Balas Klaim Trump soal Selat Hormuz, Iran Sindir AS dengan Sebut California sebagai “Wilayah Baru”

Memuat berita

Nasional

Balas Klaim Trump soal Selat Hormuz, Iran Sindir AS dengan Sebut California sebagai “Wilayah Baru”

Fazlur Rahman · 23 Agustus 2026 · 03:30 WIB · 5 dibaca
Balas Klaim Trump soal Selat Hormuz, Iran Sindir AS dengan Sebut California sebagai “Wilayah Baru”

Foto: CNN INDONESIA

JAKARTA — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali diwarnai perang narasi di media sosial. Iran menyindir Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah Trump mengunggah peta yang menyebut Selat Hormuz sebagai “wilayah baru AS”. Sebagai balasan, akun resmi Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, mengunggah peta Amerika Serikat dengan California ditandai sebagai “wilayah baru Republik Islam Iran”.

Unggahan tersebut muncul melalui akun @IraninHyderabad“NEW TERRITORY OF ISLAMIC REPUBLIC OF IRAN”

Unggahan itu merupakan respons satir terhadap unggahan Trump di platform Truth Social sehari sebelumnya. Trump membagikan gambar peta Selat Hormuz dengan tulisan “NEW U.S. Territory”

Klaim mengenai Selat Hormuz tersebut sebelumnya telah disampaikan Trump dalam pernyataannya terkait konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Trump menyatakan keinginannya agar jalur strategis tersebut berada di bawah kendali Amerika Serikat, sekaligus menggambarkannya sebagai wilayah baru AS. 

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur laut paling strategis di dunia karena menjadi penghubung penting bagi lalu lintas energi internasional. Karena itu, setiap ketegangan yang berkaitan dengan akses dan keamanan di kawasan tersebut berpotensi berdampak lebih luas terhadap perdagangan serta pasar energi global.

Di tengah situasi tersebut, unggahan Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad tampak sengaja menggunakan pola yang sama dengan unggahan Trump. Jika Trump menyebut Selat Hormuz sebagai wilayah baru Amerika Serikat, pihak Iran membalas dengan menunjuk salah satu negara bagian AS sebagai “wilayah baru” Iran.

Pilihan California juga memiliki konteks tersendiri. Negara bagian tersebut merupakan salah satu pusat terbesar komunitas warga keturunan Iran di Amerika Serikat, khususnya di kawasan Los Angeles. Kawasan Westwood di Los Angeles bahkan lama dikenal sebagai “Tehrangeles”

Dengan demikian, penyebutan California tampaknya bukan sekadar pilihan acak. Selain menjadi simbol wilayah Amerika Serikat, California memiliki keterkaitan sosial dan budaya yang kuat dengan diaspora Iran di AS. Hal tersebut membuat sindiran yang disampaikan melalui media sosial menjadi lebih simbolis.

Namun, unggahan mengenai California tersebut bukan pengumuman resmi mengenai perubahan status wilayah atau klaim kedaulatan Iran atas negara bagian California. Konteksnya merupakan respons satir terhadap pernyataan Trump mengenai Selat Hormuz.

Perang narasi melalui media sosial ini berlangsung ketika hubungan Washington dan Teheran berada dalam kondisi tegang. Pada 18 Agustus, Trump juga menyatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung maupun yang telah dijadwalkan dengan Iran, sementara Iran mempertahankan posisi keras terkait Selat Hormuz. 

Situasi tersebut menunjukkan bagaimana media sosial kini menjadi salah satu arena komunikasi dalam konflik geopolitik. Pernyataan pemimpin negara dapat langsung direspons oleh institusi pemerintah atau perwakilan diplomatik melalui unggahan yang dirancang untuk menarik perhatian publik.

Bagi Iran, respons dengan menggunakan California sekaligus menjadi cara untuk membalikkan narasi Trump. Sementara Trump menggunakan peta untuk menggambarkan klaim terhadap wilayah strategis di luar daratan AS, Iran menggunakan peta Amerika Serikat untuk menunjukkan bahwa logika klaim tersebut dapat dibalik menjadi sebuah sindiran.

Meski dikemas dengan gaya satir, pertukaran pesan tersebut terjadi di tengah persoalan geopolitik yang serius. Selat Hormuz memiliki arti penting bagi keamanan energi dunia, sehingga pernyataan mengenai status dan penguasaan jalur tersebut tidak hanya menjadi persoalan retorika politik antara Washington dan Teheran.

Pada akhirnya, unggahan Iran mengenai California lebih tepat dipahami sebagai sindiran diplomatik terhadap klaim Trump, bukan sebagai klaim teritorial yang benar-benar hendak diwujudkan. Namun, perang kata-kata tersebut memperlihatkan semakin tajamnya ketegangan Iran-AS, sekaligus bagaimana simbol dan media sosial digunakan kedua pihak untuk menyampaikan pesan politik kepada publik global.