Kantor Mahkamah Agung Albania Dibakar, Bentrokan dengan Polisi Berlanjut Lima Hari

Memuat berita

Berita International

Kantor Mahkamah Agung Albania Dibakar, Bentrokan dengan Polisi Berlanjut Lima Hari

Devi Sry Atmaja · 22 Oktober 2026 · 17:30 WIB · 2 dibaca
Kantor Mahkamah Agung Albania Dibakar, Bentrokan dengan Polisi Berlanjut Lima Hari

Foto: REUTERS/Florion Goga

Kantor Mahkamah Agung Albania menjadi sasaran amuk massa. Bangunan tersebut dibakar saat bentrokan sengit antara pengunjuk rasa dan polisi. Kericuhan di ibu kota Tirana sudah berlangsung selama lima hari berturut-turut. Situasi keamanan di pusat pemerintahan semakin memanas. Rekaman video yang beredar memperlihatkan kobaran api yang cukup besar. Api melalap bagian bangunan Mahkamah Agung. Asap pekat membumbung tinggi ke udara. Pemandangan tersebut menambah ketegangan di tengah kota Tirana.

Tidak hanya gedung pengadilan tertinggi, pintu masuk Bank Albania juga dibakar. Aksi pembakaran terhadap fasilitas publik semakin meluas. Petugas pemadam kebakaran langsung bergegas menuju lokasi. Upaya pemadaman dilakukan di tengah suasana yang masih rawan. Polisi merespons eskalasi kekerasan dengan langkah yang lebih tegas. Untuk pertama kalinya sejak kerusuhan dimulai, aparat menggunakan peluru karet. Tindakan tersebut diambil untuk membubarkan dan mengendalikan para demonstran. Penggunaan peluru karet menandai peningkatan intensitas penanganan.

Protes di Tirana pecah sejak hari Selasa. Massa turun ke jalan dengan tuntutan utama pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama. Tuduhan korupsi menjadi salah satu isu yang terus digaungkan. Selain itu, keprihatinan terkait kondisi pendidikan juga ikut memicu kemarahan publik. Bentrokan yang sudah memasuki hari kelima menunjukkan belum adanya titik temu. Pengunjuk rasa tetap bertahan di jalanan. Aparat keamanan terus berupaya menguasai situasi. Kerusakan terhadap fasilitas negara semakin bertambah seiring berlangsungnya aksi.

Pembakaran Kantor Mahkamah Agung menjadi puncak eskalasi sejauh ini. Gedung yang melambangkan lembaga peradilan tertinggi negara ikut menjadi korban. Asap pekat yang membumbung menjadi saksi bisu kemarahan massa. Proses hukum terhadap pelaku pembakaran dipastikan akan digelar. Pintu masuk Bank Albania yang ikut dibakar memperlihatkan target aksi yang semakin luas. Fasilitas keuangan negara pun tidak luput dari amukan. Tim pemadam kebakaran bekerja di bawah tekanan situasi. Prioritas utama adalah memadamkan api dan mencegah menjalar ke bangunan lain.

Penggunaan peluru karet oleh polisi menjadi catatan baru dalam penanganan kerusuhan ini. Sebelumnya, aparat menahan diri dari penggunaan senjata tersebut. Eskalasi di hari kelima memaksa langkah lebih keras. Bentrokan antara kedua belah pihak terus berlanjut di sejumlah titik. Tuntutan pengunduran diri Edi Rama dilandasi tuduhan korupsi yang sudah lama beredar. Kondisi pendidikan yang dinilai memprihatinkan semakin memperkuat alasan massa untuk turun ke jalan. Kombinasi isu politik dan sosial membuat aksi sulit diredam. Dialog antara pemerintah dan perwakilan demonstran belum membuahkan hasil.

Dengan berlangsungnya kericuhan selama lima hari, dampak terhadap aktivitas publik di Tirana semakin terasa. Asap dari gedung yang terbakar dan suara bentrokan menciptakan suasana mencekam. Warga sipil diimbau menghindari kawasan rawan. Pengamanan di sekitar lembaga-lembaga negara diperketat. Pembakaran Mahkamah Agung dan pintu Bank Albania menjadi simbol kemarahan yang memuncak. Aksi destruktif tersebut dikecam oleh pihak berwenang. Namun, di sisi lain, demonstran menilai pemerintah tidak mendengar aspirasi mereka. Jurang antara massa dan penguasa semakin lebar.

Edi Rama sebagai Perdana Menteri menghadapi tekanan terbesar sejak aksi dimulai. Tuduhan korupsi dan isu pendidikan menjadi senjata utama pengunjuk rasa. Penanganan keamanan yang semakin keras dengan peluru karet berpotensi menambah ketegangan. Jalan keluar damai masih dinanti. Petugas pemadam kebakaran yang bergegas ke lokasi harus bekerja di tengah risiko bentrokan. Api di Mahkamah Agung dan Bank Albania menjadi tantangan tersendiri. Koordinasi antara polisi dan pemadam diuji dalam situasi kacau. Prioritas penanganan korban dan kerusakan terus dilakukan.