam terjadi ketika Arab Saudi menghadapi peningkatan ancaman keamanan di tengah konflik yang melibatkan kelompok Houthi di Yaman. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah fasilitas strategis Arab Saudi dilaporkan menjadi sasaran serangan, termasuk infrastruktur penerbangan dan fasilitas energi. Meski demikian, keterlibatan pihak tertentu dalam serangan terhadap Bandara Internasional King Fahd belum dikonfirmasi secara resmi. Sebelum serangan di bandara tersebut, insiden lain terjadi di ladang minyak Shaybah yang dioperasikan Saudi Aramco di Provinsi Timur Arab Saudi. Pada Rabu (21/10), sistem pertahanan udara Saudi mencegat sebuah drone yang diduga hendak menyerang fasilitas di kawasan ladang minyak tersebut. Peristiwa itu kembali menimbulkan korban jiwa akibat dampak dari intersepsi drone.

Kementerian Energi Arab Saudi melaporkan bahwa dua orang berkewarganegaraan asing tewas dan dua lainnya terluka akibat puing-puing drone yang berhasil dicegat. Korban meninggal diketahui merupakan warga negara Filipina dan Nepal, sedangkan dua korban luka berasal dari Pakistan dan India. Puing-puing tersebut memicu kebakaran pada kendaraan milik kontraktor yang bekerja di sekitar fasilitas minyak. Kementerian Energi Saudi menyatakan bahwa insiden di ladang minyak Shaybah tidak mengganggu kegiatan operasional fasilitas tersebut. Meski demikian, jatuhnya korban jiwa akibat puing-puing drone menunjukkan bahwa upaya pertahanan udara untuk menggagalkan serangan tetap dapat menimbulkan risiko bagi orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Rangkaian insiden tersebut menambah daftar ancaman terhadap infrastruktur strategis Arab Saudi. Bandara internasional memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, kegiatan penerbangan komersial, serta hubungan ekonomi dengan negara lain. Sementara itu, fasilitas minyak menjadi bagian vital dari perekonomian Saudi dan pasokan energi global. Serangan terhadap fasilitas penerbangan juga berpotensi memengaruhi aktivitas perjalanan dan operasional maskapai. Bergantung pada tingkat kerusakan dan penilaian keamanan, otoritas dapat melakukan pemeriksaan tambahan, pembatasan akses, atau penyesuaian jadwal penerbangan. Namun, rincian mengenai dampak operasional serangan di Bandara Internasional King Fahd belum sepenuhnya tersedia dalam informasi yang dilaporkan.

Situasi keamanan di kawasan tersebut turut mendapat perhatian internasional. Pada hari yang sama, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memerintahkan sejumlah pegawai diplomatik non-darurat beserta anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan. Langkah tersebut mencerminkan perhatian terhadap risiko yang dihadapi personel diplomatik di tengah eskalasi konflik regional. Meningkatnya serangan terhadap fasilitas sipil dan infrastruktur penting juga menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam konflik. Korban di bandara maupun di sekitar fasilitas energi memperlihatkan bahwa dampak bentrokan dapat meluas hingga ke lingkungan kerja dan fasilitas yang digunakan masyarakat. Perlindungan terhadap warga sipil menjadi salah satu aspek penting dalam setiap upaya mengurangi eskalasi konflik.

Meski sejumlah serangan di Arab Saudi dikaitkan dengan meningkatnya konflik antara kelompok Houthi dan pihak-pihak yang terlibat dalam perang Yaman, atribusi terhadap setiap insiden harus didasarkan pada informasi yang terverifikasi. Hingga keterangan mengenai serangan Bandara Internasional King Fahd dipublikasikan, otoritas belum mengumumkan siapa pelaku serangan tersebut. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap asal serangan dan pihak yang bertanggung jawab.