Houthi Klaim Serang Dua Bandara Arab Saudi, Dammam dan Riyadh Jadi Sasaran

Memuat berita

Berita International

Houthi Klaim Serang Dua Bandara Arab Saudi, Dammam dan Riyadh Jadi Sasaran

Fazlur Rahman · 12 Oktober 2026 · 14:59 WIB · 2 dibaca
Houthi Klaim Serang Dua Bandara Arab Saudi, Dammam dan Riyadh Jadi Sasaran

Foto: Kompas.com

Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi (GACA) menyatakan bahwa fasilitas Bandara Internasional King Fahd di Dammam menjadi sasaran serangan pada Minggu malam. Otoritas terkait langsung melakukan pemeriksaan keselamatan dan menilai tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Hingga laporan awal disampaikan, GACA belum mengumumkan secara terperinci apakah terdapat korban jiwa atau berapa besar kerusakan di bandara tersebut.

Sebelum laporan dari Dammam muncul, GACA juga mengonfirmasi serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Serangan pada Minggu itu dilaporkan menyebabkan sejumlah orang terluka. Namun, dalam pengumuman awalnya, otoritas belum merinci jumlah korban maupun tingkat keparahan luka yang dialami. 

Perkembangan berikutnya yang diberitakan Reuters menyebutkan bahwa serangan di bandara Riyadh pada Minggu menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya. Informasi tersebut berbeda dari pengumuman awal yang hanya menyebut adanya korban luka tanpa memberikan angka pasti. 

Kelompok Houthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan tersebut. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa operasi mereka menargetkan dua bandara Saudi, yakni King Fahd di Dammam dan King Khalid di Riyadh, serta sejumlah fasilitas energi milik perusahaan minyak Saudi Aramco.

Fasilitas yang disebut dalam klaim Houthi meliputi pabrik gas Shedgum dan fasilitas minyak Tanajib di Provinsi Timur Arab Saudi. Saree menyatakan serangan itu dilakukan sebagai balasan atas serangan udara Saudi di Yaman. Namun, klaim mengenai sasaran dan dampak serangan tersebut perlu dibedakan dari informasi kerusakan yang telah dikonfirmasi otoritas setempat.

Serangan di Dammam terjadi di tengah rangkaian insiden keamanan yang menyasar sejumlah bandara di Arab Saudi. Dalam laporan yang diterbitkan Anadolu Agency pada 12 Oktober, tercatat 10 serangan terhadap lima bandara Saudi sepanjang 5–11 Oktober. Bandara King Khalid di Riyadh dilaporkan menjadi sasaran paling sering, disusul Bandara King Fahd di Dammam. 

Rangkaian serangan tersebut juga menimbulkan dampak terhadap operasional penerbangan. Setelah serangan sebelumnya di Riyadh, aktivitas di Bandara King Khalid sempat dihentikan sementara untuk pemeriksaan fasilitas dan penilaian kerusakan. Sejumlah penerbangan mengalami penundaan atau pembatalan, sementara otoritas melanjutkan koordinasi untuk memastikan keamanan fasilitas penerbangan. 

Situasi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan sipil di kawasan tersebut. Bandara merupakan infrastruktur penting bagi mobilitas penumpang, perjalanan bisnis, dan pengiriman barang. Gangguan keamanan di fasilitas penerbangan dapat berdampak lebih luas, terutama apabila terjadi berulang kali atau memaksa otoritas membatasi operasional.

Di tengah perkembangan tersebut, otoritas Arab Saudi masih melakukan pemeriksaan dan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk mengevaluasi dampak serangan di Dammam. Informasi mengenai jumlah korban, kondisi fasilitas, dan kemungkinan gangguan operasional lebih lanjut perlu menunggu pengumuman resmi.

Klaim tanggung jawab dari Houthi juga menambah ketegangan dalam konflik yang melibatkan kelompok tersebut dan Arab Saudi. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan otoritas, informasi terverifikasi mengenai dampak serangan, serta langkah yang diambil masing-masing pihak dalam menghadapi situasi keamanan yang terus berkembang.