16 Tahun Bertahan, Apple Akhirnya Siapkan MacBook Layar Sentuh OLED

Memuat berita

Nasional

16 Tahun Bertahan, Apple Akhirnya Siapkan MacBook Layar Sentuh OLED

Fazlur Rahman · 06 Oktober 2026 · 21:15 WIB · 3 dibaca
16 Tahun Bertahan, Apple Akhirnya Siapkan MacBook Layar Sentuh OLED

Foto: VOI

Apple selama bertahun-tahun dikenal teguh mempertahankan satu prinsip dalam pengembangan komputer Mac: layar sentuh bukan metode interaksi yang ideal untuk perangkat komputer. Namun, setelah bertahan selama lebih dari satu dekade, pendirian tersebut kini dikabarkan mulai berubah.

Apple disebut tengah menyiapkan MacBook generasi baru yang akan menjadi komputer pertama perusahaan dengan layar sentuh berbasis OLED. Jika benar terwujud, langkah tersebut akan menjadi perubahan besar dalam strategi desain Mac sekaligus mengakhiri penolakan Apple terhadap teknologi touchscreen pada lini komputer buatannya.

Pandangan Apple mengenai layar sentuh pada komputer sebenarnya telah disampaikan secara terbuka sejak era Steve Jobs. Pada 2010, ketika memperkenalkan iPad, Jobs menjelaskan alasan Apple memilih pendekatan berbeda antara perangkat tablet dan komputer.

Menurut Jobs, teknologi multi-touch memang sangat cocok untuk perangkat seperti iPhone dan iPad. Namun, konsep tersebut dinilai kurang tepat apabila diterapkan pada layar komputer yang berada dalam posisi vertikal.

Masalah utamanya berkaitan dengan ergonomi. Jika layar komputer dapat disentuh secara langsung, pengguna harus terus mengangkat tangan dari meja dan mengarahkannya ke layar untuk melakukan berbagai perintah.

Posisi tersebut dianggap tidak nyaman apabila dilakukan berulang kali dalam waktu lama. Jobs bahkan menilai penggunaan layar sentuh pada komputer desktop dapat membuat pengguna cepat merasa lelah karena harus mempertahankan posisi tangan di udara.

Karena alasan itulah Apple selama bertahun-tahun memilih mempertahankan Mac dengan sistem interaksi berbasis keyboard, trackpad, dan mouse. Ketiga perangkat tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman menggunakan Mac dan sekaligus membedakannya dari iPhone maupun iPad.

Strategi tersebut membuat Apple memiliki batas yang cukup jelas antara lini produk Mac dan iPad. Mac diposisikan sebagai komputer dengan metode input tradisional, sedangkan iPad mengandalkan interaksi langsung melalui layar sentuh.

Namun, prinsip yang dipertahankan selama sekitar 16 tahun tersebut kini dikabarkan akan mengalami perubahan. Apple disebut sedang mengembangkan MacBook dengan layar sentuh OLED yang memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan tampilan komputer.

Kabar tersebut menarik perhatian karena layar sentuh pada Mac bukan sekadar penambahan fitur baru. Kehadirannya berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan komputer Apple dan sekaligus menunjukkan bagaimana perusahaan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi serta perubahan kebiasaan pengguna.

Penggunaan panel OLED juga menjadi bagian penting dari perangkat yang dikabarkan tersebut. Teknologi OLED menawarkan karakteristik tampilan yang berbeda dibandingkan panel LCD, termasuk kontras tinggi dan kemampuan menghasilkan warna hitam yang lebih pekat.

Jika MacBook layar sentuh OLED benar-benar diluncurkan, Apple harus memastikan teknologi tersebut tidak sekadar menjadi gimmick. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menghadirkan pengalaman touchscreen tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan yang selama ini menjadi salah satu alasan Apple mempertahankan keyboard dan trackpad.

Perubahan ini juga menarik jika dilihat dari perkembangan iPad. Selama bertahun-tahun Apple mendorong tablet sebagai perangkat yang semakin mampu melakukan pekerjaan layaknya komputer, termasuk melalui dukungan keyboard dan trackpad.

Di sisi lain, Mac tetap mempertahankan pendekatan tradisional. Dengan hadirnya layar sentuh pada MacBook, batas antara kedua lini produk tersebut berpotensi menjadi semakin tipis.

Meski demikian, layar sentuh kemungkinan tidak akan menggantikan keyboard, trackpad, maupun mouse. Perangkat input tradisional tersebut masih memiliki keunggulan untuk pekerjaan yang membutuhkan pengetikan panjang, presisi tinggi, maupun penggunaan dalam waktu lama.

Layar sentuh justru berpotensi menjadi metode interaksi tambahan. Pengguna dapat menggunakan sentuhan untuk aktivitas tertentu, sementara keyboard dan trackpad tetap menjadi perangkat utama untuk pekerjaan produktivitas.

Perubahan sikap Apple tersebut juga menunjukkan bahwa prinsip desain sebuah perusahaan teknologi dapat berubah ketika kondisi teknologi dan kebutuhan pengguna ikut berkembang. Apa yang dianggap kurang ideal pada 2010 belum tentu memiliki relevansi yang sama lebih dari satu dekade kemudian.

Jika kabar mengenai MacBook layar sentuh OLED ini terealisasi, produk tersebut bukan hanya akan menjadi Mac dengan teknologi layar baru. Perangkat tersebut juga dapat menjadi simbol perubahan pendekatan Apple terhadap cara manusia berinteraksi dengan komputer.

Setelah bertahun-tahun mempertahankan keyakinan bahwa layar sentuh lebih cocok untuk perangkat seperti iPhone dan iPad, Apple kini dikabarkan bersiap membawa teknologi tersebut ke MacBook.

Langkah itu sekaligus membuat pernyataan Steve Jobs pada 2010 kembali menjadi sorotan. Setelah sekitar 16 tahun, Apple tampaknya mulai menguji kembali batas antara tablet dan komputer—dan kali ini, layar sentuh bisa menjadi bagian dari masa depan Mac.