Balai Kota Jakarta Kini Dibuka untuk Warga, Ada Tur Ruang Gubernur hingga Layanan Publik

Memuat berita

Nasional

Balai Kota Jakarta Kini Dibuka untuk Warga, Ada Tur Ruang Gubernur hingga Layanan Publik

Fazlur Rahman · 04 Oktober 2026 · 22:04 WIB · 3 dibaca
Balai Kota Jakarta Kini Dibuka untuk Warga, Ada Tur Ruang Gubernur hingga Layanan Publik

Foto: Lensa Rakyat

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka akses kompleks Balai Kota Jakarta kepada masyarakat melalui program baru bernama Namu Balai Kota

Uji coba Namu Balai Kota telah dimulai pada Sabtu (3/10/2026). Antusiasme masyarakat pada hari pertama bahkan disebut cukup tinggi hingga menyebabkan antrean pendaftaran membludak. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan program tersebut akan terus dibuka agar semakin banyak warga memiliki kesempatan berkunjung ke lingkungan Balai Kota.

Pramono mengatakan pembukaan Balai Kota bagi masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun pemerintahan yang lebih terbuka dan dekat dengan warga. Menurutnya, Balai Kota bukan sekadar tempat aparatur pemerintahan bekerja, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang tidak terpisahkan dari perjalanan Jakarta.

“Balai Kota bukan hanya tempat aparatur pemerintah bertugas, tetapi juga bagian dari sejarah panjang perjalanan Jakarta. Melalui Namu Balai Kota, kami ingin membuka kesempatan bagi warga untuk datang, berinteraksi, dan melihat secara langsung bagaimana pemerintah bekerja melayani kebutuhan mereka,” ujar Pramono.

Melalui program ini, warga dapat mengikuti tur untuk menyusuri sejumlah ruang penting yang selama ini identik dengan aktivitas pemerintahan DKI Jakarta. Area yang dapat dikunjungi antara lain Pendopo, ruang tamu gubernur, ruang kerja gubernur, ruang rapat, Balairung, hingga ruang yang digunakan untuk pelantikan pejabat.

Bagi masyarakat yang ingin mengenal Jakarta dari sisi sejarah dan kreativitas, Namu Balai Kota juga menghadirkan Jakarta Cinema Experience di Ruang Pola. Wahana tersebut menyajikan perjalanan Jakarta melalui pendekatan kreatif sehingga kunjungan ke Balai Kota tidak hanya menjadi tur gedung pemerintahan, tetapi juga pengalaman edukatif.

Anak-anak juga mendapat ruang khusus melalui program Kids on Air di Studio Berita Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, mereka dapat merasakan pengalaman menjadi reporter cilik sekaligus mengenal proses di balik produksi berita.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut sebagai alternatif kegiatan bersama keluarga. Menurutnya, Balai Kota menyimpan banyak cerita mengenai perjalanan Jakarta yang belum tentu diketahui oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

“Balai Kota punya banyak cerita tentang Jakarta yang mungkin belum diketahui. Datanglah bersama keluarga, ajak anak-anak, kenali ruang-ruang yang menjadi bagian dari perjalanan kota ini, lalu nikmati karya seni, kegiatan komunitas, dan kuliner,” kata Rano.

Yang membuat Namu Balai Kota berbeda dari sekadar program wisata edukasi adalah tersedianya layanan publik dalam satu kawasan. Pemprov DKI menghadirkan Mini Mall Pelayanan Publik yang memungkinkan warga mengakses sejumlah layanan pemerintahan ketika berkunjung.

Sejumlah layanan yang tersedia antara lain pengurusan paspor dari Direktorat Jenderal Imigrasi, SIM Keliling dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, serta Samsat Keliling dari Bapenda DKI Jakarta.

Warga juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, kegiatan edukasi pemilahan sampah, pembukaan rekening Bank Jakarta, layanan perizinan berusaha, serta pelayanan administrasi kependudukan. Ada pula pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan atau APAR yang disiapkan oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

Selain fasilitas pemerintahan, Pemprov DKI menyediakan Community Playground sebagai ruang interaksi bagi masyarakat dan komunitas. Area tersebut dilengkapi Community Stage yang dapat digunakan untuk pertunjukan musik maupun permainan tradisional. Kehadiran fasilitas ini membuat kompleks Balai Kota tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara pemerintah dan masyarakat.

Program Namu Balai Kota merupakan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah. Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta menjadi leading sector

Antusiasme warga pada pelaksanaan perdana menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk melihat lebih dekat ruang-ruang pemerintahan yang selama ini relatif tertutup untuk kunjungan umum. Pramono mengatakan kondisi tersebut membuat pengelola harus menyesuaikan mekanisme kunjungan, termasuk pembagian pengunjung dalam beberapa sif.

Setelah uji coba perdana, Pramono menyampaikan Namu Balai Kota akan dibuka secara rutin dua kali dalam sebulan pada hari Sabtu

Informasi mengenai jadwal dan rangkaian kegiatan Namu Balai Kota dapat dipantau masyarakat melalui laman Jakarta Smart City dan aplikasi JAKI. Kanal digital tersebut disiapkan untuk membantu warga mengetahui agenda yang tersedia sebelum datang ke Balai Kota.

Dengan dibukanya Balai Kota melalui Namu Balai Kota, Pemprov DKI Jakarta ingin mengubah cara masyarakat memandang pusat pemerintahan tersebut. Balai Kota tidak hanya menjadi tempat gubernur dan aparatur bekerja, tetapi juga ruang yang dapat digunakan masyarakat untuk belajar mengenai sejarah Jakarta, mengenal proses pemerintahan, menikmati kegiatan seni dan budaya, sekaligus memperoleh sejumlah pelayanan.

Program ini juga memberi kesempatan bagi pelajar dan generasi muda untuk melihat secara langsung lingkungan kerja pemerintahan. Harapannya, kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai aktivitas akhir pekan, tetapi dapat menjadi pengalaman edukatif yang membuat masyarakat semakin memahami bagaimana sebuah pemerintahan kota bekerja dan memberikan pelayanan kepada warganya.