Kemenhub Targetkan Stasiun Manggarai Layani Kereta Jarak Jauh Akhir 2027

Memuat berita

Nasional

Kemenhub Targetkan Stasiun Manggarai Layani Kereta Jarak Jauh Akhir 2027

Devi Sry Atmaja · 30 Oktober 2026 · 17:35 WIB · 2 dibaca
Kemenhub Targetkan Stasiun Manggarai Layani Kereta Jarak Jauh Akhir 2027

Foto: Detik.com/Shonya

JAKARTA - Kementerian Perhubungan menargetkan Stasiun Manggarai bisa melayani penumpang kereta api jarak jauh pada akhir 2027. Target tersebut seiring dengan rampungnya pengembangan yang sedang dilakukan. Proyek ini menjadi bagian penting dari peningkatan layanan perkeretaapian di ibu kota. Persiapan infrastruktur terus digencarkan. Pengembangan Stasiun Manggarai menjadi bagian dari proyek Double-Double Track atau DDT. Proyek DDT mendukung penataan perjalanan kereta di wilayah Jakarta. Integrasi antarlayanan kereta diharapkan semakin baik. Kapasitas jalur dan stasiun ditingkatkan secara menyeluruh.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta Denny Michels Adlan memberikan keterangan terkait pengembangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengerjaan dilakukan secara bertahap. Setiap tahap memiliki target penyelesaian tersendiri. Koordinasi teknis terus dilakukan di lapangan. Fasilitas yang disiapkan mencakup area naik dan turun penumpang kereta jarak jauh. Area tersebut dirancang agar nyaman dan aman bagi pengguna. Standar pelayanan kereta jarak jauh menjadi acuan pembangunan. Kenyamanan penumpang menjadi prioritas.

Selain area naik turun, pengembangan juga mencakup pembangunan jembatan. Jembatan tersebut mendukung konektivitas di dalam dan sekitar stasiun. Arus pergerakan penumpang dan operasional kereta diatur lebih baik. Infrastruktur penunjang diperkuat. Jalur kereta juga menjadi bagian dari pengembangan Stasiun Manggarai. Penambahan dan penyesuaian jalur mendukung operasional kereta jarak jauh. Proyek DDT berperan dalam peningkatan kapasitas jalur. Kelancaran perjalanan kereta menjadi tujuan utama.

Menurut Denny, pengembangan tersebut akan memungkinkan penumpang kereta jarak jauh naik dan turun di Stasiun Manggarai. Saat ini stasiun tersebut lebih banyak melayani perjalanan komuter. Perubahan fungsi menjadi lebih luas setelah pengembangan selesai. Integrasi layanan semakin lengkap. Namun, pengoperasian layanan kereta jarak jauh tetap mengikuti penyelesaian fasilitas. Tahapan pengembangan stasiun harus diselesaikan terlebih dahulu. Tidak ada operasional prematur sebelum infrastruktur siap. Keselamatan dan kesiapan menjadi syarat utama.

Target akhir 2027 menjadi tonggak penting bagi Stasiun Manggarai. Kementerian Perhubungan memasang target waktu yang jelas. Seluruh pihak terkait diharapkan bersinergi mencapai target tersebut. Monitoring perkembangan proyek dilakukan secara berkala. Proyek Double-Double Track memiliki peran strategis dalam penataan perjalanan kereta di Jakarta. Kepadatan jalur di wilayah jabodetabek menjadi tantangan tersendiri. DDT diharapkan mengurai densitas dan meningkatkan frekuensi perjalanan. Stasiun Manggarai menjadi salah satu titik krusial.

Denny Michels Adlan menekankan sifat bertahap dari pengembangan stasiun. Pengerjaan tidak dilakukan sekaligus dalam waktu singkat. Setiap fase pembangunan memiliki fokus fasilitas tertentu. Pendekatan bertahap meminimalkan gangguan operasional yang sudah berjalan. Area naik dan turun penumpang kereta jarak jauh menjadi fasilitas kunci. Desain area tersebut mempertimbangkan volume penumpang dan standar keamanan. Sirkulasi penumpang diatur agar tidak bercampur aduk dengan layanan komuter. Pemisahan area meningkatkan kenyamanan.

Pembangunan jembatan di kawasan stasiun mendukung aksesibilitas. Jembatan memudahkan pergerakan penumpang antarperon atau ke area lain. Konektivitas horizontal dan vertikal diperbaiki. Integrasi dengan moda transportasi lain juga dipertimbangkan. Penyesuaian jalur kereta memungkinkan Stasiun Manggarai menerima kedatangan dan keberangkatan kereta jarak jauh. Kapasitas jalur yang lebih baik mengurangi konflik dengan perjalanan komuter. Pengaturan jadwal perjalanan menjadi lebih fleksibel. Efisiensi operasional meningkat. 

Pengoperasian layanan KAJJ di Manggarai akan mengubah pola perjalanan sebagian penumpang. Mereka yang sebelumnya harus ke Gambir atau stasiun lain memiliki alternatif baru. Sebaran beban penumpang antarstasiun diharapkan lebih merata. Manfaatnya terasa bagi pengguna dan operator.

Penyelesaian fasilitas menjadi syarat mutlak sebelum layanan dibuka. Denny menegaskan bahwa tahapan pengembangan harus dilalui dengan lengkap. Uji coba operasional biasanya dilakukan sebelum pelayanan penuh. Kesiapan sumber daya manusia dan sistem juga diperlukan. Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta mengawal langsung proyek ini. Pengawasan teknis dan kualitas konstruksi menjadi perhatian. Koordinasi dengan operator kereta api terus terjaga. Sinergi antarlembaga menentukan keberhasilan target 2027.

Stasiun Manggarai memiliki posisi strategis di jaringan kereta Jakarta. Lokasinya memungkinkan akses dari berbagai arah. Pengembangan menjadi KAJJ hub akan memperkuat peran tersebut. Transformasi stasiun sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat. Proyek DDT dan pengembangan stasiun saling terkait erat. Keberhasilan salah satu mendukung keberhasilan yang lain. Penataan perjalanan kereta di wilayah Jakarta menjadi dampak jangka panjang. Masyarakat menanti peningkatan layanan yang lebih baik.