Viral Bayi Meninggal Usai Dilahirkan di RS Yabis Bontang Ternyata Rekayasa, Pasutri Ganti Jasad dengan Bantal

Memuat berita

Nasional

Viral Bayi Meninggal Usai Dilahirkan di RS Yabis Bontang Ternyata Rekayasa, Pasutri Ganti Jasad dengan Bantal

Fazlur Rahman · 02 November 2026 · 16:56 WIB · 2 dibaca
Viral Bayi Meninggal Usai Dilahirkan di RS Yabis Bontang Ternyata Rekayasa, Pasutri Ganti Jasad dengan Bantal

Foto: Kata Kaltim

Kabar meninggalnya seorang bayi setelah dilahirkan di RS Yabis Bontang, Kalimantan Timur, sempat menghebohkan media sosial. Narasi yang disertai video prosesi pemakaman bayi tersebut ramai beredar di Facebook dan mengundang perhatian masyarakat. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, polisi mengungkap bahwa seluruh cerita mengenai kehamilan, persalinan, hingga kematian bayi itu ternyata merupakan rekayasa sepasang suami istri (pasutri).

Fakta yang terungkap justru jauh berbeda dari informasi yang sebelumnya beredar. Perempuan berinisial AR diketahui tidak pernah hamil maupun menjalani proses persalinan di RS Yabis Bontang. Cerita mengenai kelahiran bayi hingga kabar kematiannya dibuat oleh AR bersama suaminya yang berinisial DN.

Bahkan, pasangan tersebut diduga mengganti jasad bayi dengan sebuah bantal ketika melaksanakan prosesi pemakaman. Benda yang dikuburkan dan diklaim sebagai jasad bayi itu ternyata bukan jenazah manusia, melainkan bantal yang sengaja digunakan untuk mendukung cerita rekayasa mereka.

Kasus ini mulai ditelusuri polisi setelah narasi dan video pemakaman tersebut menyebar luas di media sosial. Banyaknya perhatian masyarakat terhadap kabar tersebut mendorong aparat melakukan pemeriksaan untuk memastikan kebenaran informasi mengenai bayi yang disebut meninggal setelah dilahirkan di rumah sakit.

Humas Polres Bontang, Iptu Dani Purwantoro, mengatakan petugas kemudian mendatangi kediaman AR untuk meminta klarifikasi. Polisi ingin memastikan apakah benar perempuan tersebut pernah mengalami kehamilan dan melahirkan bayi di RS Yabis sebagaimana informasi yang beredar.

Dari hasil pemeriksaan awal, AR akhirnya mengakui bahwa cerita mengenai kehamilan dan kematian bayi tersebut tidak benar. Pengakuan itu sekaligus membongkar dugaan rekayasa yang dilakukan bersama suaminya.

“Iya, itu direkayasa dan diakui yang bersangkutan. Yang bersangkutan mengaku hamil, padahal faktanya tidak ada kehamilan. Jadi, jasad yang dimakamkan kemarin itu memang buatan saja,” kata Dani, Jumat (30/10/2026).

Untuk memastikan kebenaran pengakuan tersebut, polisi juga melakukan klarifikasi kepada pihak RS Yabis Bontang. Hasilnya, AR tidak ditemukan dalam catatan rumah sakit sebagai pasien yang pernah menjalani persalinan. Keterangan tersebut memperkuat temuan bahwa kabar kelahiran bayi di rumah sakit itu tidak sesuai dengan fakta.

Terungkapnya rekayasa ini membuat video pemakaman yang sebelumnya viral menjadi sorotan dari sisi berbeda. Prosesi yang semula diyakini masyarakat sebagai pemakaman seorang bayi yang meninggal dunia ternyata merupakan bagian dari cerita yang sengaja dibuat oleh pasangan tersebut.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi viral sebelum kebenarannya dipastikan. Terlebih, informasi yang menyangkut kelahiran, kematian, dan kondisi keluarga seseorang dapat memicu simpati serta reaksi emosional masyarakat.

Polisi telah memperoleh pengakuan dari AR dan mencocokkannya dengan keterangan pihak rumah sakit. Meski demikian, motif di balik rekayasa yang dilakukan AR bersama DN belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan yang disampaikan. Penjelasan lebih lanjut mengenai latar belakang tindakan pasangan tersebut masih dinantikan.