Tragis! Pikap Bermuatan 17 Tamu Pernikahan Tabrakan Beruntun di Pantura Indramayu, 12 Orang Tewas

Memuat berita

Nasional

Tragis! Pikap Bermuatan 17 Tamu Pernikahan Tabrakan Beruntun di Pantura Indramayu, 12 Orang Tewas

Devi Sry Atmaja · 13 Juli 2026 · 14:38 WIB · 2 dibaca
Tragis! Pikap Bermuatan 17 Tamu Pernikahan Tabrakan Beruntun di Pantura Indramayu, 12 Orang Tewas

Foto: Dok. Polres Indramayu

Sebuah kecelakaan lalu lintas yang mengerikan terjadi di Jalur Pantura, tepatnya di kawasan Kiajaran, Desa Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu (12/7/2026). Sebuah mobil pikap Daihatsu Grand Max yang mengangkut 17 orang rombongan tamu acara pernikahan mengalami tabrakan beruntun dan menewaskan 12 orang.

Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif, menjelaskan kronologi kejadian bermula ketika mobil pikap tersebut hendak melakukan putar balik di lokasi kejadian. Namun, dari belakang, sebuah truk Wing Box Hino melaju dengan kecepatan tinggi dan menyeruduk bagian belakang pikap tersebut.

Akibat benturan keras, pikap oleng dan terdorong ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, sebuah kendaraan Mitsubishi L300 (Lobak) melaju dari arah berlawanan sehingga kecelakaan beruntun pun tak terelakkan.

Dari total 17 orang yang berada di dalam pikap, 12 orang di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian. Para korban kebanyakan merupakan tamu undangan acara pernikahan yang baru saja selesai dihelat. Sisanya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

“Kebanyakan korban adalah rombongan tamu hajatan. Ini sangat tragis,” ujar AKP Undang Syarif.

Petugas kepolisian bersama tim SAR dan relawan langsung melakukan evakuasi korban. Jenazah para korban telah dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga.

Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden maut di sepanjang Jalur Pantura yang kerap menjadi lokasi kecelakaan fatal akibat volume kendaraan yang padat, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Faktor putar balik mendadak dan kecepatan tinggi kendaraan besar diduga menjadi pemicu utama tragedi kali ini.

Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa kedua pengemudi kendaraan besar yang terlibat untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan serta kemungkinan adanya unsur kelalaian. Kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan menghindari manuver mendadak, terutama di jalur ramai seperti Pantura. Tragedi ini turut menyentuh hati masyarakat, mengingat korban adalah para tamu yang sedang dalam suasana bahagia menghadiri pesta pernikahan. Doa dan duka cita mendalam disampaikan untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan.