Setelah Lama Dikepung Kabut Asap Karhutla, Palembang Akhirnya Diguyur Hujan Tiga Hari Berturut-turut

Memuat berita

Nasional

Setelah Lama Dikepung Kabut Asap Karhutla, Palembang Akhirnya Diguyur Hujan Tiga Hari Berturut-turut

Fazlur Rahman · 31 Oktober 2026 · 12:54 WIB · 2 dibaca
Setelah Lama Dikepung Kabut Asap Karhutla, Palembang Akhirnya Diguyur Hujan Tiga Hari Berturut-turut

Foto: CNBC INDONESIA

Setelah dilanda musim kemarau panjang yang disertai kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), akhirnya kembali diguyur hujan selama tiga hari berturut-turut. Hujan yang turun sejak Sabtu (24/10/2026) itu membawa harapan bagi warga agar kualitas udara membaik dan kabut asap yang mengganggu aktivitas sehari-hari segera menghilang.

Salah seorang warga Palembang, Indra, mengungkapkan rasa syukurnya atas turunnya hujan setelah masyarakat menghadapi periode kering dan kabut asap. Menurut dia, hujan telah mengguyur ibu kota Sumatera Selatan tersebut selama tiga hari berturut-turut hingga Senin (27/10/2026) pagi.

“Alhamdulillah, Palembang sudah tiga hari berturut-turut turun hujan setelah dilanda musim kemarau dan kabut asap,” kata Indra kepada CNN Indonesia, Senin pagi.

Bagi warga, turunnya hujan menjadi kabar yang melegakan setelah kemarau panjang membuat kondisi lingkungan terasa semakin kering, sementara kabut asap karhutla menyelimuti sejumlah kawasan. Hujan diharapkan dapat membantu mengurangi partikel debu dan asap yang berada di udara, meskipun dampaknya terhadap kualitas udara tetap bergantung pada intensitas hujan, kondisi angin, serta aktivitas kebakaran yang masih berlangsung di wilayah sekitar.

Indra berharap hujan tidak hanya turun dalam waktu singkat, tetapi berlanjut dengan intensitas yang memadai dan menjangkau wilayah yang lebih luas. Ia ingin hujan mampu membantu menghilangkan kabut asap yang selama ini mengganggu kenyamanan warga Palembang.

Harapan tersebut muncul karena hujan sesaat belum tentu cukup untuk mengatasi persoalan asap apabila sumber kebakaran masih aktif. Kabut asap akibat karhutla dapat terbawa angin dari lokasi kebakaran di sekitar kota maupun wilayah lain, sehingga kondisi udara di Palembang juga dipengaruhi oleh perkembangan kebakaran dan arah pergerakan asap.

Selain membantu membasahi lahan yang mengering, hujan yang turun secara berkelanjutan berpotensi mengurangi risiko munculnya titik api baru. Namun, curah hujan yang turun di satu kawasan tidak otomatis memadamkan seluruh kebakaran, terutama jika api masih membara di lapisan gambut atau berada di lokasi yang sulit dijangkau petugas.

Karena itu, masyarakat berharap perubahan cuaca ini menjadi awal membaiknya kondisi lingkungan di Sumatera Selatan. Hujan yang merata diharapkan dapat membantu meredakan dampak kemarau, mengurangi kepulan asap, serta membuat aktivitas warga kembali berlangsung dengan lebih nyaman.

Meski demikian, kondisi kualitas udara tetap perlu dipantau untuk memastikan apakah hujan selama tiga hari tersebut benar-benar diikuti penurunan konsentrasi polutan. Informasi mengenai kualitas udara, perkembangan titik panas, serta penanganan kebakaran tetap dibutuhkan agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan yang sesuai, terutama ketika kabut asap masih terlihat atau udara terasa tidak sehat.

Turunnya hujan di Palembang pun menjadi harapan baru bagi warga yang ingin segera terbebas dari kepungan asap karhutla. Masyarakat berharap hujan terus berlanjut dan menyebar secara merata, sehingga kondisi udara berangsur pulih dan ancaman kabut asap yang mengganggu kehidupan sehari-hari dapat segera berakhir.