Cristiano Ronaldo Dihukum Federasi Portugal, Diskors 30 Hari dan Didenda Usai Tinggalkan Timnas

Memuat berita

Football

Cristiano Ronaldo Dihukum Federasi Portugal, Diskors 30 Hari dan Didenda Usai Tinggalkan Timnas

Fazlur Rahman · 22 Oktober 2026 · 17:26 WIB · 2 dibaca
Cristiano Ronaldo Dihukum Federasi Portugal, Diskors 30 Hari dan Didenda Usai Tinggalkan Timnas

Foto: Detik.com

Cristiano Ronaldo resmi dijatuhi sanksi oleh Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) setelah meninggalkan pemusatan latihan tim nasional di tengah rangkaian pertandingan UEFA Nations League. Bintang sepak bola Portugal itu mendapat hukuman skorsing selama 30 hari serta denda sebesar 255 euro.

Keputusan tersebut diumumkan pada Senin, 19 Oktober 2026, oleh komite disiplin FPF. Ronaldo dinyatakan melakukan pelanggaran disiplin setelah meninggalkan kamp timnas pada 30 September 2026, ketika Portugal sedang menjalani agenda pertandingan internasional. Sanksi skorsing mulai berlaku sejak 1 Oktober, sehingga sebagian masa hukuman telah berjalan sebelum keputusan resmi diumumkan.

Selain larangan bermain selama 30 hari, Ronaldo juga diwajibkan membayar denda sebesar 255 euro. Nilainya setara dengan sekitar Rp4,5 juta hingga Rp5 juta, bergantung pada kurs yang digunakan. Hukuman tersebut diberikan setelah federasi memproses kasus kepergian pemain berusia 41 tahun itu dari pemusatan latihan tanpa menyelesaikan agenda tim nasional.

Persoalan ini bermula ketika Ronaldo tidak dimainkan dalam pertandingan Portugal melawan Norwegia pada 27 September 2026. Dalam laga tersebut, ia hanya berada di bangku cadangan dan tidak mendapat kesempatan turun ke lapangan. Situasi itu disebut memicu kekecewaan Ronaldo terhadap pelatih Portugal, Jorge Jesus, terkait peran dan waktu bermain yang sebelumnya ia harapkan.

Ronaldo kemudian meninggalkan kamp timnas di Kopenhagen, Denmark, pada 30 September, menjelang pertandingan Portugal melawan Denmark. Ia menilai terdapat kesepakatan mengenai perannya di dalam tim yang tidak dipenuhi oleh sang pelatih. Menurut penjelasan Ronaldo, persoalan tersebut berkaitan dengan janji mengenai kesempatan bermain selama rangkaian pertandingan internasional.

Namun, Jorge Jesus membantah adanya kesepakatan seperti yang disampaikan Ronaldo. Perbedaan keterangan antara pemain dan pelatih itu menjadi bagian dari polemik yang menyertai kepergian sang kapten dari pemusatan latihan. Karena itu, alasan di balik perselisihan tersebut perlu dipahami sebagai keterangan dari masing-masing pihak, bukan sebagai kesimpulan bahwa salah satu pihak telah terbukti melanggar janji.

Sebelum keputusan hukuman resmi diumumkan, Ronaldo juga telah menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan kesediaannya menerima konsekuensi atas tindakannya. Sikap tersebut turut menjadi bagian dari pertimbangan dalam proses disiplin federasi Portugal.

Skorsing yang mulai berlaku pada 1 Oktober diperkirakan berakhir pada 30 Oktober. Dengan demikian, Ronaldo berpeluang kembali tersedia untuk memperkuat Portugal pada agenda internasional November. Portugal dijadwalkan menghadapi Denmark pada 14 November dan Wales pada 17 November dalam lanjutan fase grup UEFA Nations League.

Meski demikian, keputusan disiplin tersebut tidak merinci secara tegas pertandingan mana saja yang terdampak oleh skorsing maupun bagaimana masa hukuman sementara yang telah dijalani diperhitungkan. Karena itu, kepastian mengenai ketersediaan Ronaldo untuk laga November tetap perlu merujuk pada penjelasan resmi federasi dan status akhir hukumannya.

Kasus ini menjadi sorotan karena Ronaldo merupakan kapten sekaligus salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah tim nasional Portugal. Perselisihan terkait kesempatan bermain dan keputusan meninggalkan tim memperlihatkan bahwa status seorang pemain tidak menghapus kewajiban untuk mengikuti aturan disiplin tim nasional.

Bagi Portugal, fokus berikutnya adalah menjaga persiapan tim menjelang pertandingan November. Sementara bagi Ronaldo, penyelesaian perkara disiplin ini membuka jalan untuk kembali bergabung dengan timnas setelah masa skorsing berakhir, sepanjang tidak ada keputusan lanjutan yang mengubah statusnya.