Stasiun Sudirman Mendadak Gelap Gulita Selama 30 Menit, KAI Commuter Pastikan KRL Tetap Normal

Memuat berita

Nasional

Stasiun Sudirman Mendadak Gelap Gulita Selama 30 Menit, KAI Commuter Pastikan KRL Tetap Normal

Devi Sry Atmaja · 26 Oktober 2026 · 14:17 WIB · 2 dibaca
Stasiun Sudirman Mendadak Gelap Gulita Selama 30 Menit, KAI Commuter Pastikan KRL Tetap Normal

Foto: Threads @rahmadiina

Suasana Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, mendadak berubah setelah pemadaman listrik membuat area stasiun gelap gulita pada Kamis (22/10/2026) malam. Peron yang dipadati penumpang terlihat minim penerangan sehingga aktivitas masyarakat yang hendak melanjutkan perjalanan menggunakan KRL sempat berlangsung dalam kondisi terbatas. Situasi tersebut membuat petugas harus mengingatkan para pengguna jasa agar lebih berhati-hati ketika berjalan di area stasiun. Pemadaman listrik itu terjadi ketika aktivitas perjalanan masyarakat pada sore menjelang malam masih berlangsung. Stasiun Sudirman merupakan salah satu titik mobilitas penumpang di kawasan pusat Jakarta, sehingga kondisi peron yang gelap menjadi perhatian tersendiri. Para penumpang yang berada di lokasi perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika berjalan di antara kerumunan atau mendekati area peron.

Dalam kondisi minim penerangan, keselamatan penumpang menjadi hal yang paling penting. Petugas stasiun mengimbau masyarakat untuk memperhatikan langkah saat berjalan dan mengikuti arahan yang diberikan selama pemadaman berlangsung. Imbauan tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko tersandung, terjatuh, atau mengalami insiden lain akibat terbatasnya jarak pandang. KAI Commuter mengonfirmasi bahwa pemadaman listrik di Stasiun Sudirman berasal dari jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Gangguan pasokan listrik tersebut berlangsung selama sekitar 30 menit, mulai pukul 18.59 WIB hingga 19.29 WIB. Selama periode tersebut, penerangan di area stasiun terdampak sehingga kondisi peron tidak seperti biasanya.

“Pemadaman berasal dari jaringan PLN dan berlangsung selama 30 menit, mulai pukul 18.59 hingga 19.29 WIB,” demikian penjelasan berdasarkan informasi yang disampaikan KAI Commuter.

Keterangan tersebut menegaskan bahwa gangguan penerangan yang terjadi berkaitan dengan pasokan listrik dari jaringan eksternal, bukan karena adanya informasi mengenai gangguan operasional perjalanan KRL. Meski kondisi stasiun sempat gelap, KAI Commuter memastikan layanan kereta rel listrik tetap berjalan normal. Perjalanan kereta tidak dilaporkan mengalami gangguan akibat pemadaman tersebut. Dengan demikian, aktivitas naik dan turun penumpang tetap berlangsung, meskipun masyarakat harus lebih berhati-hati selama penerangan di area stasiun terbatas. Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan listrik pada fasilitas stasiun tidak selalu berujung pada terhentinya perjalanan kereta. Namun, penerangan tetap menjadi salah satu aspek penting dalam menunjang keselamatan dan kenyamanan pengguna transportasi publik. Area peron, tangga, jalur keluar-masuk, serta akses menuju kereta membutuhkan pencahayaan yang memadai agar penumpang dapat bergerak dengan aman.

Di tengah situasi tersebut, peran petugas di lapangan menjadi penting untuk membantu mengarahkan penumpang. Imbauan agar masyarakat berjalan dengan hati-hati dapat membantu mengurangi risiko ketika jarak pandang terbatas. Pengguna jasa juga perlu tetap tenang, tidak berdesakan, serta mengikuti instruksi petugas apabila terjadi perubahan kondisi di area stasiun. Pemadaman yang berlangsung selama 30 menit itu berakhir pada pukul 19.29 WIB berdasarkan informasi yang disampaikan KAI Commuter. Meski demikian, penyebab teknis terperinci dari gangguan jaringan PLN tersebut tidak dijelaskan dalam informasi yang tersedia. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah pemadaman dipicu oleh gangguan peralatan, pemeliharaan jaringan, atau faktor teknis lainnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat mengenai pentingnya kesiapan fasilitas pendukung di stasiun ketika terjadi gangguan pasokan listrik. Pencahayaan darurat, sistem komunikasi, dan koordinasi petugas merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan penumpang. Penanganan yang cepat dan informasi yang jelas juga dibutuhkan agar masyarakat dapat mengetahui kondisi layanan serta langkah yang perlu dilakukan selama gangguan berlangsung. Bagi pengguna KRL yang beraktivitas pada malam hari, kejadian tersebut menjadi alasan untuk tetap memperhatikan kondisi sekitar saat berada di stasiun. Penumpang disarankan mengikuti petunjuk petugas, menggunakan akses yang telah ditentukan, dan menghindari berlari ketika kondisi penerangan belum memadai. Langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga keselamatan diri sendiri maupun penumpang lainnya.

KAI Commuter memastikan perjalanan KRL tetap berjalan normal meskipun Stasiun Sudirman sempat mengalami pemadaman listrik selama setengah jam. Sementara itu, penyebab gangguan pasokan listrik berada pada jaringan PLN sebagaimana dijelaskan oleh operator kereta. Kejadian ini menyoroti pentingnya keandalan pasokan listrik dan kesiapan penanganan darurat agar pelayanan transportasi publik tetap aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.