Diduga Hendak Curi Kabel, Pria di Medan Tewas Tertimbun Longsoran dalam Gorong-gorong

Memuat berita

Nasional

Diduga Hendak Curi Kabel, Pria di Medan Tewas Tertimbun Longsoran dalam Gorong-gorong

Fazlur Rahman · 03 November 2026 · 22:18 WIB · 2 dibaca
Diduga Hendak Curi Kabel, Pria di Medan Tewas Tertimbun Longsoran dalam Gorong-gorong

Foto: Kumparan.com

Seorang pria berinisial H ditemukan tewas di dalam gorong-gorong di Jalan Sewindu, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (3/11/2026). Korban diduga tertimbun longsoran tanah dan bebatuan saat berada di dalam saluran air untuk mencuri kabel bersama seorang rekannya.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah warga melihat bagian jari tangan seseorang muncul dari timbunan material di area gorong-gorong sekitar pukul 09.00 WIB. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada aparat setempat hingga petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi.

Proses pengangkatan korban berlangsung cukup sulit karena tubuhnya terjebak di dalam gorong-gorong yang tertutup material longsoran. Petugas bahkan mengerahkan satu unit alat berat berupa excavator untuk membantu membuka akses dan mengeluarkan jasad dari lokasi.

Setelah beberapa jam melakukan upaya evakuasi, petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil mengangkat jasad korban sekitar pukul 14.23 WIB. Proses tersebut turut menjadi perhatian warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Lurah Sei Putih Timur 2, Zona Siregar, mengatakan penemuan korban bermula dari laporan masyarakat yang melihat bagian jari tangan tertimbun di area gorong-gorong. Setelah menerima informasi tersebut, petugas segera melakukan penanganan untuk memastikan kondisi orang yang berada di dalam saluran air tersebut.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Zona, H diduga masuk ke dalam gorong-gorong bersama seorang rekannya untuk melakukan pencurian kabel. Namun, saat berada di dalam saluran tersebut, korban diduga tertimbun longsoran sehingga tidak dapat keluar dan akhirnya tertinggal di lokasi.

Rekan korban kemudian memberi tahu warga bahwa H masih berada di dalam gorong-gorong. Setelah menyampaikan informasi tersebut, pria yang bersama korban itu dilaporkan melarikan diri. Hingga kini, keberadaan rekan H masih menjadi bagian dari informasi yang perlu ditindaklanjuti dalam penyelidikan.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, membenarkan adanya penemuan jasad seorang pria yang tersangkut di dalam selokan air di Jalan Sewindu. Ia menyebut korban merupakan warga sekitar yang tinggal di Kelurahan Sei Putih Timur 2.

Bambang menjelaskan, korban diduga tertimbun material berupa bebatuan yang longsor hingga membuatnya terjebak di dalam gorong-gorong. Kondisi tersebut diduga menyebabkan korban tidak mampu menyelamatkan diri. Meski demikian, rangkaian kejadian dan penyebab pasti kematian korban masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam penanganan di lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, salah satunya sebuah senter yang diduga digunakan H bersama rekannya ketika berada di dalam gorong-gorong. Barang tersebut akan menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap aktivitas kedua pria tersebut sebelum kejadian.

Berdasarkan informasi dari warga, kedua pria itu disebut telah beberapa kali diduga melakukan pencurian kabel di kawasan tersebut. Bahkan, mereka dikabarkan pernah diketahui warga saat melakukan aksi serupa, tetapi berhasil melarikan diri. Meski demikian, informasi tersebut masih perlu didalami oleh kepolisian untuk memastikan keterkaitannya dengan peristiwa yang menewaskan H.

Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya faktor lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut, termasuk dugaan penggunaan narkoba oleh kedua pria. Bambang mengatakan pihaknya masih akan melakukan pendalaman dan pemeriksaan untuk memastikan apakah dugaan tersebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas korban dan rekannya.

"Nanti kita dalami terkait masalah narkoba ini. Nanti kita dalami apakah memang positif mereka ini ada kaitannya dengan apa ya," ujar Bambang.

Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan keterangan dan mendalami seluruh informasi terkait penemuan jasad tersebut. Penyelidikan diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian, aktivitas korban bersama rekannya di dalam gorong-gorong, serta penyebab pasti longsoran yang membuat H terjebak hingga meninggal dunia.