Kabut Asap Karhutla Indonesia Kembali Selimuti Malaysia, Anwar Telepon Prabowo

Memuat berita

Berita International

Kabut Asap Karhutla Indonesia Kembali Selimuti Malaysia, Anwar Telepon Prabowo

Devi Sry Atmaja · 09 Oktober 2026 · 15:13 WIB · 2 dibaca
Kabut Asap Karhutla Indonesia Kembali Selimuti Malaysia, Anwar Telepon Prabowo

Foto: REUTERS/Chalinee Thirasupa

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali berdampak ke Malaysia. Kondisi tersebut membuat Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim turun tangan dengan menghubungi langsung Presiden RI Prabowo Subianto untuk membahas langkah penanganan kabut asap lintas batas. Anwar mengatakan situasi kabut asap saat ini sudah mengkhawatirkan karena berdampak terhadap kesehatan masyarakat Malaysia. Dalam komunikasi dengan Prabowo, Presiden Indonesia tersebut disebut menyatakan kesediaannya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam menangani persoalan tersebut.

"Persoalan kabut asap memang mengkhawatirkan dan saya telah menghubungi Presiden Prabowo dan beliau setuju mengambil langkah-langkah yang diperlukan," kata Anwar kepada awak media di Putrajaya, Kamis (8/10/2026).

Anwar menjelaskan, Pemerintah Malaysia telah menyatakan kesediaannya untuk memberikan bantuan dan bekerja sama dengan Indonesia sejak beberapa pekan terakhir. Menurutnya, persoalan kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat yang terdampak.

Selain komunikasi langsung antara Anwar dan Prabowo, Menteri Luar Negeri serta Menteri Lingkungan Hidup Malaysia juga telah berkomunikasi dengan para menteri terkait di Indonesia. Koordinasi tersebut dilakukan untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan serta dampak kabut asap yang melintasi wilayah perbatasan.

Malaysia juga mengambil sejumlah langkah di dalam negeri untuk mengurangi dampak kabut asap. Angkatan Udara Diraja Malaysia (TUDM) bersama sejumlah lembaga terkait meningkatkan operasi pembenihan awan atau hujan buatan yang dilakukan hampir setiap hari. Upaya tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah untuk membantu memperbaiki kondisi udara dan mengurangi dampak kabut asap. Namun, pemerintah Malaysia menyatakan kondisi yang terjadi masih menjadi perhatian karena dampaknya terhadap masyarakat belum sepenuhnya teratasi.

Anwar juga mendorong agar persoalan kabut asap kembali dibahas dalam forum regional ASEAN. Ia telah meminta Menteri Luar Negeri Malaysia menghubungi Sekretariat ASEAN untuk mengupayakan digelarnya kembali pertemuan para Menteri Lingkungan Hidup ASEAN. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi forum untuk membahas langkah bersama dalam menghadapi persoalan kabut asap lintas batas yang kembali terjadi di kawasan Asia Tenggara.

"Insya Allah kita akan coba lagi," kata Anwar.

Persoalan kabut asap lintas batas memang menjadi isu yang kerap melibatkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia dapat menimbulkan asap yang terbawa angin hingga memasuki wilayah negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura. Dalam perkembangan terbaru, sejumlah wilayah Malaysia juga dilaporkan mengalami penurunan kualitas udara akibat kabut asap. Departemen Lingkungan Malaysia melaporkan puluhan wilayah mencatat indeks kualitas udara pada kategori tidak sehat pada Kamis sore. Data tersebut menunjukkan dampak kabut asap telah menjadi perhatian serius pemerintah Malaysia.

Di sisi lain, Indonesia terus menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Kondisi cuaca panas dan kering turut meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki lahan gambut yang rentan terbakar dan sulit dipadamkan sepenuhnya. Anwar menegaskan Malaysia tetap terbuka untuk memberikan bantuan kepada Indonesia dalam penanganan karhutla. Menurutnya, kerja sama diperlukan karena dampak kebakaran dan kabut asap tidak berhenti di wilayah negara tempat kebakaran terjadi, tetapi dapat dirasakan oleh negara-negara di sekitarnya.

Komunikasi antara Anwar dan Prabowo menjadi bagian dari upaya koordinasi kedua negara dalam menghadapi dampak kabut asap. Selain kerja sama bilateral, Malaysia juga mendorong pembahasan melalui mekanisme ASEAN agar penanganan persoalan kabut asap dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi di tingkat regional.