Viral Video Adegan Tak Pantas di Perpustakaan PNJ, Orang Tua Mahasiswa Datangi Kampus dan Sampaikan Permintaan Maaf
DEPOK – Kasus viral yang melibatkan dua pria dalam video berisi adegan tidak pantas di area perpustakaan kampus menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa yang terjadi di lingkungan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok, Jawa Barat, memicu berbagai reaksi dari civitas akademika, mahasiswa, hingga keluarga pihak yang terlibat.
Video tersebut memperlihatkan dua pria melakukan tindakan mesra sesama jenis di salah satu area Gedung Perpustakaan PNJ. Rekaman yang kemudian beredar luas di media sosial itu memancing perhatian masyarakat dan menimbulkan pertanyaan mengenai identitas para pelaku.
Menanggapi isu yang berkembang, Humas PNJ, Dhika, membenarkan adanya keterlibatan seorang mahasiswa aktif PNJ dalam peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa yang dimaksud berinisial AZ dan merupakan mahasiswa Program Studi Administrasi Niaga angkatan 2025.
Sementara itu, pria lain yang berada dalam video tersebut diketahui bukan mahasiswa PNJ. Berdasarkan informasi yang beredar, pria tersebut berinisial AW (20) dan berasal dari kampus lain.
Kasus ini kemudian menjadi perhatian serius pihak kampus. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNJ juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa setiap pelanggaran norma, tata tertib, kode etik, maupun ketentuan yang berlaku di lingkungan kampus harus ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
“Menanggapi isu yang sedang terjadi dan berkembang di lingkungan kampus, BEM PNJ menegaskan bahwa setiap bentuk pelanggaran terhadap norma, tata tertib, kode etik, dan ketentuan yang berlaku di lingkungan kampus harus disikapi secara serius dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” demikian pernyataan resmi BEM PNJ yang ditandatangani Ketua BEM PNJ Muhammad Farrel Adyatma Izaaz.
Di tengah ramainya perbincangan publik, perhatian juga tertuju kepada keluarga mahasiswa yang terlibat. Salah satu orang tua mahasiswa diketahui mendatangi kampus untuk menyampaikan permintaan maaf atas tindakan anaknya yang telah mencoreng nama baik keluarga maupun institusi pendidikan.
Kehadiran sang ayah menjadi momen yang menyentuh bagi sejumlah mahasiswa yang menyaksikan langsung suasana tersebut. Banyak pihak menilai bahwa orang tua berada dalam posisi yang sulit karena harus menghadapi sorotan publik akibat tindakan yang dilakukan anaknya.
Menurut sejumlah keterangan yang beredar di kalangan mahasiswa, sang ayah tampak terpukul atas kejadian tersebut. Perasaan malu, sedih, kecewa, hingga rasa hancur disebut menyelimuti dirinya setelah mengetahui kasus yang menyeret nama anaknya menjadi konsumsi publik nasional.
Beberapa mahasiswa juga mengaku mengetahui keseharian keluarga tersebut. Sang ayah disebut kerap mengantar anaknya hingga ke stasiun dan selalu memberikan dukungan serta doa agar anaknya dapat menempuh pendidikan dengan baik. Karena itu, muncul simpati dari sebagian mahasiswa terhadap kondisi psikologis keluarga yang kini ikut terdampak.
Sementara itu, pihak kampus masih melakukan proses pemeriksaan internal terkait pelanggaran yang terjadi. Berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan mahasiswa, salah satu mahasiswa yang terlibat dikabarkan berpotensi menghadapi sanksi akademik berat, termasuk kemungkinan pemberhentian atau Drop Out (DO). Namun hingga kini belum ada keputusan resmi yang diumumkan pihak kampus terkait bentuk sanksi final yang akan dijatuhkan.
Kasus ini kembali memunculkan diskusi mengenai pentingnya menjaga etika, norma, serta perilaku di lingkungan pendidikan. Banyak pihak berharap proses penanganan dilakukan secara objektif sesuai aturan kampus, sekaligus mempertimbangkan dampak yang muncul tidak hanya terhadap pelaku, tetapi juga keluarga yang turut menanggung konsekuensi sosial dari peristiwa tersebut.
Hingga saat ini, PNJ masih menjadi sorotan publik seiring menunggu hasil investigasi dan keputusan resmi yang akan diambil terkait kasus yang viral tersebut.